Sunday, July 8, 2012

6 Juli 2012



Titik-titik hujan perlahan mereda
kuyup daun, desah ranting mengisi pagi
tetes air sisa badai menadi bebatuan
Aroma redup udara setamat hujan mengetuk hidung
tersibak awan dilamun angin, mengintip ia sang mentari
asa merekah, senyum terkembang



Terima Kasih Tuhan, atas pintu yang kini dibuka. Tuhan Baik sekali.
Terima kasih Teman-teman, teruntuk doa dan lebih banyak doanya
Terima Kasih Bapak, atas senyum kepagiannya, bahan bakar yang lebih baik dari sejuta gelas milo
Terima Kasih Ibu, untuk sepotong doa dalam segelas air dan sepasang mata yang lelah

Terima Kasih, Terima Kasih, dan Terima Kasih.

1 comment :

Anonymous said...

:)

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design