Sunday, June 13, 2010

seorang bapak dan Photoshop.


Hari ini gue cukup banyak berjalan. Tujuan utama adalah pergi ke percetakan, tapi malah jalan dulu kemana-mana. Alhasil, gue sampe percetakan sekitar jam 3 sore.

yang lucu atau menarik bukan tentang gue, tapi seseorang yang gue temui di Bendungan Hilir.

Waktu gue sampe percetakan, gue diberitahu bahwa blablablabla~(skipping) intinya gue perlu ke warnet untuk ngotak-ngatik file gue sehingga bisa dicetak. Jadi mulailah gue jalan mencari warnet di daerah bendungan hilir.
Ada cerita lucu tentang warnet dan photoshop. Konyol malah. gue pernah denger di sebuah forum, ceritanya ada orang lagi kebelet ngoreksi desainnya, jadi dia nyari warnet yang ada program Photoshopnya. Sekian lama nyari, muter2 di daerah asing tersebut, dia nemuin sebuah warnet gaming, daripada engga sama sekali, dia nyoba masuk dan nanya sama operator

"mas, ada Photoshop?"

Operator terlihat berfikir cukup keras, mengingat-ingat, lalu dengan wajah sedikit menyesal dia menjawab.
"engga ada mas, adanya POINT BLANK"


JEGER. Kalo gue bertemu pada situasi kayak gitu, gue akan bilang ke operator : "masa nggak ada mas? Emang mas gak maen? Saya aja udah lvl 50"

Oke, kembali kepada pencarian warnet gue. Seorang tukang ojeg bijak bilang ke gue bahwa gue tinggal masuk gang dan ikutin jalan, pasti disamping kanan ada warnet di kiri ada phon cemara (lho?). Lega mendengarnya, gue jalan menyusuri gang, (gue ngga sadar gue melewati warnet yang dimaksud oleh abang2 ojeg) sampe akhirnya gue nemuin warnet lain yang cukup jauh.

Sambil membuang tangkai es potong yang baru gue jajani, gue memasuki warnet tersebut, kelihatannya bukan kayak warnet, melainkan beranda yang dipaksa jadi ruangan dengan tambahan tembok disana-sininya, masih ada jendela rumah disana, dan lantainya berkeramik outdoor. Ada tangga kecil disana.

Gue bertanya kepada operator, mas, ada photoshop? (sambil berharap gue juga dapet kejadian yang sama. lol). Lucunya, Operator malah bertanya kepada bapaknya, yang tengah nonton tv, "pak, photoshop ada di mana ya?"

sang bapak (ini jagoannya) yang usianya kurang lebih 70 tahun, ya sodara2, 70 tahun, berpakaian kaos putih dan sarung. bangun dan mulai berjalan, lalu menunjuk komputer no 8. "Ini nih, aku inget disini ada potosop", ujarnya sambil mencoba mengingat.

Gue duduk. Lalu gue cukup kaget,
Baru pertama kalinya seorang kakek kemudian menghampiri gue dan bilang "Eh, kamu jago photoshop ya? Ajarin bapak ya." ucapnya kalem sambil duduk di samping gue.
Gue nganga. Betapa inteleknya bapak ini.

Gue duduk manis disana, nyalain komputer dan menemukan nggak ada program photoshop yang kepasang. Si bapak bilang ke gue, "oh, programnya belum diinstall, masih ada di data D, coba diekstrak dulu dari winrar."
Gue tambah nganga. Guru komputer smp gue aja belum tentu ngerti apa itu ekstrak, selain ekstrak sari buah alami.

Alhasil, kita ngobrol tentang Photoshop, basic, tentang beda2nya photosop dsb. Kesempatan yang sangat langka untuk nyambung ngomongin photoshop sama orang dewasa sekali. Yang bikin gue angkat topi adalah bapak ini punya semangat belajar yang tinggi, dia cerita bahwa dia beli buku Photoshop CS 4, tapi karena komputernya lemah syahwat, akhirnya buku itu nggak kepake. Trus dia beli lagi buku photoshop element 7 (gue aja baru tau ada gitu yang namanya photoshop element 7) kemudian beli programnya di glodok dan belajar secara otodidak.

Lha gue? Gue make photoshop aja kalo lagi ada perlu ato diminta ini-itu, gimana mau maju,
salut-salut.

Belakangan gue tau inisial bapak ini doang, ANW. Tertulis di atas flashdisknya ketika ia minta tolong gue untuk membimbingnya memotong sebuah foto lewat photoshop.

Perbincangan ini lucu, si bapak bersikeras bilang,
"nah, foto yang ini nih, tolong dipotong gambar bapaknya aja, soalnya bapak suka lagi keliatan jelek, kayak fotonya siapa itu... pelukis terkenal?"

"Affandi, pak" ucap gue nyengir kuda. Entah apa yang nyambungin bapak ini dengan Affandi.

"Nah, iya, hahaha, tuh liat muka bapak lagi awut-awutan, bagus itu." katanya.

Ketika gue menunjukan mudahnya ngeCrop gambar, dia ber-Ohh dengan wajah berbinar. Lalu bersikeras pada gue untuk menyimpan file gambar itu dengan judul : "Jelek".
Merasa ngga sopan, gue ngeles, "ah, ini keren kok pak, bagus ini, judulnya bapak aja ya?"

"aaah, sudah, namanya jelek aja udah" katanya kalem sambil nepuk2 punggung gue.

Gue cabut, dengan sebuah semangat baru buat belajar(photoshop). Lol, kenapa engga?

------------------------------------------------------------------------------------


Seseorang bertanya kepada Tuhan,
ia mendongak di balik jendela, berharap kurang di kegelapan.
Tanyanya,
Ketika usiaku genap 5 tahun, aku berdoa agar menjadi presiden
agar aku dapat menolong semua orang.
sudahkah kau catat doaku itu?
Tuhan diam, kegelapan semakin merayap.
Tanyanya,
Ketika usiaku genap 10 tahun, aku berdoa agar menjadi dokter
agar aku dapat menolong ibuku.
Sudahkah kau catat doaku itu?
Tuhan diam, kegelapan semakin merayap.
Tanyanya,
Ketika usiaku genap 12 tahun, aku berdoa agar menjadi polisi.
Agar aku dapat menolong diriku sendiri dari siksa ayahku.
Sudahkah kau catat doaku itu?
Tuhan diam, kegelapan semakin merayap.
Tanyanya,
Sekarang usiaku genap 20, aku berdoa agar pasanganku terlalu mabuk untuk menamparku.
Pelacur itu meniup lilin kecil di kamarnya, mematikan cahaya terakhir yang meneranginya.
Ia merayap ke peraduan, seiring dengan kegelapan yang masih terburai, dan mulai bekerja, masih dengan satu harapan di dadanya, bahwa tuhan mencatatnya.
 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design