Thursday, December 11, 2008

Lupa Judul

Oke, gue mau langsung cerita aja sebelum lupa.
Semua dimulai hari rabu (3 desember) yang lalu ketika gue dan mail sepakat untuk mewakili salah satu ekskul pilihan gue, Execom dalam kegiatan leadership di puncak.
“Kalian jadi ikut leadership ini kan?” kata pak hasan.
“ho oh”
“kalo gitu kamu ketua” kta pak hasan, menunjuk mail
“kamu wakilnya” pak hasan nunjuk gue
Gak ada upacara gunting pita, siram2an kembang tujuh rupa ato pelepasan jabatan.

Yang gue ketahui sekarang, kegiatan ini merupakan penyuluhan dalam membentuk proposal dan laporan progam kerja yang dibuat masing2 pengurus ekskul untuk satu tahun kedepan. Tapi menurut pak hasan ketika menjerumuskan kami dalam program sesat ini.
“Ini cuman acara biasa. Kalian disana cuma diceramahin. Tenang aja”

Dan gobloknya, gue dan mail beneran percaya dan iye2 aja waktu besoknya Pak Hasan ngasih data ttg profil, proker, dan anggaran execom. Data2 itu udah kadaluarsa. Proker taon lalu, jadi gue disuruh ganti tanggal2nya. gue pikir sih ini cuma formalitas yang gak penting.
Waktu gue tau kalo cuma gue dan mail doang yang kelas X disana diantara anak kelas XI, gue jadi males. Ternyata Oki ikut sebagai pengawas, yo wes lah. Gue berfikir mash ada temen kelas X selain mail.

Hari jumat, ketika mo berangkat (jam stengah 4 sore), hawanya beneran beda. Waktu menuju bus, orang2 sekitar kami adalah anak2 kelas XI yang gue gak kenal dan bodohnya, gue dan mail masih pake seragam sekolah karena kami berfilosofi “Be Different”. Ngehe abis.

Di dalam bus, gue perang batin.
Gue bisa pura-pura kencing, trus ngabur kerumah.
Pikiran yang lebih jauh,
Gue bisa pura2 epilepsi, mail nolongin gue lalu kita berdua kabur kerumah, dan akhirnya kami happily ever after.

Ini akibat suasana yang tidak kondusif dimana kami berada dalam bus yang panas, dikelilingi anak kelas XI, tampil beda sendiri dengan seragam muslim yang kusut.
Gue ngerasa kayak alien dari planet Dongo yang terdampar di bumi,
tanpa tujuan
tanpa deodoran.

Bus berjalan, rencana gue gagal.
Untungnya di bus itu ada senior2 Jaucussie gue yang lumayan kenal gue. mereka nyuruh gue duduk didepan mereka, pede abis gue, jarang2 ditawarin bangku ama kakak kelas. Gak lama mereka bilang,
Kak Vina : kit, tolong pegangin tas gue ya. Disitu ada bangku kosong kan?
Kak Odie : Gue juga dong,
Kak Shiera : sekalian gue ya, kit.
Bener2 kakak kelas yang baik hati dan tidak sombong. Huehehe,
Gak lama gue dan mail digusur disuruh pindah karena bangku itu mo dipake.

Di tengah jalan, gue bikin rencana ama ismail yang kayakna juga pengen loncat dari bus ini. Ismail bakalan maju kesebelah supir sambil bawa garpu makan gue, ngacungin garpu itu ke idung supir lalu berteriak “BIS INI SAYA BAJAK. Putar balik haluan lalu turunkan kami di kayu manis!”

Tpi rencana itu terpaksa dicancel karena gue perlu garpu itu untuk makan.
Untungnya Oki yang mungkin kasian menghampiri kursi gue dan mail, hawa yang tadinya berasa Aku-dimana-aku-siapa, berangsur menghilang lalu kami bercuap-cuap. Kelas XI yang lain gak gitu peduli ama gue dan mail. Oki ketawa2 ndiri, lalu bilang ke gue
“kit, dari jauh, lo kayak perantau! Tas gak dilepasin, talinya dislempangin ke pundak.”


Sampai dipuncak, kita nginep di vila. Gue dan mail turun belakangan, kita cuma ngobrol ama oki. Gatau untuk apa, dengan siapa ato alasan mengapa kita disini.

Mari langsung ke bagian yang seru. Mail gelagapan, gatau disuruh ngapain. Sementara gue melakukan hal yang terbaik yang bisa gue lakukan : cengar-cengir. Mail dengan putus asa minta oki untuk manggil pak hasan, pembina execom yang kurang beres itu.

Panggilan pertama, kabar yang disampaikan oki sambil ketawa,
Kata pak hasan gini : “dia frustasi? Yesss”

Panggilan kedua,
Kata pak hasan “udah nangis belom tu anak?”

Akhirnya pak hasan datang juga. Tepat sebelum mail harakiri.
Nyatanya, setelah pak hasan ngakak2 gak keruan seakan baru aja nonton ketoprak humor, dia cerita yang sebenarnya. Bahwa sebenernya ini udah masuk rencananya. gue dan mail dijerumuskan kesini dengan tujuan dibikin frustasi, karena dia pengen ngusilin anak execom yang baru. Penyiksaan mental, LDKS session 2.

Setelah dijelasin, tetep aja kami panik. Kami harus mempresentasikan program kerja untuk setahun kedepan.
DAN PROKER DARI PAK HASAN ITU TELAH KADALUARSA

Garis miring : it is absolutely ngehe.

Dengan kata lain, kami disini jauh dari rumah, 10 menit sebelum presentasi program kerja, berbekal progam kerja tahun lalu, dan dengan guru yang kurang jelas asal-usulnya, harus membuat proker dadakan.

Rencana pak hasan simple sangat. No 1. latihan rutin. No 2. Seminar.
Udah gitu doang, rasa panik yang menggebu2 ini gak terobati, rasa panik memicu keringat, keringat bikin bau.
Yah, didukung baju seragam yang belom diganti dari pagi, kami juara dua lomba bau. Juara satunya kamar gue.

Ketika presentasi, eskul2 yg lain luar biasa prokernya, mengundang tarikan alis, tepuk tangan dan siut kagum.
rame.
Macem-macem.
Kreatif.
Unik.
Bikin tambah frustasi.

Bahkan Jacussie, salah satu ekskul yang gue ikuti. Prokernya asik tenan. Semoga proker itu berjalan lancar, karena gue gak sabar untuk getafuronya. Ganbatte ^^

Pak Hasan ngasi arahan buat kami,
“Kalian gitu aja panik. Saya kan pernah cerita, kalo kita gak perlu takut ama manusia, manusia itu isinya cuma kotoran, jadi kalian nanti cuma menghadapi kotoran, masa ama sesama kotoran aja kalian takut?”

Menyesatkan.

Tiba saatnya gue dan mail maju, ketika ekskul execom dibacakan oleh mc, ada yang bersuara keras (baca : teriak)
“Execom? Ekskul sesat!”
Trus yang laen pada ketawa. Ngakak.

Gue berasa ditiban anak Dugong.
well, siswa/i 68 udah pasti pada tau. Execom amat ngga eksis dan gak keliatan kerjaannya, hal itu gue ketahui dari kakak2 kelas, gara2 itu angkatan gue yang baru gabung execom jadi kena imbasnya.

Kami maju, gak disangka disambut tepok tangan yang meriah, gatau napa.
Flashdisk sempet gak kebaca, tapi acara tetep lanjut. Abis tegang megang bacain proker yang cuma 2 biji itu, mail duduk sebelah gue.

Berikutnya penyuluhan tentang cara bikin proposal yang bener. Jam telah menunjukan pukul 11.30, pak tholib masih asik bimbingan. Sampai pada akhirnya, beliau memberikan pengumuman.

Bahwa, karena (gue lupa karena apa) execom harus membuatkan sebuah website yang berisi kegiatan ekstrakulikuler sman 68 yang harus sudah bisa diakses pada 1 Januari 2009 atau ekskul itu akan dilikuidasi.
Ajegilenenekkrompeng. Bikin website bukan perkara segampang kencing berdiri.

Mail cengok.
Ada yang nepok bahu gue, Kak Kevin, anggota OSIS.
“selamet berjuang yeh” sambil cengar-cengir.

Setelah acara, pak hasan nyalamin kami berdua
“selamat, kalian telah melewati seleksi awal” katanya bak agen pencari bakat. Ketawa bahagia setelah berhasil ngerjain orang2 malang ini.
Setelah cuap2 ama pak simpana dan pak tholib, jelas sudah perkaranya. Kami akan buat website ekstrakulikuler 68. thx god execom berisi org2 kayak mail dan ariel yang gak cuma bisa buka fs tapi jg mayan ngarti seluk beluk internet.

Malam itu, ketika balik ke kamar, gue dan mail telat, ranjang dan kasur udah abis dipake kakak kelas, akibatnya kita gak kebagian kasur dan terpaksa melantai. Terpujilah orang yang menciptakan selimut. Tapi kalo diliat berdasarkan kasta kelas sih, keliatannya emang kaga bakalan dapet kasur walopun dateng duluan.

Besoknya, gue dan mail memulai hari dengan cara yang konyol,
Ngeliat jalanan komplek yang kosong, sementara yang laen sibuk sarapan, terbesik ide di benak gue
“il, lari2an yok”
“ayo deh”
“beneran gak”
“yaodeh, ayo buruan”

Maka berlarilah kita, bagai bolang di tepi pantai, mengejar matahari, berlari dari trantip.
Bertelanjang kaki, yak, tanpa alas. Di daerah yang gak dikenal, berasa di lapak sendiri. Diiringi lagu Oh ibu dan ayah selamat pagi.
Sempet bingung ngeliat papan jalan yang tulisannya “Jalan Buntu”, tapi kita tetep berlari (yang lebih mirip menggoyangkan dengkul) melewati jalan lainnya, menyapa orang2 yang gak dikenal sambil lalu,
“anak mane tuh?” kata salah satu satpam. Gak lama kita ngelewatin jajaran rumah yang aneh bentuknya, lewat jalan itu gue ngerasa lagi di negeri dongeng.
Balik ke vila, gue dan mail disambut tatapan heran cewek2 kelas XI yang lagi maen ayunan,
“dan bahkan mereka gak pake sepatu” kata salah satunya

Mungkin bukan saat yang tepat untuk bilang “kipasin dong kak,” jadi gue masuk dan mulai sarapan bersama. Siangnya ada sharing dari alumni, setidaknya pak Hasan menepati janjinya bahwa yang jadi pembicara adalah orang hebat. Yes, they were great.

Sorenya kita smua balik kerumah, duduk di kursi bus yang sama dan di tengah jalan pulang kita beli Ubi Cilembu.
Karena kebolotan gue, gue kira tadinya kita pengen beli ‘Kelinci Lembu’. Dongo.

Sepanjang jalan, gue berbagi aqua botol 1 liter buat snior jacussie. 1 liter bukan untuk 10 liter, tapi untuk 5 orang. Akhirnya, gue gak nyesel hadir di acara itu.

Bener2 weekend yang asoy.
 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design