Sunday, March 11, 2012

Film bagus, diliat dulu kakak

Weekend itu ngga afdol kalo ngga begadang dengan segelas kopi dan 2 jam atau lebih tontonan asik, ini sudah menjadi ritual gue sejak sma. Nggak heran kalo gue jomblo, mengurung diri sambil mengoleksi upil dan film adalah kombinasi terburuk untuk ngedapetin cewek. 

by the way, adapun alasan gue menulis postingan satu ini karena gue gak bisa tidur lantaran ucapan dari fendi tempo hari. Buang jauh2 pikiran lo bahwa Fendi nembak gue, sama sekali BUKAN itu. 


"Rurouni Kensin mau keluar Live Actionnya tahun ini" ucapnya.

Anjrit. Sebagai anak angkatan 90an yang menghabiskan masa kecil dengan menonton anime sejenis samurai X, BT-X, Saint Seiya, cardcaptor sakura dan Minki Momo di tv lokal, sudah jelas ini merupakan kabar yang bikin gue menggelinjang hebat. 

Serius lo fen? Tanya gue menahan hasrat memeluk fendi.
Iya, yang maen itu yang jadi pemeran utama di live action Beck. 
Gue cuma bisa banjir iler.


Belakangan gue tau namanya Sato Takeru,Gue emang gak bakat ngapalin nama aktor, walaupun udah nonton filmnya, kecuali gue bener2 suka. Membayangkan dia sebagai perwujudan karakter kenshin di dunia nyata membuat gue sangat girang mengingat perannya di beck bikin gue ngangkat 4 jempol.

maka, tadi dengan beringas gue nyari tau tentang film yang diharapkan heboh ini, dan harapan gue dibelah duren. Gue udah skeptis duluan, House Productionnya warner bros. 

Sudah menjadi fakta umum bahwa film jepang yang diangkat oleh hollywood bakalan berakhir tragis. Contoh paling utama: Dragonball Evolution. Bilang gue berlebihan, tetapi sebagai pecinta manga Dragonball, Dragonbol evolution itu kayak daur ulangnya dragonball yang tergeletak hina terus diberakin ayam mencret. 

Harapan gue untuk menepis pikiran skeptis ini dengan melihat trailernya pun gak berhasil. trailernya kurang menggigit. Mudah2an gue salah, tapi sanosuke nya keliatan culun disini. 
Anyway, mumpung lo semua disini, mari kita berdoa agar film ini mumpuni dan bisa memuaskan hasrat semua fans Rurouni kenshin (terutama gue, percuma dong kmaren gue menggelinjang kalo besok filmnya ga bagus). *hening

Oke, itu tentang upcoming movie that i've been seeing on. Selanjutnya, gue mo bagi film yang menurut gue layak buat ditengok pas weekend (tentunya setelah menonton doraemon dan sinchan).

Memento

Kalian pada suka film2 twisted ending kayak inception? salaman dulu, kalo iya, dijamin pasti suka ini. Film tahun 2000, punya Christoper Nolan, bisa dibilang film ini kalah pamor sama film2 barunya kayak Inception dan The Dark knight. Entah, mungkin karena tokoh utamanya bukan aktor langganan doi. 

Film ini bercerita tentang pria dengan short term memory loss, ia berusaha mencari pembunuh istrinya dengan bantuan note, tatto yang dia bikin sendiri dan foto2. Kedengarannya suatu cerita yang cukup klise kecuali bahwa film ini diceritakan dari belakang ke depan. Yak, film ini beralur mundur, dari 10 ke 1. Film dimulai dengan sebuah pertanyaan yang terbingkai cantik dikepala penonton, "Who is this guy and what is he doing?", dan kalo gue bilang lo bakal jolted dengan endingnya itu pasti, gue berani taruhan 200ribu (pake duit monopoli). Di akhir ceritanya gue cuma bisa bilang 
"wah gile lu ndro".

Pulp Fiction

Nah kalo ini bener2 film yang pure entertainment, retro dan violence. Gue mungkin sangat ketinggalan karena baru nonton film ini sekarang, but hell, sejak nonton film ini gue ngefans sama quentin tarantino, produser dan penulis ceritanya lalu ngeburu film2nya yang lain. Gue jadi rajin baca trivia film2nya ketimbang baca catetan biologi gue.

Kalo Memento perlu konsentrasi buat ditonton, pulp fiction justru menawarkan film yang lebih santai. Poin utama dari film ini adalah keunikan dan spontanitas cerita, dialog karakter paling santai yet paling epic yang pernah gue tonton dan lo gak perlu repot2 nyari moral value ato inspiring pointnya, this film has none. Ceritanya 'cuma' tentang 2 pembunuh bayaran yang disuruh ngambil barang di rumah klien dan kemudian malah nyangkut dengan peristiwa2 epic yang nggak daily routine banget, film ini terdiri atas beberapa part yang diacak agar penonton tetep unclear dan bisa menikmati film dengan tanda tanya. Nggak salah deh film ini nyabet peringkat kedua di imdb dengan skor 9.0. 

Kalo nyari film yang inspiratif, maka judul yang dibawah ini boleh dicoba 
1. V for Vendetta
2. Pay it foward
3. Shawshank Redemption
4. The Truman show
5. Life is Beautiful
6. Cast away
7. Gandhi

Gak adil dong ya kalo gue cuma nulis tentang film luar, berikut film Indonesia yang menurut gue menjanjikan buat akhir pekan. 

Gie

Nah film ini udah kayak dibikin buat para pelopor muda. Tokoh fenomenal nan idealis yang diturunin dalam film ini adalah Soe Hok Gie, seorang jurnalis muda masa demokrasi terpimpin yang tulisannya berani dan beresiko namun inspiratif dan menggerakkan, bahkan sampe dibukukan dalam "catatan seorang demonstran". 
Film ini lebih seperti biografi Soe Hok Gie. menceritakan masa kecilnya dan perannya yang luar biasa dalam mendongkrak semangat pemuda untuk membongkar tirani politik yang saat itu dianggap kontroversial. Menurut film, tulisannya sangat pro rakyat, banyak banget mencibir pemerintah dan kaum muda yang pasif, tapi ga cuma itu, dia mau turun ke jalan untuk menunjukan bahwa dia bukan sekedar argumen diatas kertas. Gie adalah sebuah contoh bagaimana seharusnya seorang intelek bertindak. 
Bukan bermaksud menjadi promotor sesat, tapi kawanan Jaket Kuning disini keliatan keren banget. 






Negeri 5 Menara



Berhubung belum beberapa minggu sejak gue baca novelnya, gue bisa ngerecall beberapa adegan yang hilang dari novelnya dan adegan asing yang tiba2 muncul di filmnya. Namun konsepnya tetap sama, perjuangan 6 anak pondok madani untuk mencapai cita2nya yang tinggi. 

Poin plus dari film ini adalah betapa miripnya si karakter utama dengan Gue. Iya serius gue ampe dipanggil2 alif sama anak2 abis nonton, tragisnya bukannya dapet minta foto bareng malah gue disuruh fotoin cewek2, jidat kuda. 
Oke2 serius, film ini mungkin ngga sekeren novelnya bagi beberapa orang (termasuk gue) tapi film ini memberikan jaminan untuk menambah 1 lagi moto hidup dan mendorong lo untuk bergerak maju, man Jadda Wa Jada. Satu film yang inspiratif dan layak ditonton. Bj Habibie aja nonton. 

Banyu Biru
Gue udah lama gak nonton film ini sejak smp. Tapi film ini jelas bagus karena membekas di lubuk hati gue sampe saat ini. Film ini bercerita tentang si Tora Sudiro yang mengembara untuk mencari sesuatu (gue lupa apa itu yang jelas bukan kitab suci), dan bersilang takdir dengan berbagai kejadian yang wow, misalnya dia nunda orang mau bunuh diri dengan nawarin jual mobil dan sebagainya. Pokoknya cerita ini cukup santai dengan banyak flashback plus mbak dian sastronya cantik banget disini. *nyari lagi link donlotannya*

Oke, itu dulu, bagi yang merasa berselera seperti list diatas, ditunggu undangan ngopi barengnya :P
happy sunday kawan! :D


3 comments :

sarahero said...

Film dan novel merupakan suatu hal yang berbeda. Ketika ada film yang mengangkat cerita dari suatu novel, buanglah jauh-jauh apa yang ada di novel. Karena ke duanya butuh apresiasi. Apresiasi sebagai novel, dan apresiasi sebagai film.

Bangquito said...

still it's fun to compare, mengingat imajinasi pertama datang dari buku, akan selalu ada yang mengganjal bagi penikmat novel dan nggak haram untuk mengomentarinya, it was being shown, then it must be ready to be judged, kembali pada tiap pemirsanya.

sarahero said...

Kalo ngebandingin pasti udah alamiah datengnya. Tapi gak semua tulisan bisa di visualisasikan. Dan jgn nge judge film kurang bagus karena gak sama kaya di novel. Makanya ini gue kasih tau biar dua2nya bisa di hargai getoh

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design