Wednesday, January 18, 2012

Galau mencari Judul

Kenapa jadi galau gini ya?

Bukan bermaksud menjadi orang yang mencoba mencari sensasi dan perhatian di internet. Hanya sekadar berbagi. Entah darimana pikiran berbeban ini muncul, teman sampai sadar dari raut muka gue.

*ttt : teman tapi tai
  g : gue

ttt : kit, lo ada masalah ya?
g : emang keliatan dari muka?
ttt : Iye
g : emang muka gue kenape?
ttt : muka lo kayak mandra

memang, mandra bukan interpretasi sikap galau, percakapan di atas hanya sekedar inside joke belaka untuk membuat gue sedikit pongah (sejak kapan dimiripin mandra jadi pongah?). Namun kenyataannya tawa renyah pun tidak keluar dari tenggorokan, tercekat di dada ketika gue sendiri bingung apa yang membuat gue limbung.

Kalau dipikir2, beberapa waktu belakangan ini nggak ada yang terlalu
dipikirkan. Mungkin justru karena itu hal-hal yang seharusnya dipikirkan sekarang jadi membludak dan mengambil sebagian besar lapak di kepala. Seperti halnya Naruto yang melakukan kagebunshin di perut Yonbi, imbas dari hal yang tumpah tindih ini adalah pikiran yang labil. Semoga saja gue tidak menjadi hipster emo setelah ini, tidak terlintas seberapa jametnya gue kalo miring2in rambut.

Setelah mencoba menyederhanakan masalah yang ada, ternyata akar dari persoalan ini masih berkutat pada hal yang tidak terselesaikan, belum dimulai dan harusnya dimulai. Kalau ingin dibesar2kan, masih bisa diperpanjang jadi versi 2.0 beta atau 'derita batin' season 7. Mempersempit persoalan, yang paling utama adalah pemikiran mengenai pertanyaan umum 'mau dibawa kemana hidup saya sekarang?' tengah bergelora hebat. Sebuah pertanyaan klasik nan chessy yang sok tua banget, tapi setidaknya pernah dipertanyakan tiap orang yang waras, kalau anda belum mempertanyakannya, tenang, bukan berarti anda tidak waras, waras bersifar relatif pada setiap orang :).

Menyikapi review materi bahasa Indonesia mengenai paragraf analogi tadi pagi, ibarat gue air, mungkin ini saat dimana gue akan melalui sebuah arus sungai yang mencekam dan menentukan, yang akan membawa gue pada dua kemungkinan : a. Sampai di samudera dengan sukses b. dipake cebok anak kampung. Kita tentu saja berharap agar kehidupan kita sampai pada opsi a, dan berhubung bahasa Indonesia menyertakan "gue/saya/aku/eke/ane/tiang" dalam golongan "kita", tentu gue juga berharap demikian. Kita doakan saja agar tidak ada anak kampung yang mencurahkan hajat di sungai pagi ini.


No comments :

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design