Tuesday, December 29, 2009

film, good for you, good for me.

4 comments :
Hurah!

selama liburan ini, gak banyak yang gue lakuin, potong rambut(potongan rambut sejuta umat), menambah berat badan, pergi beberapa kali bareng temen. Sisanya ya ngedok di kamar, berfikir (bukan mencoba) untuk ngedapetin duit lewat menggambar.
errr
dilihat dari sisi yang baik, kompi gue bisa berjalan dengan normal kembali. Kemarin aja do'i mampu buat idup selama 7 jam dan kuat ngedonlot film yang dari dulu gue idam2 buat nonton lagi.

film yang gue maksud judulnya "Joe Dirt". Humor, ga makna, ga ada pesan moral, dan ringan. Itu yang gue butuhin sekarang.

Wednesday, December 23, 2009

Tuhan, nyalakan komputer saya.

5 comments :
bersenang2 dengan liburan?
I hope i do.

Komputer gue kembali bermasalah, lama2 gue bisa bikin film 'ada apa dengan komputer', pemainnya keyboard, mouse, sama PC.

Intinya sejak seminggu lalu komputer gue mati mulu tiap beberapa waktu tertentu. Katakan ketika gue nyalain, lalu gue tinggal minum, waktu gue balik komputer itu mati.

gak ada ujan gak ada angin,
sementara file gue belom ke-save.

Saturday, November 14, 2009

postingan yang berisi gue, Ridho, hujan dan separator Busway

5 comments :
Ya, musim hujan datang lagi.
Kegiatan hari jumat biasa aja, belajar sampe sore, dan pulangnya latihan marawis.
gue tekankan, seharusnya biasa aja.

karena musim hujan, hal ini berubah menjadi gak biasa.
gue dan beberapa orang temen terperangkap di sekolah dikarenakan oleh ujan lebat yang membasahi jakarta. awalnya gue pikir cuma hujan pendek yang numpang lewat, gataunya hujan ini terus datang hingga beberapa jam kedepan. Pantesan paginya banyak banget capung berkeliaran.

lanjut, hingga malam menjelang hujan mulai brhenti,
hujan berhenti setelah brapa jam = banjir
banjir = macet
macet = gak bisa pulang
gak bisa pulang = mati kelaperan

Monday, October 12, 2009

Musim yang lebih buruk dari musim hujan

1 comment :
akhirnya ngeblog lagi, setelah diberi dorongan oleh kak eris bahwa saya lahir selasa kliwon dan gak cocok bekerja di air (lho?)

Iyah, kali ini, seperti yang kita tahu, bahwa Indonesia sedang dilanda musibah yang terjadi di berbagai tempat. Untuk itu mari kita sejenak merenung
*merenung*

OK. Kalian pasti tau musim hujan?
Musim dimana penyakit mampir2 tanpa diundang, musim2 dimana banyak copet berkeliaran (itumah kapan aja), musim2 dimana anak2 sd-smp bisa beralasan untuk ga masuk sekolah karena hujan gede.

Apa yang lebih buruk dari musim hujan?
Ya, musim ulangan.

Saturday, September 19, 2009

Goodbye, Ramadhan!

No comments :
alalabumbum,
internet nyala lagi men,
merayakan hal itu, gue ngedunlot game blank point. Rasa penasaran dari game baru tsb membuat bandwith gue melayang sebanyak 500mb.

ehm, back to topic
Bulan ramadhan itu bulan terkabulnya doa-doa.
Ini bener-bener gue rasakan satu bulan belakangan,

Doa-doa gue, doa-doa yang seringkali gue hanturkan di solat gue yang bolong-bolong ini, rasanya selalu terkabul. Walaupun seringkali doa itu ngelantur untuk keselamatan gue seperti contohnya, “ya allah loloskan saya hari ini dari pelajaran pak X” maka loloslah gue, entah dianya sakit ato dia telat jam pelajaran, pokoknya gue gak dapet pelajarannya.

Monday, September 7, 2009

A rough Sketch

4 comments :
koneksi internet disini lagi buruk.
Nyatanya disini banyak banget umat muslim yang gak tarawih (tidak termasuk gue karena gue udah di rumah), akibatnya bw kesedot. Ganteng.

btw, ehm this is for 'you'
i couldn't write a song, poetry, love letter, ect
so, this is the 'mid' best i could give you,



























it just rough sketch. But i think you might know what its mean.

thank you for the colour^^

Thursday, August 20, 2009

glodok, dvd dan menjelasng puasa

1 comment :
gue frustasi.

Gue gagal ngedonlot komik homuculus yang sepertinya komik bagus itu. Linknya gak jelas, syaratnya gak jelas, kalo gue lagi puasa, batal kali nih.
Gak cuma itu, dalam perjalanan kemari, sandal gue talinya putus (ini beneran), entah karena tadi gue gak pamit sebelum cabut sehingga gue dikutuk oleh dewa sendal atau gimana gatau deh.

Setidaknya ada hal-hal positif(?) yang terjadi hari ini,
dalam rangka menjelang puasa, gue mengobservasi spot-spot yang biasanya gue kunjungi ketika lagi haus hiburan (glodok dan mg 2) untuk meliat apakah bau2nya berubah menjelang puasa,
ternyata dugaan gue sedikit meleset. tempat2 tersebut masih merupakan ladang setan waktu gue masuk, masih aja ada om2 SKSD yang nongkrong di pinggir kios dan menghampiri anak2 bertampang culun seperti gue, merangkul, dan dengan dermawan bertanya
"kemana nih? bokep gak bokep?"

Oh men. Gue ga sangsi kalo lama2 mereka bakal bilang,
"bokep gak bokep? ayodeh, harga mo puasa"

Friday, August 14, 2009

Facebook, oh facebook.

2 comments :
niat gue sebagai blogger patut dipertanyakan.

mulai dari masalah keyboard rusak, internet idiot, sepatu bolong hingga dikhianati warnet langgan yang kesemuanya merupakan kendala bagi gue untuk ber go-blog2.

Eniwey, gara2 ini mungkin temen2 gue yang tadinya suka ngintip2 blog gue jadi kabur ke tetangga karena blog ini termasuk kategori 'lumutan'. tapi, dibaca gak dibaca, ngeblog harus tetep jalan. karena ngeblog adalah hobi, masalah dibaca ato nggak itu urusan belakangan :)


Back To the Earth. (entah kenapa mood terbaik ngeblog muncul di wc dan/atau warnet. seriously)

Skenario indah yang gue susun jauh2 hari ketika gue kelas X hancur seketika. Awalnya gue girang garong pas tau gue berhasil masuk ipa, rencana indah itu antara lain fantasi2 bego yang dengan seenaknya muncul di kepala gue dan gue buat sebagai list seperti 'cari cewek', 'rajin belajar', dsb.

Wednesday, July 22, 2009

Parodi Klasik

6 comments :
Terorisme hanyalah sebuah organisasi berisi pengecut kelas kakap. Orang2 yang menekan tuas detonator bom lalu bersembunyi dan meninggalkan kegaduhan dibelakang sana. Orang2 yang gak mau menampakan wajahnya pada dunia, dan hanya menekan manusia hingga level paling bawah ketakutan mereka dengan serangkaian teror bom. Kenapa gue sebut menekan manusia, karena teroris itu bukan manusia. Secara harfiah, mereka manusia, memiliki otak (yang gak dipake), anggota tubuh, dsb, namun secara naluriah, mereka monster.

Masih saja tangan itu terbujur kaku
Walau berulangkali diguncang oleh seorang bocah,
Yang terus-menerus berujar “ Ayah.. Ayah..”
Entah darimana si bocah dapat mengenali si pemilik tangan,
Wajahnya remuk redam, garis-garis wajahnya tak lagi tampak
60 menit lalu ia menyantap piring terakhirnya
Saat hendak berpaling pada sebungkus rokok

Cahaya itu hanya sekejap
Begitu pula dentumannya
Kemudian gelap
Lalu dentuman kembali
Seraya menutup cakrawala indera, mereka diam
Hingga diambang kesadaran mereka, mereka bertanya,
Tuhan, inikah saatku?

Tiada yang mengibakan derai air mata
Wanita yang kehilangan segalanya,
Seorang anak menjerit parau, telinganya bersimbah darah
Bahkan tiada yang menggubris,
Ketika sesosok tubuh bergulir naas ditengah jalan

Ironis
Tangan itu, tangan yang kotor
Mereka pikir dirinya tuhan?
Apa yang ada dalam dunia kecil mereka?
Tawa mereka lebih buruk dari suara radio bututku
Hati kecil mereka telah beku rupanya
Mereka bukan lagi manusia, bukan pula tuhan
Mereka hanya tikus- tikus pengerat yang mengotori lumbung padi kita

Hanya untuk menunjukan eksistensi mereka,
Sekadar untuk mengadu pada dunia, ‘kami masih ada’
Celaka, benar-benar celaka,
Yang mengadu justru tak tampak
Hanya tamparan keras pada wajah pertiwi, tanda keangkuhan mereka

Klasik. Sungguh klasik.
Parodi 7 tahun silam, parodi yang dungu
Parodi yang tak seorang pun akan bayar untuk melihatnya
Bahkan orang terdungu sekalipun
Kini,
Siapa yang kembali membuka panggung tersebut?

Turut berduka cita untuk korban bom kuningan 17 Juli lalu. Semoga mereka tenang disisi-Nya.


...

Tuesday, June 23, 2009

Review : Forrest Gump

2 comments :






















Forrest Gump.
Ya, ini salah satu film yang terhitung lama. Dirilis 1994. Diproduseri oleh Robert Zemeckis. dengan Tom Hanks, Robin Wright Penn, Gary Sinise.
Pertama kali gue nonton film ini waktu gue SD. jelas gue gak ngerti maksud filmnya, berhubung kemampuan b.Inggris gue masih cetek banget.

"Hi, my name is Forrest--Forrest Gump"

Tuesday, June 16, 2009

Latest update

1 comment :
Tergoda untuk ngeblog lagi. Hehehe
setelah banyaknya ujian, event2 yang kurang menyenangkan dan sekarang menghitung hari menunggu penjurusan. Naek kelas? Insya allah

Ditinggal beberapa minggu, temen2 gue banyak yang update blognya,
Miss Soktau, yang aslinya gak soktau, beneran asik deh orangnya. Keren blognya, singkat tapi ngena. Untung gue belom pernah selingkuh ato diselingkuhin maho.

Dan, the latest update

1. Kelas gue menjadi tempat maen PS umum.

Saturday, May 16, 2009

The easier way to know cowok dan pria

3 comments :
Sebelum anda banting komputer, kalau ada yang menganggap postingan ini serius, anda bisa klik tombol close dan berpindah ke blog lain, postingan ini hanya untuk joke aja kok. hehehehe

Sesuai dengan judulnya, gue terinspirasi dari iklan yang cukup lama beredar. Salah satu merek rokok yang kalo diiklannya gak menampilkan sebatang rokok pun (semua juga gitu ya?).

Pada iklan ini, mereka menampilkan (sejauh yang gue liat) 2 orang wanita dan satu orang cowok (karena dia ngakunya cowok dan bukan pria) yang mengutarakan pendapat mereka mengenai perbedaan cowok dan pria.

Naaaah, kini gue akan memperkenalkan cara lebih mudah untuk mengetahui apakah lo cowok, pria, atau lebih dan kurang dari itu.
Tester kita adalah Metromini. Kendaraan cihui beroda 8 yang senantiasa mengantarkan penumpang sampai ketujuan dengan tingkat keamanan 'tidak cukup aman'.

Thursday, May 7, 2009

HAMSTER

8 comments :
Kalo orang2 yang fanatik dengan hewan pengerat ini, hal pertama yang akan mereka katakan ketika melihat hamster di etalase toko adalah
“Kyaaaaaa! Lucunyaaa!” (cewek)
“Iiiih, hamster, gemezz deh” (banci)

Inilah yang gue katakan ketika membeli hamster di jatinegara tadi

“AN**NG! Gede Banget!”

Gak ada lucu2nya bagi gue saat itu, hamster itu lebih keliatan seperti tikus dibanding hewan yang ada di kartun idiot berjudul Hamtaro. Kalo dibandingin dengan ukuran hamster yang namanya Sumriyem (nama samaran) yang ada di rumah sodara gue. Hamster ini bisa makan Sumriyem dan keluarganya dalam sekali gigit. Kres

Gue membeli hamster untuk praktek biologi besok.
Lebih tepatnya pembantaian biologi.

Sunday, May 3, 2009

Lab Kompi, hari baru, CPU baru.

3 comments :
Lab komputer yang baru di 68, berdasarkan kegiatan gue kemarin, gue bakal ngomong sedikit banyak tentang hal tersebut.

Spesifikasi komputer baru:
1. Prosesor Intel Core 2 Duo
2. Ram 1 GB
3. DVD drive
4. Colokan USB di depan (kini gak perlu nungging2 lagi masukin flashdisk dari belakang, Yeaaah!)
5. Monitor layar datar 17 Inch tiap CPU
6. LAN (tadinya kaga ada lho)
7. Internet connection (hanya di beberapa komputer)

Hal pertama yang terpikir ketika gue liat komputer2 baru itu adalah “aw aw aw banget dah komputernya”
Ketika gue masuk ke lab, gue kaget, 40 komputer mulus plus 1 komputer admin udah bertengger manja di lab. Semua dalam kondisi siap tempur. Plus, ada LCD disana.

Pokoknya keadaan Lab komputer udah kayak abis ikut acara Bedah rumah deh, bedanya gak ada yang nangis2 sambil sujud ketika kompi2 udah di upgrade, yang ada adalah Andra teriak “IAM A KING OF THE WORLD” di tengah2 lab komp.

Ekstrakulikuler komputer, yang mana memang gak jauh2 dari kompi, keyboard dan mouse, kemarin ambil bagian dalam perawatan komputer. Mulai dari nginstall Rising Antivir, trus Deepfreeze dan terakhir program NetOp, pada semua komputer.

Net Op ?
Net Op School adalah sebuah program yang khusus di ciptakan untuk membantu dalam proses pembelajaran dan pengawasan penggunaan computer oleh siswa. NetOp School saat ini sudah dalam versi 5.0. terbagi menjadi dua yang pertama adalah NetOp School Teacher, yang di gunakan oleh guru,dan NetOp School Student yang di pasangkan di computer siswa atau student. Dengan software ini guru bisa memonitor seluruh tampilan layar siswa atau melihat program apa saja yang d jalankan oleh siswa dan sebaliknya, guru bisa menampilkan apa yang ada di monitornya supaya terlihat di computer siswa. Guru melalului NetOp Scool teacher bisa berkomunikasi secara tulisan maupun dengan video audio, selain itu guru bisa mengunci computer siswa bila siswa melakukan tindakan yang tidak berkenan. Dengan NetOp School guru juga bisa mematikan/menghidupkan computer siswa secara remote, membuat test/ujian online dengan mudah.
(sumpe, gue gatau program NetOp gunanya buat kek gini)

Kalo ada yang bilang hal itu gampang, errr brarti emg gampang. Sayangnya kaga buat kami.
Kami selesai jam 2, itu juga belon nginstall deepfreeze.

Oya, beberapa orang yang hadir,
Ariel, yang (terlalu) bersemangat baru dateng langsung nyamber2 dan grepe2 komputer baru sambil bilang “ayo dong-ayo dong” kayak anak minta kawin. Tapi siangnya, dia malah maenan ramalan peter answer di internet, nanya2 tentang jodoh syukron (ril, cukup jujur kalo lo parno syukron suka orang lain). Tapi tetep, kalo Ariel gak ada, mungkin bakalan jauh lebih ribet kemarin.

Erza, entah berapa komputer yang sudah ia renggut keperawanannya dengan flashdisk. Karena LAN gak berjalan optimal, terpaksa mindahin data pake flashdisk, dan flashdisk erja & syukron adalah jejaka beruntung yang bisa menghamili hampir separuh komputer baru. (Lobang USB lab pertama kali dipasangin fd, makanya seret2 gimana gitu kemarin)

Dede, sambil menahan lapar karena belom sarapan, dia terus berjuang nginstall NetOp, satu persatu sambil berujar ‘kemek yuuuu’ dengan muka layu. Pada akhirnya, dia yg punya peran besar nginstall NetOp di lab.

Syukron dan Arman, walopun sempat gak ngapa2in, ujung2nya mereka bantu banget buat nginstall 2 program itu.

Andra, kalo gak ada dia, LAN mungkin gak bakal jalan.
Mail, ehehe, biarpun telat tapi thx for coming il (lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali). Minggu depan kita sodok lagi dah tu kompi.

Huehehe, setelah ini, mungkin minggu berikutnya bakalan penuh dengan game dan aktivitas Internet. Cih uy,

Oya hampir lupa,
Met ultah untuk Oki dan Tommy, 2 mei lalu, smoga panjang umur dan masuk IPA. wkkk
thx buat traktirannya ya tom, wkekekek

Tuesday, April 28, 2009

Rubik's Cube

8 comments :
Halo
Sekarang gue pengen berbagi pengalaman gue yang seminggu libur kemarin,walopun hampir gak ada event yang bisa gue bagi, setidaknya ada satu kegiatan gue yang mungkin masuk ke dalam kategori "cukup menarik".

Jadi, selama liburan ini, gue terbius oleh Rubik’s Cube.


















About me

RUBIK'S CUBE adalah sebuah teka-teki mekanik ditemukan pada 1974 oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria Ernő Rubik. Kubus ini terbuat dari plastik terdiri dari 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda. Ketika teka-teki ini terpecahkan setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna dan warna yang berbeda dengan sisi lainnya.

Kubus ini dibuat kembali pada 1980 dan dipasarkan di dunia Barat pada Mei. Dan dikatakan merupakan mainan paling banyak terjual di dunia, dengan sekitar 300 juta kubus Rubik dan imitasinya terjual.

Rekor tercepat dalam menyelesaikan Kubus Rubik (Rekor Indonesia) berhasil dicetak pada acara HUT MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada tanggal 31 Januari 2007 di Hotel Grand Candi, Semarang. Catatan waktu yang dibukukan adalah 19,33 detik atas nama Abel Brata Susilo

Rubiks cube 3x3x3 (yang biasa dijual abang-abang) dan sodara2nya



































































gimana ceritanya hingga gue bertemu pandang dengan benda ini?

Semua berawal ketika gue, Dede, dan Ismail, Fahmi, dan Syukron datang ke rumah Andra. Silaturahim sekaligus numpang ngisi perut. Menjelang siang, gue tertarik dengan salah satu mainannya Andra, yaitu Rubick’s cube sendiri, padahal banyak maenan lain disana seperti Barbie dan congklak (ehm, boong kok).

Awalnya iseng, lama-lama penasaran, lama-lama pengen ngebanting juga, frustasi, tapi gue gak putus asa, walopun gak henti2nya gue menggumam "kotak setan!". Sementara yang lainnya sibuk dengan komputernya, seperti dede dan Ismail, sibuk dengan gitarnya seperti Fahmi, sibuk dengan PSP dan es jeruk seperti syukron, gue sibuk dengan mainan ini.

Hingga jumlah kami menyusut tinggal 4 ekor termasuk andra, gue masih setia mencoba menyelesaikan permainan ini. Sampe akhirnya kedua temen gue tergerak hatinya untuk memastikan bahwa gue masih di bumi, semua rasa penasaran mendorong kami untuk melakukan pencarian tentang rubik's cube.

Setelah kenal dengan si kotak warna-warni, kenal pembuatnya yang kami pikir mukanya seperti cube, dan waktu kelahirannya, kami tertarik. Jadi Rubicks tersebut gue bawa pulang untuk gue coba selesaikan. Di rumah, gue bagaikan simpanse yang tengah di tes IQ-nya dengan rubiks, muter-muter gak karuan, mencoba menemukan gambar miyabi diantara warna-warna tersebut. 2 hari kemudian, bagai menemukan Oase di tengah gurun, gue menemukan pencerahannya, sebuah video “how to solve a rubiks cube” di you tube.

Ganteng banget, seharusnya You Tube yang jadi saluran masa depan, bukan space toon.

Hari itu, gue berhasil menyelesaikan Cube pertama gue (samar2 terdengar musik “we are the champion’ dari kejauhan). Dan untuk seterusnya, gue cukup lancar, waktu tercepat gue menyelesaikan sebuah cube adalah 3 menit 42 detik. Sementara rekor dunia adalah 7 detik.

Hari jumat, gue ke sekolah dengan pede dan tampang bangga-ya-oloh. Mail tertarik dan hari itu juga resmi mail berhasil menyelesaikannya.

Kalo ada diantara kalian yang berfikir rubiks cube itu susah mampus, gak mungkin diselesaikan, cuma pantes dibanting dan sebagainya, gue sarankan untuk nyoba dulu mainan ini. Orang berIQ selevel ayam kek gue aja bisa kok. Selain melatih kreativitas, rubicks juga membantu melatih kesabaran, apalagi kalo lo beli rubiks yang 5000an, yang suka macet-macet.


Ehm, bukan hal yang buruk untuk mengisi waktu luang kan?

Oya, beberapa tambahan,

Fakta menarik tentang rubiks cube yang mungkin harus lo baca
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1000378&highlight=rubik%27s+cube

How to solve rubiks cube (recommended)
part 1
http://www.youtube.com/watch?v=HsQIoPyfQzM
part 2
http://www.youtube.com/watch?v=IW_BBp3FPMQ

sori, bw gak mencukupi buat masang video disini.

Have fun with classic game.

Monday, April 20, 2009

Potongan rambut sejuta umat.

4 comments :
Gue baru potong rambut.
Hari ini adalah hari yang spesial, yaitu hari kelahiran nenek gue. Jadi keluarga besar nenek gue bakal ngumpul di Cipete minggu sore. Dengan rambut gue yang berantakan gini, dengan mudah gue pasti dipecat sebagai cucu, makanya gue berinisiatif untuk potong rambut. Disamping itu, banyak yang bilang rambut gue kayak jeng kelin, awut-awutan dan gak jelas arahnya.

Dan lagi, gue ogah disebut wajah tak bermuka oleh pak Budi. iye, gue juga gak ngerti apaan maksudnya.

Tempat untuk motong rambut bermacam2, salah satunya salon,
tapi gue gak pernah menginjakan kaki di salon.
1. Karena gue takut banci
2. Gue takut dipotongin rambutnya sama banci
3. Gue takut dibilang ganteng sama banci (lagi)

Kalopun masih banyak salon yang bebas dari banci, gue kurang suka duduk berjam-jam nungguin rambut gue dipotong. Abis itu bayar biaya potong rambut dengan selembar uang yang berisi sebuah angka bulat diiringi dengan 4 buah angka nol.

Karena itu, gue selalu potong rambut di pinggir jalan, murah, praktis, cepat.
Kalo mau cepet 5 menit juga selesai, rambutnya terpangkas, kupingnya juga terpangkas.

kabar buruknya adalah,
Karena sejak kecil gue terdoktrin untuk berpisah dengan rambut gue di tukang-potong-pinggir-jalan, belakangan gue nyadar, bahwa apapun yang gue katakan pada si pemegang gunting, gue bakalan dapet potongan rambut yang sama.

Ketika gue kecil, gue bilang "pendekin dan rapiin, tapi jangan botak"

hasilnya, gue jadi kayak kloningan kobo-chan. Pendek (banget) dipinggir, tebal di atas.
dan itu berlangsung setiap bulan, sampai rambut gue tumbuh kembali dengan liar,
itu juga yang terjadi kepada bocah-bocah yang gue liat keluar masuk dengan rambut yang sama. Rambut sejuta umat.











kobo(k) - chan


seiring waktu berlalu, gue semakin dewasa dan gue semakin ganteng. Gue jadi lebih pintar dengan berpesan pada si abang "pendekin, rapihin, tapi jangan pendek-pendek"

Hasilnya, gue kayak kobo chan abis disunat.














Gue curiga sebenernya kobo chan itu ada, trus dia pernah buka kios potong rambut, dicontek orang indo dan jadilah model rambut sejuta umat ini.


intinya, model yang pasti pas kalo potong di pinggir jalan adalah
1. Botak
2. Cepak

Ngomong2, gue masih lebih bersyukur potong rambut diluar daripada dipotongin bokap gue. Soalnya waktu gue SD, bokap gue pernah motongin rambut gue. Waktu maen kerumah tetangga, nyokap sodara gue nanya siapa yang motongin rambut gue, mungkin karena rambut gue terlihat kayak pantai yang terkena abrasi, atau entah luar biasanya rambut gue,
dengan lugunya gue jawab 'bokap'

"Ooh, pantes jadi mirip Anjasmara gitu." ucap nyokap sodara gue sambil ketawa.

Tapi waktu itu, Anjasmara lagi naik daun berkat filmnya yang berjudul "SI CECEP"

Oya, selamat ulang tahun untuk Tania, 19 April lalu. Panjang umur dan sehat sentosa yo,,,
kuenya mana? hehehehehe

.

Tuesday, April 14, 2009

Bokap gue, Pahlawan kesiangan

3 comments :
Kali ini pemeran utamanya adalah bokap gue.

Cerita ini beneran. Suer. Gue baru aja diceritain adik gue, tentang keajaiban yang terjadi pada bokap gue.

Orang Indonesia, identik dengan ngaret, termasuk bokap gue. Kalo ada janji rapat, disuruh dateng jam 2, nyampe di tempat jam 3. Kalo disuruh stanby jam sekian, jam sekian kurang 10 menit masih pake sarung dirumah.

Waktu itu ada pengambilan rapot di kelas VII-1 jam 1 siang, dalam surat undangan memang diberitahukan seluruh kelas 7 akan ngambil rapot disitu. Adik gue kelas VII-3.

Jam 1 siang, bokap lagi baca koran di rumah. Adik gue nyeletuk,

“pak, jam 1 tuh. Gak ngambil rapot?”

“ah, rapat doang. Ntar aja” ucap bokap sambil membalik halaman koran.

Jam 2 siang bokap landing di sekolah, sementara adik gue tinggal di rumah. Bokap meluncur ke kelas VII-1 dan langsung buka koran lagi. Bokap nyantai aja karena masih rame disana, dipikirnya semua just as planed.

Menit demi menit berlalu, halaman demi halaman tuntas terbaca. Bokap celingak-celinguk. Trus bertanya sama guru yang dari tadi menyebut nama-nama yang gak dikenal bokap.

“Pak, rapot anak saya di kelas VII-3 mana? Gak dibagiin?”

“VII-3?” ucap sang guru heran. Trus ketawa,

“Ooh, pasti bapak telat nih, pembagian rapot kelas VII dipindahruangkan ke kelas VII-2” jawabnya.

Kalo jaman2 SMA ato kuliah, orang kayak gini pasti disorakin apalagi tahun 80’an.

Gue gatau gimana raut muka bokap. Tapi kalo gue dalam posisi yang sama (yang mana gue sering kayak begini) gue bakal stey kul.

Segera bokap cabut ke kelas VII-2, baru nongol batang idungnya, terdengar sang guru menyebut sebuah nama

“Iga Winati” Panggil sang guru. Nama adik gue.

Bokap gue, yang belon sempet masuk kelas langsung ambil langkah mantap seraya membuka pintu, berujar di depan kelas, tepat di pintu ruangan, di depan seluruh orang tua murid.

“SAYA”

Menurut kesaksian temen adik gue, nadanya mirip banget dengan Prabowo Sugiarto kalo lagi ngomong :

“GERINDRA”

Gue pasti mencret kalo ada disitu.
Adik gue menyebutnya sebagai insiden pahlawan kesiangan.

Bayangin Betmen tiba2 muncul dan menendang penjahat ketika ada nenek2 mo dirampok, always in time. Inget2 ketika superman muncul dengan kancut merah mencolok dan rambut sepotong yang menggantung di jidat di tengah orang panik akan bom yang tinggal 3 detik lagi meledak, just in time.

Dan bayangin bokap gue yang tiba2 muncul di balik pintu kelas, 1 jam setelah acara dimulai, tepat ketika sang guru menyebut nama anaknya. Just in time.

Lihat? Banyak banget kesamaan antara bokap gue dan jagoan2 itu. Bedanya bokap gue gak terbang2 sambil pake kolor didepan. Wkekekek,

Thursday, April 2, 2009

Kuda Reyot

4 comments :
Uh, tiba2 keingetan peristiwa di kelas 2 smp. Itung2 isi waktu gue tulis aja, semoga kalian terhibur

Jadi, 3 tahun yang lalu, tepatnya ketika gue kelas dua smp. Di kelas VIII-3, tempat gue bernaung, sempet populer yang namanya permainan “KUDA REYOT”.
coba tanya ama anak cowok yang pernah SMP, apaan sih kuda reyot?

Waktu itu lagi jam kosong, sebenernya anak2 ngira waktu itu jam kosong karena udah bel tapi guru gak kunjung masuk.
Berhubung gue pengen tau permainan apaan itu, yaudah gue masuk kedalam jaring2 kebodohan di kelas itu. Kalo gue tau bakal terjadi hal di akhir cerita, gak bakalan deh gue ikutan.

Permainannya singkat, nguras keringet, dan berisiko matahin punggung seseorang.
Permainan ini membutuhkan mental dan fisik sekuat para anggota Be A Man.

Gini mainnya,
Misalnya ada 1 orang sebagai penjaga, dia bakal berdiri di pinggir tembok, lalu pemain kedua bakalan ngambil posisi membungkuk dengan kepala si pemain kedua dijepit diantara kaki si pemain 1. Lalu, pemain ketiga bisa menyambung dengan posisi yang sama kayak pemain kedua dan kepalanya dijepit diantara paha pemain kedua. Begitu seterusnya hingga panjang jadinya,























Belum selesai sampe situ, masa iya berpose kek gitu gak ngapa2in??

Salah satu pemain dari kelompok musuh bakalan menerjang barisan kuda2 itu, lalu merayap dari punggung ke punggung pemain musuhnya lalu ketika sampai di depan penjaga, dia bakalan maen suit. Kalo kelompok 1 kalah, maka kelompok 2 boleh kembali menerjang kuda2 malang itu. Kalo kelompok 1 menang, maka kelompok 1 bisa bales dendam.

Sementara itu para “kuda” yang dinaekin si musuh harus bertahan dengan beban di punggung dan leher. Kalo barisan itu jatoh, berarti kelompok itu kalah. Bahayanya, kalo roboh, kemungkinan patah leher ato mati ketiban bakalan makin gede. Resiko lainnya adalah kalo salah satu pemain kentut, bisa merusak keseimbangan barisan dan biasanya berakhir dengan berantem berjamaah.



















Brengseknya, kadang2 kedua pemain malah ngobrol dulu, misalnya berunding, “mau suit cina atau suit jepang?”

Sensasi permainan ini adalah ketika pemain musuh menaiki kuda2 yang goyang tersebut. Sensasi ketegangan dimana dalam otak kita terlintas pertanyaan “akankah punggung gue patah? Akankah gue habiskan hidup gue di kursi roda?”

Permainan yang berdarah.

Gue ikuti permainan itu. Untuk pertama dan terakhir kalinya.

Jadi, penjaganya Lutfi, gue pemain pertama. Kepala gue dijepit diantara paha lutfi, memang bukan pemandangan yang asik dijepit paha gitu, sempit, pengap, berasa di goa hantu. (Kalo lutfi baca, mungkin dia sekarang bakalan garuk2 pahanya)

Oke, pemain kedua masuk, gatau siapa. Pokoknya yang gue tunggu adalah giliran gue menerjang punggung lawan gue, menang suit, lalu jadi pahlawan dan ikut kejuaraan nasional (Lho?), makanya gue sabar aja dijepit pahanya lutfi.

Lama kemudian, gue gak ngerasain beban di punggung gue. “mana lawannya?” Pikir gue, parah banget nih. Apa barisannya sampe mentok ke tembok? Pikir gue dengan kepala masih bertengger diantara paha Lutfi.

Hening.

Yang ada, beberapa saat kemudian pemain kedua malah pergi dari tempatnya. Gue masih aja dengan begonya sabar menunggu diantara paha lutfi. Goblok-goblok dan goblok.

Gue gak nyadar Lutfi nepok2 punggung gue, yang gue pikir adalah isyarat supaya gue siap2 ditiban musuh. Gue pasang kuda2, musuh gak kunjung datang, punggung gak kunjung berat.

Habis sudah kesabaran gue. Saat gue pengen protes untuk mempertanyakan kesiapan mereka maen ato nggak, gue langsung kaget dan syok abis ketika pantat gue ditendang seseorang. Beneran ditendang, sakit banget. Berasa disunat lagi tapi dari belakang.

Apaan nih?? Gak ada dalam skenario kan??

Apakah ini babak bonus dimana orang yang baru pertama bermain bakalan ditendang pantatnya secara bergiliran??

Apakah ini ritual khusus untuk menyambut gue sebagai pemain pertama??

Tetep, kesabaran gue sudah mencapai batasnya. Segera gue lepaskan kepala gue dari cengkraman paha Lutfi dan langsung berteriak,

“APAAN SIH NIH?! DASAR ....”

Sebelum gue mengatakan kata2 yang biasa diucapkan preman terminal senen, gue langsung mati gaya. Orang yang barusan nendang pantat gue adalah pak Suryani, wali kelas gue. Udah gitu dia guru agama islam pula.

Hening.

Sumpah, waktu seakan membeku. Lutfi masih diem ditempatnya, tangan ketembok, kaki ngangkang. Gue, masih dalam posisi erotis, membungkuk depan lutfi, kepala menghadap wali kelas, mulut nganga, bingung mo ngomong apaan. Persis kambing kurban berusaha ngomong “jangan potong saya”.

Hening

Apa yang harus gue lakukan? Ada beberapa pilihan (bodoh)
1. Stay cool kayak bintang iklan mentos.
2. Nyengir2 kayak syekh puji baru kawin
3. Berusaha ngomong bijak kayak kak Seto
4. Pura2 mati

Sesaat kemudian gue baru nyadar kalo lutfi udah gak sadarkan diri. Gara2 gue terlonjak kaget menyundul selangkangannya, asmanya kambuh, trus dia roboh. Masalah kuda reot dilupain sejenak. Gak lama kita kerumah sakit, dan lutfi dinyatakan koma untuk beberapa hari.

Oh iya, udah bukan april mop lagi ya?
Huehehehe, maap bagi yang udah ketipu.

Back to topic,
Untung Lutfi segera menyadarkan gue untuk cabut dari tempat tersebut. Gue langsung lari ke tempat duduk gue, dengan pilihan kedua yaitu cengengesan, gue menuju tempat duduk gue sambil ketawa2 gagap.

“KEBANGETAN!!” teriak wali kelas gue. Sangking ngamuknya beliau, dia ngambil penghapusan papan tulis lalu dilempar sembarangan ke penjuru kelas.

Gue lupa siapa yang gak beruntung waktu itu, tapi yang jelas ada yang ketimpuk.

Trus beliau ngambil spidol. “KEBANGETAN!” ucapnya lagi, lalu ngelempar spidol tersebut. Kali ini gue lupa ada yang kena ato nggak.

Lalu spidol berikutnya, dan terakhir dia ngelempar meja.
Boong deh yang soal meja. Tapi kalo kuat dia pasti niat.

Terkutuklah orang yang menciptakan permainan kuda peyot.

Sejak detik itu, gue ngerasa pantat gue gak pernah sama yang kiri dan kanan, gatau juga sih, abis gak keliatan. Dan kalo ada anak kurang kerjaan yang ngajakin gue maen kuda peyot terkutuk itu, gue gak pernah mau ikutan. 7 turunan gue pun gak bakalan gue ijinin maenan kek gituan. Kalo gue jadi presiden bakal gue penjara orang yang maen kuda reyot dan kalo gue jadi anggota DPR bakal gue susun UU mengenai “kuda reyot dan menendang pantat”
























Tragic

Maaf buat gambarnya yang kurang rapi. Bikinnya buru2,
Hoaaah, pengen beli tablet pen.

Saturday, March 28, 2009

Lagi-lagi di metromini

1 comment :
mungkin hal ini udah biasa terjadi di masyarakat, pada umumnya orang yang biasa pulang pergi naek Metromini dan suka bengong di bus biasanya mengalami hal ini. Bukan, bukan kesurupan kok, tapi kecopetan.

Oke, gue gak kecopetan. Tapi hampir.

Jadi, ketika gue berangkat dari rumah menuju sekolah jam setengah 2 siang, seperti biasa gue ngambil bus P24. Anggeplah bus ini merupakan jalan tercepat ke salemba (kalo lampu lalu lintas ijo semua, cepet deh). Gue terpaksa berdiri karena gak ada bangku, dan gue berdiri di baris belakang deket kenek, ya, orang yang suka teriak-teriak gak jelas.

Ketika gue seperti biasa bengong di bus, gue gak nyadar bahwa jumlah penumpang semakin membengkak. Sementara, ketika ada bangku kosong gue malah memberi orang lain kesempatan untuk duduk (padahal kalah berebut sih). Dan semakin membengkak, semakin terhimpitlah gue ketengah, lega juga jauh dari terompet idup.

Gue gak merhatiin orang2 yang naik, bagi gue, mereka cuma penumpang biasa kek gue. Trus, ada dua orang yang masuk, orang2 inilah yang nanti menjadi pemeran utama dalam postingan kali ini, satu lewat pintu depan, satu lagi lewat pintu belakang. Gak ada yang aneh ama dua orang ini, ini ciri2nya.

Pria pertama,
gemuk,
Bertopi,
ngerokok,
pake tas,
bersih

Pria kedua
kurus,
bertopi,
pake tas dislempangin,
alim,

Tapi sebenernya ciri2 kek gini gak guna juga, mereka itu kek bunglon.

Oke, ini bagian yang seru. Mereka menghimpit gue kek om-om homo, gue terhimpit (yaiyalah). Setelah itu, salah satunya nyalain rokok, gue yang asma gini suka gak kuat, tadinya gue udah niat pindah kedepan liat bangku kosong, berhubung yang di depan adalah temen2 sopir (penampilan kurang bersahabat) jadi gue urungkan niat itu, apalagi gue dalam keadaan terhimpit.

Dihimpit orang2 gak jelas, dan dikerubungin asap rokok, gue jadi males ngapa2in. Kemudian, hal ini terjadi, om-om gendut itu mulai menggeser badannya, mengisyaratkan bahwa dia pengen lewat ke belakang gue, dan anehnya hal itu bersamaan dengan si mas-mas kurus, dia juga pengen lewat ke depan gue. Padahal di belakang gak ada bangku kosong.

Gu gak nyadar, gue cuma miringin badan dan bengong sambil mikirin "aah, mo maen mirror's edge", beberapa detik kemudian gue nyadar, modus kejahatan kek gini sering terjadi di metromini dimana copet sok2 lewat sampil ngejepit2 lalu mulai ngegerepe si korban entah itu cewe, cowo. Dan dugaan gue bener, gue emang rada blo'on, tapi gue tau kalo kantong gue lagi dirogoh,

bagi gue, orang yang belum pernah digrepe2 di metromini, sekali digrepe, gue pasti nyadar. Hampir aja gue mendesah2 (GAK LAH)

Gue cengengesan aja, rogoh tu kantong ampe botak. Sungguh gue bersyukur Converse menciptakan sepatu yang ada kantongnya (beneran) dan gue udah naro sebagian besar duit gue di kantong sepatu (ini juga beneran). Sementara, dompet yang isinya dikit ada di tas, dan hape juga.

Intinya, kantong celana gue lagi sekosong otak si copet.

5 detik digrepe2 udah cukup bagi gue, gue hampir menyangka kedua orang ini adalah muridnya robot gedek, dan bisa mereka udah ngincer gue sejak lama. Gue segera berontak dan menyeruak kedepan, dipalak sopir bodo deh, daripada digrepe2 gini, bahaya juga kalo ujung2nya gue diketemukan terpotong2. pikir gue. Ketika gue maju kedepan, tangan si copet kurus masih ada di kantong gue, tangannya ketarik, mungkin dia udah nyiapin jebakan ninja kek buat situasi kek gini, yang selanjutnya terjadi adalah

Cring, kedengeran suara konci jatoh, trus si kerempeng-mana-keren sengaja ngeluarin suara keras,

"Woi! Ngapain sih lo?? Konci mobil gue jatoh!"

Gue cengok, dia beneran ngomong gitu.

Idiot.

Kalo dia punya mobil, ngapain naek metromini?
Kalo bensinnya abis, ngapain bawa konci mobil?

Gue tau, mobilnya pasti dilaminating trus dijadiin gantungan konci.

Kalo lupin, si raja pencuri ada disini, dia pasti bakal ketawa sampe guling2an.
Gue bener2 pengen ketawa saat itu, masalahnya penumpang yang gatau duduk persoalannya ngeliatin gue seakan gue copet itu, ya tampang gue memang gak diragukan. Orang2 bisa mengira gue anak putus sekolah trus mulai nyopet untuk maen Seal online.

jadi gue langsung ngeloyor kedepan dan duduk disebelah sopir cs. Beberapa menit kemudian gue merasa lebih tenang disana, masing2 orang tersebut sama sekali berbeda dari persepsi gue. Jadi sekali lagi pepatah "jangan liat buku dari sampul" ada benernya.

Gue turun di senen, hujan. Gue menyeruak masuk ke M01 pertama yang gue temuin, beberapa saat kemudian, orang dengan perawakan seperti kedua copet tadi masuk, gue waspada. Berbeda dengan kedua orang tadi, orang ini keliatan lebih biasa mencopet, jidatnya kotor, pake jaket jeans, rambut dikeatasin, kekar, bertato, tampang serem, cocok deh jadi model iklan rokok. Belum 5 menit, hapenya bunyi, ringtone radja, trus dia mulai ngomong,

"iya, aku lagi dijalan. Aduh, aku lupa lewat mana gituh, yaudah kalo nyasar aku telpon tante ya"

Sekali lagi, gue cengok. 2 kali dalam sehari sebuah pepatah tepat.

Ehem, amanat yang tersirat untuk hari ini,
kalo mau naek bus pastikan ada bangku kosong untuk didudukin, jangan sok akrab dengan orang2 sekitar anda, dan untuk kesempatan berikutnya belilah sepatu converse yang ada kantongnya. Merdeka!

ini sepatu gue, kurang mirip gue rasa, kantongnya gak keliatan pula, draw by me




Thursday, March 26, 2009

One Trip after makan di warteg.

3 comments :
Kemarin, gue dan Ismail menjelajah jakarta dan sekarang badan gue pegel2. here we go,

Ya, gue abis makan di warteg. Bareng Ismail. Warteg asoy murah meriah yang ada di belakang jalan salemba. Abis UTS, balik jam 10.30 siang, gak ada kerjaan.
Abis makan dengan riang gembira, kita nongkrong di sebelah warteg, memandangi kali yang kotor dan jaga-jaga kalo ada penduduk 68 yang lewat, takut disangka bikin basis baru.

Gue curiga mail kebanyakan makan kikil sehingga dia bilang kek gini,
“Mungkin kita gak bakal berhenti makan disini sampe salah satu temen kita keracunan kerang. Kalo hal itu terjadi, berarti kita harus cari warteg lain.” Sabda mail,

“Jadi?” tanya gue
“Kita keliling2 yok cari warteg laen di sekitar sini.” Jawabnya.

‘Sekitar sini’. Deket kedengarannya. Maka dari situ kita jalan lurus dan nemuin 2 warteg, beberapa saat setelah jalan kurang lebih 500 meter kemudian pembicaraan kami berubah.

“Okeh ni kit, kalo jalan belok kiri arah kita ke megaria, kalo kanan kita tembus di FKUI salemba.” Ucap mail. Menggoda tentunya, tanpa ada jawaban kita belok ke kiri, dan bener2 gatau tujuan ke megaria mo nonton apaan.

Sampai di megaria, kita duduk di depan tangganya. Nonton apaan bingung, mau ngapain juga bingung, yang ada kita malah ngawasin kerjaan tukang sampah. Sambil si mail berdendang “walau hidup susah, walau makan susah, walau tuk senyum pun susaah~~”

And finally, setelah banyak argumen kita akhirnya mutusin untuk masuk ke bioskop tersebut. BUAT NUMPANG KENCING DOANG.

Yap sodara-sodara, kita masuk, belok kanan, masuk WC, kencing, dan ngabisin banyak tisu toilet buat ngeringin tangan, abis itu cabut. FYI, mayoritas megaria isinya anak 68 semua hari itu.

Okeh, urusan bawah udah beres kita akhirnya mutusin untuk jalan2 ke jalan Surabaya, ngeliatin barang antik nan elok. Ada piringan hitam langka, tas-tas jalan, barang-barang antik, patung2, dan kumpulan patung tetek. Tiba2 gue berasa ada di bali setelah satu jalan.

Di ujung Jl. Surabaya, entah ada angin apa, entah ada bisikan dari mana, bukannya balik ke salemba, kita malah ambil jalan menuju TAMAN MENTENG. Dengan berjalan kaki.

Di taman menteng, yang gataunya panas mampus, kita duduk bentar di parkiran, ngobrol, minum fruit tea, ngeliatin lahan kosong dan menyusun skenario bego untuk kenalan ama anak SMA laen yang gataunya udah pada cabut duluan.

Next stop, taman SUROPATI. Dan kita jalan kaki dari satu taman ke taman lain, berasa jadi backpaker, berasa jadi bolang, dan sebenernya kalo cuaca bersahabat, kita mungkin lebih semangat. Tapi, panasnya cuaca seakan berkata “Mati! Matilah kalian terbakar dijalan!!”

Gue istigfar, akhirnya nyampe di taman suropati. Gue berhasil mewujudkan impian gue untuk mengamati patung yang gue sebut patung-orang-naik-kuda-tapi-kuda-itu-cacat-lehernya, yaitu patung pahlawan berkuda yang kuda tunggangannya memiliki bentuk leher yang kepanjangan, kayak jerapah dipelintir.

Puas duduk2 di halte bus berduaan kek alay, kita masih belum menyadari derita kaki masing2. Yang ada kita malah mutusin buat balik ke salemba jalan kaki, dan gobloknya mail malah ngajak cabut ke museum keramik. Kalo iman gue gak kuat, gue mungkin udah ikut dan sekarang gue lagi dirumah sakit karena pembengkakan kaki.

Inilah hal terbodoh dan terasik dari perjalanan ini, gue tiba-tiba dapet ide bodoh untuk pemberhentian terakhir. Yaitu MONAS. Dan mail setuju dengan ide ini, pengalaman terakhirnya untuk menuju the top of monas gagal karena antriannya kepanjangan.

MONAS, monumen nasional. Yap, sekali lagi jalan kaki.
Gue, melangkah berjalan dengan komando naluri ismail. Menurut dia, kalo lewat Jl. Surabaya (lagi) kita bisa sampai dengan berjalan kaki. Maka, mulailah kita jalan melewati Jl. Surabaya yang elok nan cantik.

Ketika udah nyampe penghujung jalan, tiba-tiba mail nyeletuk. “eh, kayaknya kalo naek bus 502 bisa lebih cepet deh” ucapnya.
“Oh, kalo gitu ya tinggal naek.” jawab gue.

“Tapi masalahnya, 502 lewat sana, kit.” Ucapnya

Dan maksudnya, bus terkutuk 502 itu lewatnya ujung Jl. Surabaya yang udah kita lewatin. Lurus di ujung, jauh di penghujung jalan yang telah kami lewatin.

Maka, sekali lagi kita berjalan menyusuri Jl. Surabaya yang TIDAK elok nan TIDAK cantik. Mungkin orang2 penjaga kios bakal ngerasa familiar dengan muka kita ato mereka bakal ngerasa De Ja Vu masal dengan ngeliat siswa bertampang bego berseragam putih abu2 mondar-mandir.

Untungnya akal sehat kita menyelamatkan kaki-kaki kita, gue baru sadar monas itu jauh setelah naek 502. Kita berhenti di depan monas, lalu masuk dan berjalan sedikit menuju kendaraan gratis yang menuju pintu karcis.
“Mane nih keretanya? Jangan2 kerjanya kalo libur doang.” Seru mail.
“yodeh, kita jalan aja”

Beberapa meter setelah itu, kereta yang barusan disebutin tampak dari kejauhan. Gue dan mail, diiringi dengan angin-angin sepoi, langsung balik arah dan cabut ke pemberhentian kereta tersebut.

Lets skip, setelah irama lari yang gak jelas, bayar karcis, dan berdoa supaya monas gak tutup. Kita sampe di puncak monas. YAP, Puncak monas. Ini adalah pertama kalinya Ismail Hardianto menginjak the top of monas. Ini yang kedua bagi gue, dan kalimat pertama yang diucapkan mail adalah

“pertamax mahal gan!” ucapnya sambil cengar-cengir. Bagi kaskuser, pasti tau.

Pemandangannya sungguh berbeda ketika gue SD dan sekarang, dulu (sangking boncelnya gue) gue musti naek besi tangga untuk bisa ngeliat pemandangan dari monas, sementara temen2 gue dengan binalnya berebutan untuk ngeliat. Jadi 7 tahun yang lalu, apa yang gue liat dari atas monas adalah pantat temen-temen gue yang bergerumul diatas tangga besi.

Momen yang bersejarah.

Sekarang, gue bisa bergaya di depan jeruji pembatas, ngerasain angin sambil ngeliat sini-situ tanpa ada yang ngalangin. Plus, gue bisa nyoba teropong yang sengaja dipasang disana untuk ngeliat kota dan udah gue impi-impikan sejak kunjungan pertama gue yang tidak mengesankan.

Mission Acomplish. Gue dan mail lalu menuju lantai 2 monas, yakni diatas cekungan monas. Disana sepi, dan anginnya parah kenceng. Sangking kencengnya, ketika kita ngeludah, ludahnya langsung belok ke kanan atau kekiri, beruntung gak balik ke muka kita. Sekarang gue ngerti kenapa waktu gue SD gue dilarang main ke tengah situ, jelas aja, anak kurcaci kayak gue bisa langsung kebawa angin kalo gak diawasin.

Setelah muter2 disana bentar, melakukan eksperimen relativitas hubungan ludah dan kecepatan angin, lalu ngeliatin bocah (8-10 tahun) yang lagi pacaran di tepi jeruji pembatas.
Akhirnya kta cabut dari monas, dan belum sampe pintu keluar, kita ketemu dengan life freak show. Ada bapak2 di dalam mobil, pintu mobil dibuka, volume radio mobil dibikin full, dan dia karaokean sambil merem, tangannya kemana2

“Oooo~~~ my love.... My life ~~~ Theres one~~~” suaranya dari radio, bapak2 itu gak bersuara, cuma mulutnya gak bisa diem.
Mulut bapak2 itu monyong2 kek ikan mas koki, palanya geleng2, dia betul2 menghayati lagu itu.
Waktu itu gue udah lupa norma dan etika, gue pantengin bapak2 itu dari jauh, gue liatin bareng mail sampe akhirna dia nyadar, abis itu kita cabut sambil ketawa2. Untung bapak2 itu gak ngejar pake mobil, mana bisa gue dan mail lari dengan dengkul kayak gini.
Pemandangan kek gitu, angin yang asik gini, dan ngeludah dibawah leher monas bareng sohib bukan hal yang bisa dilakuin tiap hari.

Oya, ketika gue dan mail balik ke salemba jam 4 sore untuk ngikutin bimbel, inilah hal pertama yang gue denger ketika kita memasuki kelas

“YA AMPUN, LO BERDUA CEMONG BANGET”
“SUMPAH LO KAYAK JAMET”

Pesan moral : Jalan2 dadakan dan tanpa tujuan dengan seragam sekolah bukanlah hal yang baik. Kasihanilah kaki anda, jangan cuma jantung atau hati. Ya kan il? Hehehe,

Oh ya, we are NOT gay. Ismail punya cewek. Thx for asking.
(buat anak SMP gak jelas yang kemaren ngebasis di menteng, fuc*, semoga lo Lolos UN, bukan lulus)

Sunday, March 22, 2009

Shisha, ribet tulisannya

1 comment :
Pernah waktu buka bersama di atrium, temen gue ngajakin nge shisha

Apaan tuh shisha? Pikir gue. Menurut penjelasan singkat sekitar gue,
Sisha tuh enak. Ada macem2 rasa, dan lebih mendingan daripada rokok. Sangat jelas, yang enak itu gak bener. Ayam goreng, enak, tapi mahal. Dangdut, enak, tapi kalo dengerin dibilang banci ato sopir truk.
Waktu itu gue gak ikutan, selain duit tinggal dikit, gue punya janji ama kasur dirumah.
Baru hari ini gue browsing, dan gue dapet fakta tentang sisha

Apakah hookah atau shisha ? shisha adalah produk ramah lingkungan yang cocok dikatakan sebagai pengganti rokok yang lebih "sehat", alias hubbly Bubbly adalah perangkat yang terdiri dari pipa dengan selang panjang dan botol kaca, dan prinsip kerjanya adalah tembakau yang dipanaskan akan menghasilkan uap yang lansung disaring oleh air sebelum dihirup sebagai proses penyaringan. Menggunakan tembakau dengan berbagai macam rasa buah-buahan dan hanya mengandung maksimal 0.05% nikotin dan 0% tar (jauh lebih kecil dari jenis rokok apapun). Cara menggunakan shisha sangatlah mudah dan seru . Selamat menikmati sensasi eksotis Shisha!!

Pencarian gue berikutnya,

Akhir tahun lalu, Agen Anti Tembakau Prancis (L'Office Français de prévention du TabagismeOFT), melansir hasil penelitian Laboratorium Nasional Prancis tentang bahaya shisha. Seorang penghisap shisha setara dengan 70 penghisap rokok biasa. Kandungan tar dari asap shisha sama dengan 27 hingga 102 batang rokok. Penghisap shisha sama saja dengan menghirup karbon monoksida (gas yang terkandung dalam asap knalpot) seperti yang dikandung 15-52 batang rokok biasa.

Kancut. Dasar iklan.

Ini masih ada tambahannya.

Dalam 70 liter asap shisha, tipe pertama menghasilkan 319 miligram tar atau 32 kali lebih besar dari kandungan tar yang diizinkan di Eropa. Sedangkan shisha tipe kedua mengandung 266 mg tar atau 27 kali lebih tinggi dibandingkan rokok biasa. Sisha tipe tiga memiliki kandungan tar 1.023 mg, atau 102 kali diatas ambang batas rokok biasa.

Shisha tipe pertama memiliki kadar karbon monoksida 17 kali lebih besar dari rokok biasa, tipe 2 mencapai 15 kali lebih tinggi, dan tipe 3 sebanyak 52 kali. Sedangkan kadar nikotin pada shisha tipe 1 dan 2 setara dengan sebatang rokok, sedangkan tipe 3 setara dengan 6 batang rokok.

"Bahaya shisha lebih besar dibanding rokok biasa. Walau rasa tembakau shisha tidak sepekat rokok biasa, kandungan racun didalamnya bisa menimbulkan beragam penyakit mematikan,” kata Marius.

Jadi intinya :
Ngisep sisha rasa susu = minum susu di depan knalpot motor yang lagi digeber.
Jadi, inilah yang gue dapet dari om google. Terserah ente mau ngambil sikap yang mana, pro ato kontra. Kalo shisha digunakan untuk tujuan naikin gengsi, gue rasa lebih baik gak usah, kenapa gak sekalian aja bikin rekor ngerokok 70 batang? Sisha sendiri gue rasa emang paling baik buat terapi perokok aja.

Renungan tentang cinta monyet

1 comment :
Sebelumnya, kalo pengen nyari yang lebih asik, mendingan googling tentang irak ato buka kaskus. Ciao.
uhuk,
Sekarang gue pengen ngajak temen2 buat ngerenung dikit. Ini mengenai hal yang kita sebut sebagai cinta monyet, gue sebut cinta monyet karena kita belum punya momentum yang jelas tentang hubungan ini, secara untuk menyayangi seseorang aja kita harus punya hubungan yang disebut pacaran.

Tuesday, March 17, 2009

Bus kota dan sebuah batu

No comments :
Gatau deh kenapa gue masih bisa ngeblog menjelang UTS gini.
Oiya, makasih buat temennya adit yang udah baca blog gue ini. Salam kenal.

Ehm, kali ini postingan gue menyangkut pengalaman gue sama ismail dan Armand . Kejadiannya cukup lama, tapi gue masih inget dengan jelas.

saat itu hari sabtu 14 maret 2009, siang bolong. waktu itu kita abis makan di soto yang katanya arman enak mampus. Lumayan sih, 7000, sama harganya kayak soto di Jl. S*l*mb* satu, cuma ini porsinya lebih banyak dan kalo diinget-inget emang enak (iyalah, ngingetnya pas lagi laper gini). Cuma waktu diitung2, duit gue keluar 10ribu buat ongkos bolak balik dan kerupuk 1000 perak, sama aja bodong. huhuhu

Setelah sampai di perempatan UI salemba, gue-mail-arman lagi jalan sempoyongan karena mabok soto. Tiba-tiba sebuah bis kota merapat ke trotoar, trus turunlah seorang bapak-bapak setengah baya, gemuk, dan wajahnya gak menunjukan rasa bersahabat.

Bapak2 itu turun dengan terpogoh-pogoh, gatau dijorokin ama kenek atau dia salah kaki, pokoknya turunnya gak lurus gitu deh. Pas udah turun, bapak2 itu ngeliat bis yang hendak berangkat dengan tampang murka.

Gak lama dia ngambil batu, segede telapak tangan monyet bengkak (baca : seukuran bola softball)

Dia ambil ancang-ancang,

trus ngelempar lurus ke arah bus,
Batu itu menghantam badan bus. cuma kurang sejengkal dari jendela bus.

Bus itu terguling, menyenggol 3 mobil di sebelahnya ampe menghantam trotoar. beberapa mobil ngerem mendadak sampe ada tabrakan beruntun. Parah abis, korbannya masih bisa diitung, 5 orang kegencet, 13 orang luka-luka, dan beberapa orang yang baca blog ini udah ketipu.

he he he,

Batu itu mantul tepat di depan mail, abis itu berhenti. untung gak kena,

Bayangin kalo itu batu beneran nerobos jendela bus trus kena turis yang lagi motret2 keindahan kota jakarta lewat jendela. Ato lebih ekstrim lagi bayangin kalo batu itu masuk bus, tiba2 ada seorang veteran perang yang paranoid dan teriak "AWAAAS!! GRANAT!!"

Panik. Ribut. Bakar.

Kebayang deh kalo kejadian, bakalan ada orang digebukin tuh.
Intinya : Sebagai penumpang yang baik, hendaknya kita turun dengan kaki kiri, kalo kenek udah gak sabar cukup bilang, "ngedorong gue, gue tebalikin ini bus"

*kenek : orang yang kalo kita lagi di bus mintain duit bus sambil ngebunyi2in koin di tangannya (pamer kali)

Wednesday, March 11, 2009

Film Indonesia

No comments :
Gue banyak baca di internet ttg artis yang tengah naik daun.

Film-filmnya telah banyak beredar di bioskop dan kebanyakan dari film tersebut memakai nama artis ini.

dia adalah,
Mrs. Kuntilanak

Gue ogah ngupload gambarnya berhubung sekarang gue lagi sendirian jam 2 pagi. Parah juga kalo tiba2 ada yang ngomong dibelakang gue, "jangan yang itu dong, ambil gambar gue lagi narsis"


Film2 yang telah dibintanginya :
Kuntilanak
Kuntilanak 2
Kuntilanak 3
Kuntilanak Lawang sewu
Kuntilanak Beranak
Hantu Kuntilanak
Kuntilanak Kamar Mayat
Sarang Kuntilanak
Dendam Kuntilanak
Pocong Vs Kuntilanak


Maksud gue, kenapa bioskop musti kebanjiran film kek gini? masih banyak kan jenis film lain selain Horror dan segala hal yang berbau kuburan, kemenyan dan Kuntilanak yang bisa dijadiin tontonan umum? Karena, banyak banget hal2 yang bisa digarap sebagai film Indonesia yang berkualitas, cukup lirik kiri, kita bisa ketawa ngeliatin banci dikejar trantip, lirik kanan kita bisa sejenak mikirin sodara2 kita yang kurang beruntung untuk tidur di pinggir jalan, nyengir2 karena efek lem, dll. Dengan gitu, pemerintah juga bisa melek dengan ngeliat realita yang terjadi di masyarakat. Kalo film macem gini yang keluar, ada juga anggota DPR bakalan banyak2 beli jimat buat jaga rumah.


Bayangin aja, apa coba kata bule dkk ketika ngeliat daftar film di bioskop kayak gini?

"Indonesia Is a Country of ghost"

Gue memang belom nonton semua film itu, baru satu dua. Cukup denger dari kiri kanan gue udah bisa ngebayangin isi film tersebut,

Mail : "filmnya Kuntilanak beranak. TAPI MANE ANAKNYA??"

Ngehe bukan?
Belum lagi pemainnya, kalo gak artis dangdut, ya artis dangdut nyaris xxx.

Film memang bertujuan menghibur (dan banyak untuk mendidik), tapi bukan untuk mengubah budaya dan rasa nasionalisme seseorang. Secara nyata, apa yang gue liat dari judul2 film yang beredar adalah pembunuhan karakter bangsa Indonesia. Siapa yang bisa bilang Indonesia adalah negara penuh dengan corak budaya dan bahasa kalo judul filmnya "BERANAK DALAM KUBUR?"

Jadi, ayo rame2 kita bikin inovasi baru. Lontarkan ide2 tentang film Indonesia yang bener2 "Indonesia" dan gayang perfilman Indonesia. Berapa lama lagi kita bakal bertahan dengan film2 semacam ini dan berakhir di tangan film bokep?

Tuesday, February 24, 2009

Tugas Sejarah, menjelang ulangan, P10

1 comment :
Mari ngeblog lagi.

Lanjuuuut, gue pikir hari ini gue bakal sesial orang ini (Sumber : Kaskus.us, The Largest Indonesian Community)























Ketika udah setengah jalan sampe sekolah, flashdisk gue yang berisi tugas PKN (tugas-asal-ketik) ketinggalan. Gue juga belum ngerjain matematika. Untungnya gue gak lupa pake celana dalam.

Setelah itu gue girang denger berita hari rabu dan jumat libur. Ya, hari kamis adalah hari kejepit banget. Udah gitu hari kamis ada pelajaran Sejarah, dimana kelas gue harus ngumpulin tugas remedial peta-pesebaran-manusia-purba. Dan gue lupa denger darimana, hari kamis itu ulangan biologi. WTF. Gue mau belajar darimana? Bagus banget gue nunda2 mulu motokopi buku arman. Mudah2an ada modul yang bagus di internet ttg animalia.

Okeh, jadi hari itu gue berhasil lolos dari pelajaran PKN karena gurunya gak masuk. Jadi gue pulang sendiri karena orang-yang-biasa-bayarin-gue-naek-bus lagi pacaran. Hehe,
Berikutnya, gue cabut dulu lewat rute lain karena butuh beli bahan2 buat tugas sejarah. Jalannya berasa pendek dan sakit, yaiyalah, berasa sebentar karena gue ketiduran di bis, dan berasa sakit karena bangun2 gue kejedot kursi di depan gue.

Abis beli sterofoam ama karton, gue pulang dengan bis yang sama, P10.
Bis pertama yang gue berhentiin jalan terus, yang kedua lagi gak nerima penumpang. Baru pada bis ketiga gue bisa naek, dan ternyata bis itu penuh. Gue terpaksa duduk di pojok kanan belakang.

Gue langsung duduk aja gitu.
Gak berapa lama bus jalan, cewek SMA yang ada di sebelah gue bergumam tanpa suara sambil nunjuk2. Gue gak ngertilah, gue pikir tadinya dia bisu. Gue bales tanpa kata juga, Cuma nunjuk2 gajelas, sambil menebak apa yang dia pikirkan.

Gue menunjuk sterofoam yang gue beli, sambil masang tampang “ini maksudnya?” gue pikir dia pengen nanya dimana belinya. Tapi dia menggeleng sambil menunjuk arah yang laen dari situ, tepat di sebelah sterofoam yang gue beli.

Gue ikutin arah tangannya, dan ternyata tangannya menunjuk ke arah kaki gue, tepatnya sepatu gue.

Gue tengah menginjak bekas Muntahan orang.

Kalian tau muntahan kan? Makanan yang gak tecerna dengan baik lalu dikeluarkan dengan paksa dari dalam tubuh karena suatu efek penolakan dari lambung.

Ganteng. Ganteng banget.


Gue langsung menggeser badan gue ke kiri, mengangkat sterofoam yang gue beli dan berseru dalam hati
‘Monyet’

Cewek itu ketawa. Gue takjub, jangan2 karena ngeliat gue menapaki muntahan, dia langsung bisa ngomong? Oh ternyata enggak, dia emang bisa ngomong.

“makanya kalo duduk liat2, namanya juga Indonesia” katanya sambil ketawa. Iyah, gue jg tau ini Indonesia, gue bukan berasal dari Timor-timur kok. Pikir gue sambil ngegesek2 kaki. Untung orang yang muntah gak tumpahin di kursi.

Hebatnya, kalo cewek umumnya, mungkin akan langsung ilfill, nutup idung, memandang ke arah lain lalu ngediemin gue menapaki muntahan itu sampe pulang kerumah. Lalu gue akan tanpa dosa bawa aroma terapi gitu ke dalam rumah. Untuuung, masih ada orang baik di Jakarta ini.

Gue ngelirik muntahan laknat itu lagi. Hari gini ternyata buang sampah sembarangan udah gak zaman. Yang jaman itu muntah sembarangan.
“Udeh, gak usah diliatin. Hahahaha” tambahnya. Dari sini obrolannya berlanjut, seputar muntahan. Ya enggaklah.

Okeh, jadi cewek ini namanya ...... Gue gatau, beneran. Sekolah di SMA 40 yang katanya deket ancol, dan setelah gak sopan ngomong pake gue-elo, gue yang kodratnya taat pancasila ini langsung keki ketika tau dia kelas 12.

Kepada siswi SMAN 40, Ancol (gue gatau daerah mana XD) kelas 12, yang berkulit putih, pulang naek P10 dan berbehel gigi,
Thx banyak, semoga amal ibadah anda diterima tuhan YME. Amiiin.... ^ ^



.

Saturday, February 14, 2009

Hari pertama Execom

3 comments :
Holle, selamat hari sabtu-tanggal-14-Februari-2009!

Yang katanya hari valentine (yaiyalah). Tapi kayaknya gak ada yang spesial hari ini, bahkan google nggak ngerubah logo jadi lebih unik seperti biasanya kalo di hari bersejarah. (ralat : Ternyata ganti deh, goblok lo kit)

Bahkan gue gak merasakan cinta kasih di hari 'kasih sayang' ini. Nyaris gue ketabrak metromini waktu jalan di Senen, dua kali. Hampir gue teriak ama si sopir "INI HARI VALENTINE, TOLOL!"

Terus kenapa?

Anywey, selamat bersenang2 bagi yang merayakannya. Itu yang disana makan coklatnya yang bener, coklatnya masih nyisa di mulut ^^

Back to topic.
Hari ini execom resmi berjalan. (riuh rendah suara tepok tangan di kejauhan) gue nyampe di sekolah pukul 8 dan ketemu temen2 gue yang udah standby duluan disana. Termasuk Pembina execom, pak Hasan. Udah 2 minggu rencana belajar desain grafis bareng gagal gara2 urusan sekolah. akhirnya baru minggu ini kita bisa ngobrak-abrik komputer sekolah.

Komputer sekolah sendiri gak usah diobrak-abrik juga udah parah. Memory RAM ada yang cuma 128 MB tapi dijejelin program berat kayak adobe potoshop (untungnya masih bisa jalan walopun ngeheng2). Ada yang berbaris dengan gagah tapi gak bisa nyala, ada yang bolong sana-sini, ada yang cuma 'kesenggol' ama kaki Andra, tutup casingnya langsung copot. WTF.

kegiatan pun dibuka oleh Ismail, selaku ketua dengan sepatah-dua patah kata,
"Assalamualaikum wr.wb"

"sukur2 yah, sekarang kita bisa berkumpul disini buat ngejalanin ekskul execom." (Wajah2 berwibawa calon gubernur)

"stelah 2 minggu gak jadi2, akhirnya kita ngumpul juga. Ketemu lagi ama wajah-wajah.... (tangan menunjuk dan entah kenapa omongannya terputus)"
Abis itu ketawa, semuanya.

Kemudian diakhiri dengan Peace & Love. Gokil memang.

Wkkkkk, lanjutnya gue mempresentasikan modul pengenalan adobe pthosop cs3. It's fuck***g fun, rasanya beda bacain puisi di depan kelas dengan berinteraksi bareng anak2 execom. Anget kayak teh tubruk, kocak kayak nonton tukul digigit buaya. Gue sendiri baru hari itu megang buku "guide to ptohoshop cs3 for student", karena kegiatannya gak formal2 amat, bukan seperti KMB ato sidang mahkamah agung, jadi modul 1 dan 2 selesai hari itu juga. Gue gatau apakah sistem belajar kayak gini optimal, tapi kita liat aja nanti, gue harap semuanya berjalan sesuai rencana.

thx to semua yang udah dateng. Oya, Selamet buat Arman dan Taqqiyah yang baru jadian pada hari Jumat tanggal 13 kmaren. 'Jum'at Agung' kata Dede. wkkkkkk

Tuesday, January 27, 2009

Antara Aku, Gramedia dan Salah Orang

8 comments :
Ngapain gue ke gramed?
Gue nyari buku buat materi Execom.
Waktu udah sampe di seberang jembatan bareng firli, gue lupa buat bayar duit sejarah. Jadinya gue terpaksa balik ke sekolah.
Hebatnya, Guru sejarah gue gak ada di tempat. Buang2 waktu banget.

Akhirnya gue paksa Fahmi Judi dan Haryo buat nganterin gue naek motor ke Gramed.

Judi bawa motor kayak setan abis disunat.
Sementara gue duduk di belakang cuma pake helm setengah nyawa yang kalo diinjek langsung ancur. Kepala gue, otak gue, lagi bertengger disitu. Jud, lo bener-bener gak sayang gue.

Sebenernya gue udah tobat naek motor ama Judi, gara2 dibawa ngebut dari KSM ampe rumah. Namun karena gak ada yg nemenin yaudah. Waktu dibawa melewati ambang antara hidup dan mati, seluruh ingatan kehidupan gue berkelebat di sekitar gue, sensasi yang biasa gue rasakan kalo naek motor ama Judi. Gue ngintip ke spedometer motor iblis itu.

120 km/jam. Gue tinggal lepas tangan dan nengok ke langit, usai sudah.
120 di tengah gerimis, Judi kebut-kebutan ama Haryo, melintasi jalan dari Pramuka-Gramed-Matraman-Puter balik gramed. Gue kejang-kejang.

Gue sampai di Gramedia matraman dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Setelah naro tas, kami langsung ke bagian komputer dan nyatet-nyatetin buku tentang desain grafis. Kita gak niat beli disini, yang ada adalah gue nyatet nama buku, penerbit dan pengarang, hunting aslinya gue lakukan di Kwitang. Gokil kan?

Tugas utama selesai, gue, Judi dan Haryo berkelana mencari buku soal dan akhirnya gak jadi beli juga. Dan pemberhentian berikutnya adalah numpang baca di bagian majalah, lante 3 kalo gak salah.

Gue lagi niru-niruin tangan orang dalam video ‘How to play piano’. Jadi gue gak ngeh ketika Judi dan haryo udah pada mencar. Gue langsung susul Judi, yang lagi nyari majalah motor.

Dalam pikiran gue :

Gue berdiri di satu rak, sebelahnya ada judi dan ada Haryo. Kami lagi berdiri dengan harmonis.
Gue liat haryo lagi baca majalah Animonster, walaupun gue gak meratiin.

Dengan laknatnya gue ambil majalah KIDDO dari rak bawah (Kayaknya sih gak laku),
Gue tarik majalah Animonster dari tangan Haryo dengan niat nuker majalah tersebut dengan majalah KIDDO.
Dua kali tarik, tanpa liat muka haryo, gue berhasil. Gue langsung sodorin majalah itu ke muka haryo dan bilang,
“Udeh Haryo, elo baca majalah ini aja!” Canda gue sambil nyodorin Majalah KIDDO ke mukanya. Right in his face. Tapi niatnya dengan setulus hati dan seihklas batin gue bener-bener cuma pengen becanda.

DALAM DUNIA NYATA, YANG BARU SAJA TERJADI :


Awalnya gue bingung, Kok Haryo gak ketawa? Padahal dia murah senyum, murah banget malah. Dalam kondisi cuaca apapun ketawa, paling banter pamer gusi lah.

Gue melihat, perlahan, gue mendengar, dan gue malu,shok, terdiam.

ORANG YANG BARU SAJA GUE TARIK MAJALAHNYA DAN GUE SODORIN MAJALAH KIDDO SAMA SEKALI BUKAN HARYO.

Orang itu ngeliatin gue dengan pandangan “Anak Idiot lu”. Trus berucap,
‘Ni maksudnya apa?’
Gue cuma bisa bilang ‘maap, saya kira temen saya’ dengan gagap.

Detik pertama masih terasa lucu, detik berikutnya gue mati gaya. Gue baru aja disihir ama Voldemort, gue baru aja digencet ama Nadia, Gue baru aja diketok ama McTyson, gue baru aja ditabrak ama Rossi.

Orang itu bener-bener bukan Haryo, Haryo yang asli lagi berdiri di bagian rak buku “Anak”.

Orang itu pendek, mirip Haryo dan pake Jaket yang warnanya sama.


Judi setan iblis dan bahlul itu malah ngeliatin, mengamati dan berakhir dengan ucapan “GAK KENAL MAS, BUKAN TEMEN SAYA!”

Abis itu ngacir.


BUAAANGSAT!!!! Gue ngejar judi dengan langkah ayam pincang. 10 meter dari situ judi ngakak ampe keluar aer mata. Judi megangin perut kayak orang keracunan. Gue langsung tarik tangan judi dan bilang,
“BURUAN CABUT” dengan pandangan bakal gorok orang. Mas-mas yang gue gatau lagi gimana reaksinya udah gak keliatan. Harusnya sih tadi gue langsung pasang gaya Jhon Cena You-Can't-See-Me, biar org itu gak bisa inget tampang gue. (gak jamin juga sih, palingan bikin org tambah napsu nonjok)

Haryo lebih ekstrim lagi ketawanya. Sangking lebarnya itu mulut pengen gue jejelin bangku. Setelah dua anak monyet itu puas ketawa. Kita pisah di depan gramed, was-was juga bakal ketemu orang tadi. Untungnya sih enggak.

Out of topic nih, gue baru saja ngeliat secara live kalo orang jakarta lari maraton bareng.
Kronologis kejadian :

Gue lagi hunting buku. Gue lagi menuju terminal dari Grand, yakni lewat trotoar di samping fly over senen. Ketika gue jalan di deretan baju second dan barang lainnya, gue ngedenger ada suara besi jatoh.

Sebuah rak baju jatoh, gue meratiin sambil jalan, masih bukan hal yang aneh. Lalu ada seorang laki2 gendut bertelanjang dada, berjalan menjauh dari sana sambil melihat rak baju yang jatoh tadi. Pandangannya waspada. Diliat dari gerak-geriknya dia yang ngejatohin.

Beberapa orang benerin rak tersebut, satu diantaranya ngeliat si laki2 gendut. Gak lama kemudian pria itu ditunjuk-tunjuk dan mulailah mode pengejaran,

Sumpah, absurd banget. Begini, gue yang melihat secara jelas sebuah peristiwa yang tadinya damai menjadi kejar-kejaran masa, NGGAk bisa menarik kesimpulan.

Apa salahnya orang itu?

Gue gak liat dia nyopet, gue gak liat ada yang teriak copet, gue gak liat orang itu ngumpetin tas ato dompet (ngumpetin dimana, dia cuma pake celana doang), dan gue gak liat hal yang salah kecuali rak yang jatoh.

Pengejarannya parah banget. Laki2 gendut itu berlari sepanjang trotoar dengan celana pendek dan sesekali berhenti. Sementara pengejarnya (yang gue gatau dengan alasan apa mereka ngejar) ada 4 orang, salah satunya trantip. Ada yang bawa besi, dan bata. Bata itu sempet dilempar sekali, mungkin karena gak baca bismilah, lemparannya meleset.

Gue mempercepat langkah gue, tapi gue gak lari. Dan gue sadar, gak cuma gue yang bingung, ada yang bilang orang yang dikejar tadi adalah orang gila, orang berhutang, atau copet. Dan kebanyakan gatau apa2.

Orang yang dikejar hilang di kerumunan terminal. Para pengejar berenti nyari, dan anehnya salah satu dari mereka cengar-cengir. Mulai sekarang gue bakalan berhati-hati untuk gak ngejatohin dagangan orang lain. Berisiko. Kecuali gue pengen latian lari maraton.

KIDDO
(Bayangkan ketika anda tengah membaca majalah kesayangan anda majalah ini menggantikannya)

Thursday, January 22, 2009

Postingan ketika pala pengen pecah

5 comments :
Lama gak mosting, niatnya mau bikin tutorial gambar manga gak jadi-jadi, entah kenapa masih ragu gitu.
Hari ini gue sekolah sperti biasa dan ketika pulang gue membawa buah tangan PR biologi. Pulang sekolah gue sempetin buat fotokopi bahan ulangan besok. Gue gak bisa fotokopi di sekolah gara-gara udah tutup. Giliran gue fotokopi di depan carolus, antriannya masih panjang. Masih seabrek yang difotokpi. Terpaksalah gue menghitung menit demi menit, ampe 2 bungkus rokok abis ama gua (YA ENGGAK LAH!)

Sumpah, lama banget. Sampe gue berinisiatif nyalin pr dulu.
Tiba-tiba mas potokopi itu nyeletuk, gue lagi tekun nulis.
“Jadi difotocopy gak?”

Gue sedikit gak sabar, yaiyalah, emg gue kesini mo beli rujak?
“Iya” ucap gue tanpa memandang tu abang

“Jadi gak??” tanyanya lagi,
Bolot. Pikir gue,

“IYE”

“Mana fotokopiannya?”
“Noh!” ucap gue sambil menunjuk buku biologi, dan sekali lagi, tanpa memalingkan wajah dari buku tulis.

“Ada nggak?”
Astagfirullahalazim. Waktu pembagian kuping, orang ini pasti gak dateng.
“Ituh!” ucap gue, dan kali ini gue memalingkan wajah karena gue gak sabar. Supaya orang itu tau betapa gantengnya gue kalo lagi murka.

Petugas fotokopi itu lagi ngomong ama orang laen, orang di sebrang tokonya.
Dan sama sekali nggak ngajak ngomong gue. Gue adalah seorang anak kurang ganteng yang lagi kegeeran diajak ngomong ama petugas fotokopi. Lalu, gue pake taktik pura-pura bego dan meneruskan nyalin pr.


setelah gue nyampe rumah gue langsung tepar ke tempat tidur, mungkin gara-gara gue kecapean.

Anehnya, waktu bangun tidur keadaan gue adalah aku-siapa-dimana-mau apa
(Baca : Teler banget!), mata serasa juling (mungkin keliatannya biasa aja, Cuma ini yang paling ngengganggu sekarang), kepala berat, gak jelas mau ngapain, disenggol dikit jatoh berguling-guling (baru aja kejadian).
Padahal gue sama sekali gak minum pil koplo. Minum bodrex aja musti yang manis.
Gue tidur dari jam 5, dan gue pasang alarm supaya bangun jam 7.
Gue malah bangun jam setengah 9 malam. Bangun tidur gak seimbang gini, kayak anak anoa kebanyakan netek.

Alhasil, ketika gue mencoba membaca kertas fotokopian Plantae gue gak bisa fokus. Mau tidur lagi juga susah. Sekarang aja maen komputer masih goyang gini. Kalo postingannya tiba-tiba putus, doakan aku ya teman-teman, karena berarti aku tengah dibawa ke rumah sakit dengan badan kejang-kejang

Cukup dengan derita gue, Doain biar tutorialnya cepet jadi dan doain smoga gue sukses di ulangan besok. Makasih untuk Nopi-metalichi untuk contekan dan fotokopiannya. Thx buat Cut karena gak marah jepitan rambutnya gue patahin, grasias mucas buat abang-abang fotokopi yang memaklumi kelakuan gue.

Da neeeeee...!

Thursday, January 8, 2009

Wrong Info

2 comments :
Back to blogging.
Entah siapa yang patut disalahin, koneksi internet yang buruk, ato emang nasib gue yang terlahir dibawah naungan bintang kesialan. Gue jadi jarang ngeblog, tiap pengen, internet kagak mo ngonek, tiap konek gue malah baca komik onlen ato donlot ini itu.

Oye, belakangan ini gue lagi ada niat belajar, (wohooo). Padahal gue gk minum curcuma plus (yoy yoy). Ajaibnya lagi gue cukup ngerti yang namanya ‘Sin-Cos-Tan’. Anjrott!!! Dulu, sebegitu gobloknya gue menyebut ketiga elemen itu ‘costanta’ karena gue asal baca aja gitu. Baca sepintas, langsung bablas.

Ngomong2 soal goblok, gue punya beberapa kesimpulan yang gue dapat hari ini
‘jangan sok tau ultah orang kalo gak tau (kecuali lo bapaknya, ibunya ato selingkuhannya).
‘Jangan mudah percaya dengan apa yang ada di kalender hape’

Ketika hape nokia 6020 tersayang kembali ke pangkuan gue (gara2, lagi2 hape gue ketinggalan di kolong meja kelas dan untung dibawa pulang Shindu.) gue ngecek kalender. Kapan waktu terima pulsa nih?

Gitu gue liat, tanggal 7 Januari ada note, yang isinya bahwa kakak kelas gue ultah.
Kebetulan, hari itu gue ekskul. Walopun telat sehari, yang penting inget-paling-nggak-ngucapin, gitu pikiran gue. Bagi gue, apa yang tertulis di note adalah mutlak bener adanya.

Pas orangnya dateng, gue langsung nimbrung gitu.
“Kak! Met ulang tahun ya! Sori telat ngucapin!” cablak gue dengan sikap tangan ibarat pengen nyalamin orang sunatan.
Tatapannya heran,
“hah? Gue nggak ulang taun hari ini.”
Mampus! Malu lo! M-A-L-L-U! (Kenapa jadi nama artis India?)
“lha? Tanggal 7 januari kan?” tanya gue dengan stai kul, padahal gue deg2an, di kiri kanan gue ada kakak kelas yang laen.
Dia duduk dengan nyantai sambil nambahin. “Nggak, ulangtaun gue tanggal 17.”

Gue menurunkan tangan. Ini yang disebut malu bertanya sesat diranjang. Gue gatau darimana asal itu info dan gatau juga sejarahnya note itu ada disitu.
Rahadian ketawa biadab. Dia ketawa ampe matanya tenggelam kedalam mukanya.
Barbar. Dia tau bahwa gue telah mencetak salah satu peristiwa bodoh dalam waktu 3 menit yang bakalan susah dilupain.

Oke, gue mo blajar dulu. Gue lagi bikin projek asik tentang tugas bahasa Indonesia bagian Wawancara. Topik wawancara gue adalah,
"Respon masyarakat terhadap kehadiran Komik Kambing Jantan dalam komunitas komik Jepang-Amerika di Indonesia"

Hehehe, wish me luck. Tugas Bahasa Indonesia gak pernah seekstrim ini.
 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design