Friday, August 14, 2009

Facebook, oh facebook.

niat gue sebagai blogger patut dipertanyakan.

mulai dari masalah keyboard rusak, internet idiot, sepatu bolong hingga dikhianati warnet langgan yang kesemuanya merupakan kendala bagi gue untuk ber go-blog2.

Eniwey, gara2 ini mungkin temen2 gue yang tadinya suka ngintip2 blog gue jadi kabur ke tetangga karena blog ini termasuk kategori 'lumutan'. tapi, dibaca gak dibaca, ngeblog harus tetep jalan. karena ngeblog adalah hobi, masalah dibaca ato nggak itu urusan belakangan :)


Back To the Earth. (entah kenapa mood terbaik ngeblog muncul di wc dan/atau warnet. seriously)

Skenario indah yang gue susun jauh2 hari ketika gue kelas X hancur seketika. Awalnya gue girang garong pas tau gue berhasil masuk ipa, rencana indah itu antara lain fantasi2 bego yang dengan seenaknya muncul di kepala gue dan gue buat sebagai list seperti 'cari cewek', 'rajin belajar', dsb.



Ternyata hidup tidak seindah film kobocan, gue ibarat pepsi man yang dikejar2 kaleng raksasa dan harus berlari sambil menghindari palang rintangan di sepanjang jalan. Kaleng raksasa itu tugas dan pe er yang lagi numpuk karena gue tinggal2. Mungkin perumpamaan kurang jelas ini hanya karena gue belom bisa beradaptasi dan membagi waktu antara belajar, tidur, boker dan buka onemanga.com, siapa tahu?


Oya, gue baru merasakan sulitnya hidup tanpa facebook.
siapa juga gak bisa nepis kalo mereka tau apa itu facebook, dan 29 dari 30 orang pertama yang gue tanya tau dan/atau punya id facebook, 1 orang yang gatau adalah tetangga gue, yang usianya baru 3 tahun, yang cuma tau naruto dan sincan.

Oke, facebook telah merasuk kesebagian besar manusia indonesia. Terkecuali gue. Awalnya gue gak punya facebook, karena gue terlalu malas ngurusinnya, apalagi message dari fb pasti ngebanjirin email. Dan gue udah liat orang2 yang addict, seperti pinjem hape temen buat ol, update status tiap 5 menit, dan hal2 yang kayaknya telah menjadi kebutuhan rohaniah (kalo gak update status berasa ada yang meronta2 dalam hati).
karena titah guru fisika gue untuk mengirimkan tugas fisika melalui facebook maka jadilah salah satu id bernama Bangkit Mandela terpampang disana. Dan lagi, gue butuh foto temen2 gue untuk proyek rubiks.

Gue punya fb. Hore!
lalu gak pernah gue buka2 lagi. Kemudian gue lupa paswordnya, dan fb itu menjadi salah satu id gagal. Kehidupan berjalan seperti biasanya.

Sampai akhirnya minggu lalu, karena tugas ajaib yang diberikan guru b.prancis gue untuk membuat pohon keluarga, membuat gue kebingungan.

awalnya
"ha? pohon keluarga? cemen. tinggal pake pohon keluarga yang pernah gue bikin buat tugas geografi dan tambah2in ma mere, la pere, meper-meper, dsb (iye, gue juga gak ngerti kenapa dari geografi disuruh bikin pohon keluarga. Hidup itu penuh misteri)"

lalu waktu tau itu tugas musti dicantumin foto2 keluarga, gua kelabakan.
Gue punya tumpukan album foto di kamar nyokap. Masalahnya, dari segitu banyaknya album, gak ada foto yang berisi seluruh keluarga gue secara lengkap (dari bokap). Yang ada adalah, foto2 gue dari bayi, sampe usia belasan tahun. salah satu fotonya terpampang jelas gue yang kurus memakai baju you can see my ketek dan berisyarat tangan peace, dan memakai ikat kepala golkar. Bahkan dimasa itu anak2 bisa menjadi bahan iklan kampanye. Anjrot. kapan2 gue upload.

kembali kepada kepanikan. Gue segera menelpon Om gue yang gue kenal sejak lama selalu bersahabat dengan email dan internet.

Gue : Om, punya foto yang waktu ketemuan keluarga di anu kan?
Om gue : ooh, itu. Om ada kok

tentunya ini terdengar sangat melegakan.

Gue : Wah, boleh om, boleh, kirimin ke email aku dong

om gue : kamu ambil aja di fb om. Kamu udah add om jadi friend kan? ato mau om tag in?

Gue : (cengok) oh, yaudah deh om. gak ada fb. makasih.

Om gue aja punya fb. begitupun anak2nya yang msidh SD.

Akhirnya gue berhasil menyelesaikan tugas tsb dengan beberapa anggota keluarga bokap yang gak berhasil gue dapatkan fotonya. Foto2nya juga yang lama semua, ada foto sodara gue yang rambutnya masih jadul belah tengah gitu, foto pernikahan sodara gue, dsb.

besoknya, dengan bangga gue melangkah ke sekolah. Tugas selesai, hatiku riang gembira.
3 jam kemudian, bagaikan tersambar petir, tugas tersebut dijatuhi pernyataan "SALAH BIKIN"

buat di kertas manila, tambahkan keterangan minimal 3 pada tiap anggota keluarga.
Ini yang membuat gue rindu pada pelajaran b.indonesia.

Intinya mungkin gampang aja, seseorang yang mencoba menolak hal-hal baru yang menjadi trend, bakalan menjadi gamang dan kena imbas dari teknologi sosial ini, karena udah hukumnya kaum minoritas pasti kebanting oleh mayoritas. Tengok kangen band, mereka berjaya diatas orang2 yang berdandan seperti mereka, yang mana gak banyak orang2 kayak gitu karena kebanyakan orang gak suka gaya yang terkesan agak ajaib dan bikin gemes (untuk nonjok), akibatnya label 'Djamet' dan 'alay' menancap di punggung mereka.

akibatnya, kaum minoritas yang kebanting pasti dapet kesulitan. Entah ketinggalan berita, kena label-labelan kayak gitu, dan untuk kasus gue, kesulitan mengakses info.

2 comments :

MaiL said...

oh iya bro
pertamax itu susah kan yah?

Itulah saya said...

kalo di blog gue mah gampang. hehe

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design