Friday, November 26, 2010

Hari Guru

Yak Selamat hari guruu!!

Ngga ada yang terlalu berkesan seharusnya. Setiap tahun ada kok hari guru, yang dimana isinya pada suatu hari guru melakukan manuver upacara bendera mulai dari protokol, pengibar bendera, sampe pembaca doa dengan kaku-kaku karena biasanya memang posisinya sebagai penonton bukan pelaku. Yang biasanya berdiri mematung dan melihat dan sekarang diliatin siswa/i kegirangan.

Sampai pada titik pemberian hadiah yang notabene anak-anak tiba-tiba membruak maju membawa bunga, coklat, kue, kartu ucapan kepada guru-guru yang menjadi penonton layaknya artis yang hendak diminta tanda tangan, gue masih biasa aja. Gue masih berharap saat itu kelas gue lolos jam matematika.

Ketika ada seseorang yang bilang, "eh, ini tahun terakhir kita ngerayain hari guru kan?"
yep, thats hit me.



3 friggin years gue ga pernah ngasih apa2 ke guru gua, baik yang gue paporit atopun engga. Yang gue kasih antara lain dosa, capek dan masalah. Paling banter piala juara harapan 2 lomba poster, ga ngaruh parah.
Gue memang sering tidak peduli, tapi seburuk-buruknya beruk juga pasti punya sisi baik.

Seketika gue mencelok kiri dan kanan,akibat dari kata2 tersbut, few of them, matanya berkaca-kaca, ada yang nahan nangis, ada yang tarik turunin ingus, ada yang meraung sambil garuk2 tanah (tapi boong). Gue masih mikir, iye, 3 tahun, gue ga pernah bahkan sekedar maju basa-basi ngasih bunga, damn.

So, sekarang gue cuma bisa mendoakan dari sini, di kamar bernyamuk ini, sebelum habis hari guru ini,

Terima kasih Bapak dan Ibu guru, kami tidak disini tanpa kalian, kami tidak membuat tulisan ini tanpa pelajaran moral kalian, kami tidak bermimpi tanpa kalian, kami tidak mengeluh dan belajar mengendalikan keluh tanpa kalian, kami tidak akan berlomba tanpa dorongan kalian, kami tidak bakal tau kalo Domba Dolly itu umurnya pendek, kami tidak bakal tahu bahwa belatung itu bukan dari daging busuk, kami tidak bakal tau kalo alkali dilempar ke air bisa meledak, dan bermeter-meter daftar hal yang kami tidak tahu bakal hadir bilamana tanpa guru.

Hidup panjang, and keep on rocking.

and a bit of poem,

The one who knows.

hari ini lebih panas dari biasanya,
11 dari 12,
25 dari 31
tetap tercengir, walau hari itu tanggal tua.
kami tidak lagi bersepeda di jalan berlubang,
atau merayap perlahan dibelakang kompeni,
seperti tahun 45 silam, tak kuat kami berpendar macam itu,
demi berbagi ilmu kepada manusia yang belasan tahun lebih muda dari kami

ya, kami, apapun kami engkau sebut,
pejuang? ah bukan lagi, pejuang hanya kiasan,
tanpa jasapun bukan, karena jasa kami adalah manifestasi dari semangat kalian,
kukatakan dua tiga hal hari ini, panjang? ya tentu
tidak, bukan, tentang batasan bukan tujuan, batasan bukan bahasa
batasan berada di ambang kenistaan imajinasimu, kosong
tulisan mendorongmu, memberimu semangat, bukan, bukan pula kosong
tidak sekedar kata terucap, atau mulut meronta,
Tujuan, beri arti kepada hal tersebut, bukan, bukan macam kau ber iya saja
ketika aku berdiri dan bersampir, bukan,bukan omong kosong,
jangan hanya ber iya hai kamu.

kembang, coklat dan kue, ya, tiap tahun kiranya
kadang bertambah kadang berkurang,
arti sebenarnya, bukan masalah, kurang atau tidak itu belakangan
3 dari 4 datang kemari, tapi apa yang di bawah alis itu? di mata itu?
oh, ya, engkau lagi, 3 tahun kukenal engkau,
berpotensi, namun tak mengerti
dan, oh, kamu, si pemalu dan besar hatinya,
dan lagi, si lamban yang tangguh, kali ini bunga? macam wanita saja kau.
kukenal kamu, ck, 3 tahun.
ya, ya kembalilah sana, kupegang ini dulu,
sampai kita berjumpa di lain hari



halah, tai, gagal meraih jam 12, telat 9 menit. hahaha.

2 comments :

QILLING BLOG said...

tapi gua mau protes kit.. waktu sumpah pemuda ga ada upacara (di sekolah gue)

Itulah saya said...

ahaha, kalo gitu anda kurang beruntung qil.
Silahkan coba lagi tahun depan,

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design