Saturday, April 24, 2010

Another Coincidence (this one rocks!)

Gue selalu terpompa buat nulis kembali ketika ada yg berkomentar tentang blog gue. Alhamdulilah komentarnya patut disyukuri. Hahaha, thx to Dede, yang merasa tergugah setelah baca postingan yang ini, senang bisa menulis sesuatu yang menarik.

Hmm, cerita kali ini kejadiannya minggu lalu. Tepat hari minggu.
Menu utama yang ada biasanya adalah bersanding dengan komputer seharian dan belum keluar hingga adzan magrib. Namun karena suatu tuntunan dari abang perempuan (emang ada gitu) gue untuk terus menggambar, gue ngambil sebuah langkah awal untuk memulai kembali urusan dengan pensil dan kertas.

Dan, berhubung Toko buku tersebut letaknya deket dengan pasar buku, gue mutusin buat sekalian ngebeli buku kimia cetak bilingual. Karena punya gue sendiri hilang di kelas.



Gue bersiap buat cabut ke Toko Buku di jatinegara, menurut kabar burung dan berita dari berbagai forum, toko buku ini murah banget. Gue berangkat cuma dengan celana pendek, kaos dan tas. Oke, pake sandal jepit juga. Singkat kata ketika berada disana gue bagai anak kecil di toko mainan nemuin sketchbook ceban rupiah, woalah au au,

Dari situ gue jalan sedikit ke pasar buku, dengan mood yang sangat baik.
Ketika melintas di pasar buku, gue datangi seorang bapak dengan kios berisi buku menarik, lalu gue bilang
"pak, tolong cariin buku kimia cetak, bilingual, "
"Buat apa?" tanya si bapak
"buat dibaca lah, pak"
"bukan, maksudnya buat kelas berapa"
(termangu) "2 sma pak" (memikirkan bagaimana absurdnya tata bahasa indonesia)
Trus gue menambahkan, "tapi yang second ya pak, kalo ngga second gue gak mau."

Si abang cabut mencari buku yg gue maksud, gue ngeliat majalah2 yang lumayan menarik sambil menunggu. Beberapa menit kemudian si abang kembali ke gue dengan menenteng sebuah buku kimia usang.

"Ni dek, cuma ada satu."

Beruntungnya gue, pikir gue.
Lalu gue perhatikan buku tersebut, sampul depannya ketekuk2, rada kotor, usang lah, gue menyimpulkan empunya buku ini gak bisa menjaga bukunya dengan baik, apalagi belajar.
Trus gue buka halaman pertama, tanpa nama, wah pantesan aja berakhir disini, pikir gue, dasar goblok buku ga dinamain, mau jadi apa nih orang.

"ah, mungkin punya alumni," pikir gue

Ketika gue membolak-balik buku tersebut, semakin gue buka gue semakin merasa familiar,
lha lho, lha kok, lha lho

"KOK ADA GAMBAR-GAMBAR GUE?" Pikir gue gelisah (geli-geli basah)
Gue punya kebiasaan buruk dengan mencoreti buku cetak gue bila perasaan bosan menjalar.
Dan di 68 kemungkinan besar cuma gue yang menggambar kepala manusia berparuh burung dengan corak strip dan ingusan. Atau boneka cewek dengan kaki buluan.

Titik mati tersebut membawa gue dan otak gue pada 1 kesimpulan : Ini buku gue, cing. Ini buku gue yang hilang beberapa bulan lalu dan ada orang sangkle yang ngejualnya disini.

Dan gue sendiri yang menjelek2an buku itu pada pandangan pertama.

"Anjir, ini buku gue bang." Ucap gue begitu aja.
Si abang kicuap, trus mulai mempertanyakan darimana asal gue bisa menyimpulkan kayak gitu. Lalu gue tunjukin coret2an gue yang lain, lalu tulisan tangan gue, trus si abang menunjuk orang lain dan bilang bahwa orang itu yang punya ini buku.

Gue datangi orang tersebut, terlibat percakapan singkat mengenai kegoblokan gue kenapa bisa itu buku ilang. Gak lama beberapa pedagang mengerumuni kami, melihat sebuah coincidence gimana sebuah buku yang hilang bisa balik lagi ke tangan pemiliknya diatas sekeping bumi Jatinegara.

Oh men, ini goblok.
Terjadi tawar menawar sengit, gue merasa ini buku gue dan si abang merasa musti makan, jadi beneran sengit.
Cebang ye bang!
Kagak! Gue beli aja 25(sepik)
*gue ingin melarikan buku tersebut ngeri diinjek2*

sampe pada titik dimana kita sepakat namun si abang terus2an berujar "tambah 2 rebu lagi dong dek".

Sepanjang tawar menawar gue terus2an ketawa, ngakak, si abang juga, dan begitu pula beberapa pedagang yang mengelilingi kami. Maksudnya, kocak aja melihat seseorang menawar keras sambil ketawa pula, untuk membeli bukunya sendiri.

Sementara gue sendiri berfikir, ini cerita yang menarik untuk blog gue.
Gue pulang sambil menggelengkan kepala dan memberi salam kepada pedagang2 tersebut. Ngerasa memang bahwa gue melakukan tindakan mubazir, bokap juga mungkin marah2, jadi gue ga cerita. Namun, hal macam ini butuh, untuk ngecharge kembali motivasi untuk memperhatikan hal sepele, tapi juga buat jadi pelajaran, dan jarang kan ada pelajaran yang semenghibur ini, seperti kata Thallasee di Zombieland : "enjoy the little things".

Lalu kini buku tersebut gue namai, dan gue beri pesan dibagian bawah halaman pertama setelah nama.

Bila buku ini hilang (lagi) dan terdampar di jatinegara,
saya bersedia membayar (lagi) tapi 5000 saja.
085691075743

Hahaha, namai buku kalian. Bila kalian bersekolah di sman 68, smpn 216 ato sdn kenari dan buku kalian hilang, berdoalah lalu pergi ke Jatinegara untuk melihat apa yang kalian cari ada disana.

Have a nice weekend :D
 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design