Monday, October 12, 2009

Musim yang lebih buruk dari musim hujan

akhirnya ngeblog lagi, setelah diberi dorongan oleh kak eris bahwa saya lahir selasa kliwon dan gak cocok bekerja di air (lho?)

Iyah, kali ini, seperti yang kita tahu, bahwa Indonesia sedang dilanda musibah yang terjadi di berbagai tempat. Untuk itu mari kita sejenak merenung
*merenung*

OK. Kalian pasti tau musim hujan?
Musim dimana penyakit mampir2 tanpa diundang, musim2 dimana banyak copet berkeliaran (itumah kapan aja), musim2 dimana anak2 sd-smp bisa beralasan untuk ga masuk sekolah karena hujan gede.

Apa yang lebih buruk dari musim hujan?
Ya, musim ulangan.


nggak banyak yang gue cemaskan seperti marah bokap dan kecepatan internet yang hanya 2kbps/sec. Salah satu bentuk kecemasan yang tidak biasa ini adalah karena musim ulangan.

Semua terulang ketika musim ulangan :
1. Belajar di pagi buta dan berharap agar bahan belajar masih segar ketika ulangan.
2. Kecemasaan sesaat ketika hendak melihat nilai,
3. Timbulnya sikap gotong royong, tepo seliro, solidaritas sesaat dalam rangka memperbaiki nilai ulangan bersama (contek-contekan)
4. Perasaan menyesal karena engga ato belajar belakangan.

Dibilang kenangan yang indahpun, TIDAK JUGA.
pasalnya, hal seperti ini kerap membebani pikiran kita, dan bahkan bisa jadi imbas ke tubuh seperti jadi gampang capek, dan ujung2nya stres.

miris juga sih, kalo sadar bahwa orang2 yang biasa mengalami sesi kehidupan 3 bulan yang berulang-ulang ini salah satunya adalah gue. Uhuk-uhuk,

*garuk pala*
Mungkin ini terjadi karena kurangnya kontrol diri dalam pembagian waktu gue dalam bermain, belajar, berorganisasi. Soalnya gue kerap menjatuhkan diri pada pilihan yang menyenangkan saja. Selebihnya gue berusaha mengimbangi dengan nilai yang dalam artian gue "cukup baik". Well, at least saya masih berusaha kok. Hhe,

Okeh lanjut, siapapun tahu kalo mau pinter harus belajar. Dan beberapa orang membuang falsafah lama tersebut dan menggantinya dengan aji-aji mumpung seperti
-Banyak belajar banyak lupa
-Sedikit belajar sedikit lupa
-Nggak belajar nggak lupa apapun (karena emang gaada yang diinget)

Untungnya gue ga seekstrim itu.
Gue memutuskan untuk belajar belakangan di pagi buta 1-2 hari sebelum ulangan, yah, biarpun badan gue bakalan rontok2 gak keruan biarlah. Idenya adalah mendalami bahan yang hanya akan diujikan, memantapkan, lalu dapat nilai (semoga) bagus dan kembali kepada komputer.

Ide (yang kayaknya) brilian itu menjadi kebiasaan yang gue terapkan hingga sekarang.

Belakangan Kebiasaan ini berkembang menjadi sesuatu yang jahat. Lebih jahat dari Symbiote Venom, lebih jahat dari minyak goreng tak jenuh. Niat belajar-disaat-terakhir pupus menjadi belajarnya-nanti-nanti aja. Selalu nanti-nanti aja.

Kalo gue niat bangun jam 2 pagi buat belajar, ngulur ampe jam 3. Kalo udah bangun jam 3, ngenet dulu ampe stengah 4. dan berikutnya baru belajar, tentu dengan hasil yang amat sangat minimum karena stengah 5 gue kembali ke depan komputer.

Hasilnya? Hanya sukses di pelajaran yang paling diminati dan bener2 serius.

kadang suara di kepala gue berbisik "MENDINGAN GA USAH BELAJAR AJA NAK"

Kadang gue mengiyakan, tapi lebih sering gue menepis keras2 bisikan maut tersebut sambil berfikir hidup-mati komputer ada di tangan nilai gue.
Pesan moral : belajar itu sulit, tetapi kita harus. (iyalah)

Note : Bagi yang belum tau, gue punya page di Deviantart berisi karya2 cupu gue, untuk bagian photoshop, gue masih ragu buat ngepublikasiinnya, mungkin 2 ato 3 bulan lagi setelah agak renggang.
http://bangquito68.deviantart.com/

1 comment :

eris said...

mampir. yang punya nama yang di masukin ke postingan situ dateng nih. ha..hai...

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design