Monday, June 13, 2011

Bogor menggila

Beberapa orang melarikan diri dari kelelahan rutinitas dengan cara2 yang umum seperti nongkrong dengan teman2, berwisata, sampai hal kecil seperti melepaskan ide2 dengan menulis, sementara sisanya menghabiskan jam demi jam meringkuk di rumah, menunggu waktu berjalan, dan kemudian pasang status di FB :
"tai nih liburan ga ngapa2in, tau2 selesai aja. Boseeeen."

Kalo bukan karena ajakan Ridho maka 1 hari milik gue ini akan berlalu dengan cara nista tersebut. Ridho dengan pesona Ridho romanya (minus bulu dada) menggoda gue untuk ikutan piknik di bogor. Gue meng-ogahkan ajakan tersebut berhubung gue lagi ga kaya(biasanya juga engga kit), kami bersitegang dan dia bilang bakal bayarin gue macem2nya. Untuk gue yang bokek-an dan jajan cuma senen kemis doang, ini tentu sangat menggetarkan iman. Namun ada secercah pikiran bahwa waktu leha-leha sambil kentut sendirian di kamar seharian bakal diganggu dengan panas2an di bogor.




Namun pada akhirnya, oportunitas piknik gratis mengalahkan rasa malas.
Gue bertugas membawa tiker, pagi2 dengan tekad gabakal keluar duit sepeserpun gue naek sepeda menuju sekolah dengan membawa tiker yang cukup gede dan gue selipkan diantara punggung gue dan ransel. Alhasil gue terlihat seperti naruto dengan scroll mantra yg gede itu.

Beruntung karena dianterin apip naek motor ampe cikini, hari itu dimulai. Pukul 8 kurang dikit kereta berangkat, membawa serta 17 ekor mantan siswa sman68 yang kecuali gue membawa makanan dan minuman untuk disantap bareng2 di bogor.

Rencana jalannya sederhana, dateng ke bogor, maen ke kebun raya bogor, keliling, dan pulang.
Namun, rencana jalan apapun akan ditentukan lancar tidaknya dan garing enggaknya dari pesertanya, kalo lo jalan dengan orang2 yang dengan alasan khusus membuat lo ga nyaman, that'll be wasted time, namun ketika lo bersama dengan mereka yang paling engga mampu bikin lo nyengir, you'll be saved, saved by their laugh, joke, minor things that entertains you.

Dan gue sangat terselamatkan, oleh makanan dan minuman yang secara bergilir disodor kesana kemari, hari itu gue berperan sebagai bocah sialan yang menggigit apapun yang disodorkan kepada gue dan menenggak apapun yang dituangkan ke gelas gue.

Dermawan nista : "Eh siapa mau buavita nih?"
gue : "Mau dong gue!"
1 menit kemudian
gue : "bagi dong gue belom"
30 detik kemudian
*nuang sendiri

Dermawan nista2 : ada tango nih!
gue : bagi atu dong
*becanda sambil ngunyah, sebungkus tango di tangan
*ketawa sambil ngunyah
*ngunyah doang
*ngunyah

Begitulah hari itu berlangsung, makan, ngobrol, dan ngegames, dilakukan diatas sprei ridho (yang lebih berguna daripada tiker gue) dan tumpukan koran. Kami sekilas terlihat kayak gembel mesir karena koran2 gaje yang berserakan. Gue yakin kami juga keliatan kayak anak smp dibanding sma kelas 3 yg baru lulus, karena ipul dkk begitu hiperaktif dalam bermain bola kasti dan tawa kami yang begitu heboh.

Menjelang pulang, seperti biasa ada foto2, semakin ababil lah kita. Ada pula ini foto lari ke arah kamera, resmi dan lompat2, berulang dan berulang, sekilas gue ngerti capeknya jadi model pelari marathon.

Namun karena hal2 inilah gue bersyukur karena tidak mengabiskan hari gue di tempat tidur seharian. Hari itu terlalu dongo buat dilupain.



oya, akhirnya gue bener2 ga keluar sepeserpun, thanks banget Ridho, a.k.a bang kobe!

PS : untuk semua yang baca blog gue, baik suka maupun terpaksa, gue mohon doanya agar tanggal 30 Juni nanti pengumuman SNMPTN tertulis harapan gue terkabul, doa kalian sungguh berarti kawan!

2 comments :

Anonymous said...

untung aja lo ngga bilang tentang maling kolor and the gang wkwkwkwk
eh foto cm*ch kita gak di masukin? kan lo ketuanya hahaha
-M.R-

Itulah saya said...

oiya, lupa hahaha 0.o

OGAH MATI AJA LU DO HAHAHAHA

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design