Sunday, March 21, 2010

Banten dan Intropeksi diri

Kakek gue ibarat ketua mafia.
ketika beliau sudah bilang "saya ingin ke banten" maka anak2nya akan sigap mengajak keluarganya untuk menemani sang kakek. Dalam kasus ini, gue ikut serta. Yah, itung2 mencari suasana baru untuk mengisi kekosongan pikiran dan intropeksi diri.

Jadi, hari sabtu dan minggu, keluarga bapak gue dan paman gue ikut menemani kakek.
Yang menjadi juru kunci cerita kali ini adalah anak2 om Iwan. Bela, chika dan Deva, yang berusia kurang dari 10 tahun.




Dari atas ke bawah Bela, Chika, dan gue belum dapet fotonya deva.













Banten. Yang menjadi kampung halaman kakek gue. Kakek gue pengen menapak tilas kembali hari2nya silam. Sekali lagi maaf teman-teman yang budiman, karena saya seringkali buta arah, saya tidak bisa menuliskan nama tempat2 dengan baik, maaf atas ketidaknyamanannya.

WOKEH.
Sampai di daerah banten jam 2 siang, kami ke jalan multatuli dan menemui rumah kakek yang kini sudah tidak bertuan dan menjadi tempat singgah backpacker. Kakek terlihat sangat bahagia bisa kembali ke tempat itu.

setelah melewati jalan rusak yang dikelilingi hutan. Ya, sangat gelap sampai2 gue hanya melihat hitam ketika menengok belakang. Gue rasa ini karena gue capek ato alasan kondisional lainnya,

gue melihat ada yang loncat di antara pohon.
swt, fatal banget.

Yah, berbeda dari siluet2 yang menunjukan kebetulan2 suatu penampakan, seperti pohon yg terlihat kayak orang, orang yang terlihat kayak setan, dan anak kecil pake kerudung lari2an dalam gelap yang seprti pocong.

Ini nyata. Gue gak buta dan gue bisa liat sesuatu itu meloncat, putih, tampak, tidak sekilas, ketika sejenak tertutup pohon karena mobil terus bergerak, sesuatu itu menghilang. gue gak mau bilang oknum itu POCONG dan tiba2 dia muncul dibelakang gue dan menyatakan keberatan bahwa saat itu bukan dia yang lompat2.

sodara gue bilang :KUCING
bego. Kucing mana bisa lompat.
Kelinci? Bahaya kalo ada kelinci setinggi 1 setengah meter berkeliaran gitu.

yah, satu hal yang mungkin gak bisa disaksikan setiap hari.

Lanjut, anak2 om Iwan ini sangatlah aktif dan cerdas. Apalagi Bela. dan ditambah dengan 2 saudara perempuannya, ah, sudahlah, saya jadi tidak bisa tidur.

Apa yang mereka lakukan mungkin tidak perlu dicontoh,
Iga, bela dan Chika, duduk berjajar di kursi depan gue. Gue dan bang sukma (asisten pribadi kakek yang bahkan lebih repot daripada eyang) duduk di kursi belakang. Mereka bergumul, menulis sesuatu di kertas A4 dan menempelkannya di kaca mobil, ketika orang2 melihat dan membaca lalu tersenyum, bengong, ato menunjukan reaksi, mereka ngakak sejadi-jadinya,

makin ekstrim, ketika mereka merasa mangsa sudah sulit di dapat, kaca mobil setengah dibuka, mereka menjulurkan kertas dan tiap ada orang yang akan dilalui, mereka menyanyikan jingle DORAEMON agar orang2 menengok dan membaca tulisan menyapa yang mereka buat, lalu kembali tertawa bagai alien baru nonton Mr. Bean

Bela senang bernyanyi, tapi nyanyian awal yang ia dendangkan di mobil adalah lagunya mulan jamilah, mahluk tuhan paling seksi

kamulaah mahluk tuhaaan, yang tercipta yang paling seksi
cuma kamu yang bisa membuatku, terus menjerit

eh ah ah, eh eh eh

semua bengong. Yang barusan menyahut "eh ah ah, eh eh eh" dengan sengaja adalah BOKAP gue yang lagi nyetir, yang sedari tadi diem dengan muka suntuk. ANJIR, gue ketawa sampe takut kencing dicelana.

Iga bilang ke bela, "kamu tuh kalo nyanyi yang buat anak2 seumur kamu, pelangi gitu kek"
bela mulai bernyanyi,

peyangiiii peyangiiii,
ayaaaakah indyaahmuu, meyaaah kunyiiing hijauuu,

dengan mulut nyureng2, dan tangannya bertepuk jenaka, dan ajaibnya Chika dan iga malah bergabung dengan ritual tersebut. Gue segera berfikir bahwa lebih baik bela menyanyikan lagu Mulan jamelah.

Menuju pelabuhan ratu, setelah malamnya menginap, kami singgah di tepi bukit untuk beristirahat. Pemandangan teluk yang gahar bikin gue terlena dan sekejap diam,

Yang gue gak kira, bella, tiba2 bernyanyi, dia kumat, tapi nyanyiannya malah gak gue sangka
" i cant smile without you... lalu bergumam2 gak jelas karena ia sendiri gatau lanjutannya. Lalu Chika ikut2an nyanyi dan gatau liriknya juga.

gue tersenyum kecut. Hal2 yang kurang penting kembali berkesibak,
gue ga akan mengutarakan masalah ini secara menyeluruh. Ya, dunia adalah tempat dimana orang tidak memandang satu sama lain seperti tiap orang memandang dirinya sendiri. Kamu adalah kamu dan orang lain akan melihat kamu dengan caranya, jadi, apapun perasaanmu (minumnya teh botol sosro) orang tidak akan bisa memahami perasaaanmu seperti halnya kamu sendiri.
Intinya teman2 blogger yang membaca postingan ini hanya akan sedikit mengerti atau mungkin gak menanggapi hal yang gue ceritakan

Apa yang saya ingin adalah kejujuran. Lain cerita dengan kejujuran di saat terakhir. Itumah tai kebo (bullshit) namanya. Saya merasa sangat dipermainkan ketika kejujuran diceritakan pada saat terakhir dan semuanya sudah terjadi.

Bukan, bukan kesetiaan yang saya tuntut, ah itu saya juga tahu, taraf kesetiaan yang dikatakan anak berusia 16 tidak sama dengan ucapan orang dewasa berusia 30 tahun, jadi saya tidak akan bilang hal naif berupa "mari saling mencintai hingga maut memisahkan kita". Tidak. Saya lebih bisa menerima saat suatu kenyataan dibeberkan saat itu juga, bukan ketika hal itu telah terjadi (terlanjur basah) dan membuat saya terlihat dipermainkan.

Apakah cukup jelas?
saya juga tidak senaif itu untuk menjalankan komitmen dunia-akherat.

ah, dan ya, buat teman anda. Kalo bicara itu dipikir dulu.
"lo selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain, bukan diri lo. lo bukan hidup untuk orang lain, lo hidup untuk diri lo sendiri. kalau lo hidup untuk orang lain, buat apa lo hidup?"

Hidup itu mencari kebahagiaan, dengan atau tanpa hubungan dengan orang lain. Ketika seseorang mencari bahagia melalui keterlibatannya dengan orang lain, teman, sahabat, pacaran maka ia harus mentafsir dan menghargai perasaan orang lain itu agar ikut bahagia. Itu namanya sama untung. Bukannya bahagia di gue melarat di elo.

Lo bukan hidup untuk diri lo sendiri. Tapi lo mencari kepuasan hidup dengan bantuan orang lain sehingga lo juga harus ikut serta dalam kebahagiaan orang tersebut, kalo lo hidup untuk diri lo sendiri, pergilah ke planet lain.

kalaupun memang sudah tidak bisa bahagia dengan orang tersebut,teman,sahabat,pacar maka akhirilah hubungan sama untung tersebut dengan cara yang baik, bukan dengan sengaja mendahulukan kebahagiaan orang tersebut sambil mencuri kesempatan melalui hal yang kita sebut pelarian.

Dipikir dulu, dipikir.

Setelah ini, packing dadakan buat ke bromo besok.
Semoga besok bisa tidur di bus.

No comments :

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design