Tuesday, December 24, 2013

Redefinisi kemalangan

No comments :

"...Aku bersamamu, orang-orang malang" 
-Soe Hok Gie


Gue bertanya, apa yang dimaksud dengan malang? Orang malang itu kayak gimana? Temen gue en orang malang sih. asik orangnya. 

Lelah berkiblat dengan KBBI, gue nyoba untuk menelaah sendiri istilah malang. Berkutat sebentar dengan waktu, gue mengartikannya kurang lebih 

Malang : memiliki sifat celaka atau kurang beruntung. Berkaitan dengan nasib dan ketidakmampuan. 
                  Kondisi buruk yang tidak terelakan dan tidak dapat diubah

Premis 1 : Andi sedang berlari
Premis 2 : Andi terjatuh
Premis 3 : Andi kepalanya bocor
Premis 4 : Andi ditertawakan

Kesimpulan non matematis : Andi anak yang malang. 

Kemalangan terjadi ketika kita tidak mengharapkan, tidak mengetahui akan terjadi, dan tidak mampu mencegahnya. Orang-orang yang tidak dapat mengubah nasibnya karena faktor luaran (fisik turunan, kondisi ekstrim, kekuatan kosmik) adalah orang-orang yang malang. Maka, berbahagialah jomblo, karena jomblo masih dapat mengubah nasibnya. Percayalah. Calling gw aja kalo mau pensiun jomblo. Jenis kelamin nomer dua, yang penting kasih sayang.

setuju dong.

Mengusut perkataan Gie tersebut, orang-orang malang yang dimaksud saat itu merujuk pada masyarakat Indonesia umumnya dan orang sekitarnya khususnya. Melihat kebobrokan pemerintahan saat itu dan jenjang kemakmuran yang sangat tajam, Gie mendiktekan orang-orang tersebut sebagai orang malang.

Benarkah orang-orang tersebut malang?

Kalau kita setuju dengan pernyataan diatas, bahwa parameter kemalangan yang utama adalah ketidakmampuan untuk mengubah kondisi, maka orang-orang tersebut bukanlah orang malang.

Ketidakmampuan berbeda dengan ketidakmauan. 
kalo mau, belum tentu akan menjadi mampu
kalo tidak mau, pasti tidak akan menjadi mampu

Ketidakmauan muncul dari rasa keterjajahan. 

Saat dijajah, baik oleh kompeni, pemerintahan diktatorial, atau dalam taraf tempurung kepala, oleh ketidaktahuan, otomatis kita merasa tidak mampu. Ketidakmampuan yang dibuat-buat berubah menjadi kabut kemalangan.

Di kepalanya, 
Saya miskin. Saya tidak dapat sekolah. Saya tidak berpeluang sukses.

Di dasar kepalanya,
Saya miskin. Saya takut sekolah karena tidak tahu biaya yang nantinya akan membebani saya. Saya takut mencoba berbahagia.

Hal ini tidak dapat dipungkiri. 

Dan seenaknya saja kita mendikte mereka malang. Padahal mengakui bahwa mereka bersifat malang sama artinya dengan membunuh bibit kemauan dalam diri mereka. Membuat mereka percaya bahwa mereka tidak mampu total, bukan tidak mau.

Beberapa orang mengubah ketidaktahuan menjadi kemauan untuk tahu, bukan sebaliknya. Itu sebabnya masa penjajahan bisa berakhir, karena ada orang-orang yang mengubah pola pikirnya dari ketidakmauan (yang sejajar dengan keterjajahan), menjadi kemauan untuk maju. 

Kalo kata dosen gue, bahwa teori Karl Max bilang "clash antar kelas selalu terjadi dalam tatanan status sosial" gue menambahkan, bahwa clash selalu terjadi secara linear. 

Sistem --> Sistem dinilai salah --> Kubu oposisi--->Clash

Politik Apartheid --> kesadaran penyetaraan hak warna kulit berbasis kemanusiaan --> Anti-Apartheid-->Clash

Sama, bahwa kesadaran akan cacatnya penjajahan melahirkan kemauan untuk berubah. Dan sama, kondisinya dengan orang-orang malang milik Gie. Rakyat Indonesia, kemarin dan sekarang. saudara2 yang merasa tidak mampu untuk berubah karena kondisi sedemikian sulitnya untuk memahami potensi maju. Kewajiban untuk memakmurkan diri dianggap datang dari pemerintah, padahal kewajiban untuk "tahu" yang berasal dari diri sendiri terlalu skeptis untuk dijalankan.

Gue menyebut saudara-saudara ini, buta.
Orang-orang buta.

Orang-orang yang masih belum mampu mengubah ketidakmauannya menjadi kemauan untuk maju. Musabab babi diluar sana semakin gemuk dan menggilas semua orang berkemauan. kemauan menjadi mitos.

Tulisan ini memang terlihat angkuh. Begitu congkak mendikte masyarakat berketidakmauan. Seakan gue pernah berada di posisi mereka. Seakan gue sudah begitu melek. Sederhananya saja, gua nggak bisa merangkai kata dengan lebih sopan dan santun, dan kenyataannya, pemikiran ini harus turun, sebab, gue pernah buta, dan hal itu menyakitkan. Dengan atau tanpa kemewahan berkesantunan.

Bahkan, gue mungkin masih buta, dan mungkin, yang gue lihat sekarang hanyalah fraksi cahaya yang mengintip dari balik tebalnya katarak. Feel free to crack them up, folks.



Thursday, November 28, 2013

Cerita Mimpi

No comments :

Seingat gw, gue nggak pernah secara gamblang menceritakan mimpi gue di blog ini.

Here, kawan, biar ini menjadi deklarasi mimpi gue.
Pada usia 24 tahun, ketika gue sudah mendamaikan hidup ortu gue, gue akan start walking the earth.
not litteraly walking, hitchiking, tur pake duit, kereta, pesawat, kapal, sepeda, skuteran, ataupun ngesot.
It's going to take about 3-4 years, sebelum gue balik ke Indonesia dan bikin anak.

Mimpi ini muncul sejak gue SMA, dimana gue diguncang oleh quote klise-klasik Harun Yahya,

I always wonder why bird choose to stay in one place,
when they have ability to fly anywhere on earth.
Then I ask myself the same question.

It Hit me.Quote itu merupakan perwujudan pembangkangan seorang manusia terhadap sekuritas, bagi gue. romantis abis, kalo kata pak nanda.

Trus kenapa kalo keliling dunia.
Dosen gue bilang, ketika membahas buku Society of spectacle, bahwa salah satu gejala masyarakat yang

Monday, November 18, 2013

A memoar to self

No comments :
Declaration of realization

I've seen people wronged themselves
I've seen myself did the same
The path we know ought to take
Yet, we decide to dream on and blind ourselves
Through the path we may joy
We may laugh, we may forget
But sorrow comes along
Hiding behind the shadow of false contentment
We wouldn't see, and we choose to believe
That it doesn't real,
But sorrow grasp us, nonetheless
Then, time mantle up,
By the time we pained, we learn,
By the time we learned, we joyed
In the end, we won

Ah ya, terima kasih kepada waktu, yang menempa armor baja untuk jiwa. Terima kasih untuk malam, atas peluk gelapnya. Terima kasih untuk Ghibran, melankolis naifnya. Terima kasih untuk Seno, kenakalannya. Terima kasih untuk pujangga, romanitismenya. Terima kasih untuk para calo kebahagiaan, yang setia menemani curi-curi kedamaian di sela waktu bersama, omong kosongnya, kentutnya, tepuk pundaknya, tawanya, olok-olokannya, dan kasihnya.

Sunday, October 6, 2013

A note for brokenharted

2 comments :
Sahabat gue baru putus dengan cowoknya, she took it pretty good tho. *angkat topi*
Tapi memang, dalam minggu pertama dia ngalamin kehapitan yang cukup berat. Manusiawi.

Sampe pada titik dia bilang semua cowok brengsek. Generalisasi ini memang cukup sering dilontarkan oleh yang dikecewakan, atau diputusin. Generalisasi yang sama yang bikin gue mempertanyakan orientasi seksual gue pas doi bilang gitu.
'sis, aku ini cowok apa bukan? katakan, katakaaan!'

Why do we love?
Kita tau rokok itu berbahaya, yet umatnya tetep menghisap rokok terus menerus.
Same goes for love, kita tau main cinta itu beresiko. banget. Kalopun jadian, ujungnya putus. Kalopun terus sampai menikah, kita bakal dipisahkan oleh maut. In the end, kita bakal ngerasain sedih. Bahkan, sedihnya berbanding lurus dengan kebahagiaan yang dirasakan selama pdkt, jadian, menikah.
The greater the happiness, the greater the sadness when its end. Hukum ketiga Newton.

Gue pikir, kita main hati dengan resiko yang kita tau tersebut simply because the reason.
Kita pengen dianggap spesial oleh seseorang.
Kita pengen disentuh.
Kita pengen membuat cerita.
Kita pengen bahagia.
and all the reason that blinded up the risk.

Inti tulisan melankolis ini bukan ngebahas kenapa mencinta. Tapi kenapa mengulang. Gue becermin, dan melihat bahwa gue juga punya cerita2 berjudi hati yang kebanyakan berakhir dengan nestapa. Yet, gue masih siap untuk ngelempar hati gue ke meja judi. Kok goblok kit?

Saturday, October 5, 2013

3676 mdpl, nyaris (2)

No comments :

Setelah kongko sebentar di ranu kumbolo, kami segera menghadapi tanjakan cinta yang melegenda itu. Konon katanya bila kita melewati tanjakan ini tanpa menoleh ketika mendaki sambil mikirin doi, baik itu lawan ataupun sama jenis, maka cinta kita akan tersatukan dengannya. Dan seperti halnya kekonon-kononan lainnya, legenda ini merupakan omong kosong bagi gue. Kalo benar demikian, maka tanjakan cinta pasti lebih rame ketimbang orang tawaf setiap harinya. Biar begitu, pas nanjak gue berusaha keras mengingat wajah Tyas Mirasih tanpa menoleh dan berenti.

Habis melewati tanjakan cinta, kita dihadapkan pada padang savana yang terlah meng-ungu. Kalo kata aday padang lapang yang landai ini "Ars banget" karena dept Ars berwarna simbol ungu, hampir aja gue colok aday dengan pasak tenda karena mengingatkan gue pada kuliah. Aslinya di musim2 kering padang ini berwarna kuning dan keliatan lebih menghebohkan bagai tanah Afrika. Namun tanpa keliatan seperti itu savana ini juga sudah awesome enough untuk membungkam kami berduabelas.

Langit masih meneteskan gerimis dengan ragu-ragu.

5 menit pake ponco, 5 menit buka. ulangi. Siapa bilang kegalauan hanya milik peserta snmptn dan ababil bb, Langit juga bisa galau bung.

Kamipun sampai di cemoro kandang. Beristirahat sejenak sambil mengabadikan momen berdiri sebelah papan penunjuk area. Setelah itu ngga ada yang menduga bahwa medan yang dilewati lumayan menyebalkan. Menyebalkan karena hujan terus merintik, dan lelah terus menerpa. Lapar, gara2 nggak sarapan dengan baik ngebuat kami berenti di tengah jalan untuk masak ransum, dua kotak untuk berdua belas. Hangat dan renyah nasi (yang seharusnya enggak) mengisi tubuh dan memberi tenaga baru untuk pendakian, sementara.

Jam 3 sore, kami tepat tiba di kalimati. Tenda segera berdiri, api segera dinyalakan, perut-perut segera diisi. Nyawa kembali berkumpul. Nggak ada yang terlalu lucu selain ngeliatin figo boker diantara semak, atau si luhur yang make handuk adit buat cebok. Sore itu kelabu, dingin kurang bersahabat, tetapi mentari masih menembuskan sinarnya malu2. Its just pure fun.

Malam tiba, pukul 11 kami sudah bersiap melakukan pendakian akhir.

Wednesday, July 17, 2013

3676 mdpl, nyaris (1)

2 comments :
Entah darimana datangnya ide untuk menjajaki puncak tertinggi di pulau jawa, puncak Mahameru, yang ditawarkan kepada sekelompok pemuda yang alot olahraga dan kesehariaannya bergulat dengan pensil dan bersetubuh dengan buku gambar A3, anak ars, muncul begitu saja. Bentuknya postingan di FB. Raihan, berhasil mengumpulkan 12 peserta. Semuanya batangan, alias laki-laki. Jadilah acara pendakian itu lebih seperti pesta pelepasan bujang, minus stripper dan segala bentuk alkohol. Hanya ada kami,  sejumlah peralatan dan logistik yang disebar kurang merata di masing2 tas, dan mimpi bahwa porter kami nanti Tyas Mirasih –copyright Kevin.

Mengenang hari itu, 10 juni adalah hari keberangkatan yang bersinggungan dengan waktu sholat jumat. Kami paham keputusan itu agak terbirit2 karena kami akhirnya melakukan sholat dengan kondisi kurang nyaman, terhimpit dan terburu2. Pendek cerita, kami berhasil duduk di kursi kereta menuju malang hari itu, tegang menghilang setelah Hakim, yang kehilangan KTP entah kapan dan akhirnya ketahan penjaga tiket (mungkin disangka penduduk gelap. Mungkin) dan nyaris dipulangkan berhasil bergabung dengan kami. Konyol. Asli. Gimana bisa lolos? Kami cuma berasumsi bahwa si penjaga tiket tiba2 dapet bisikan2 surga untuk melepas hakim, melihat dari raut wajahnya yang memilukan.

Ehem. Kami tiba di malang, jam 9 pagi. Lelah masih menjejak ketika kami tengah beradaptasi dengan tempat yang asing. Kami lalu menumpang mikrolet menuju pasar Tumpang dimana kami harus menunggu sekian jam untuk menyambung truk menuju kaki gunung semeru. Belakangan kami tahu sedang ada perbaikan jalan yang membuat kami harus menunggu di Tumpang. Imbas dari penungguan ini adalah kami memulai pendakian pada jam 4 sore, ujung waktu mendekati malam.

 Benar saja, malam menyapa ketika kami belum setengah perjalanan. Dinginnya hujan membuat kami rindu peluk mesra kasur dan selimut. Dinginnya bagai hati sang mantan. Akhirnya setelah sedikit musyawarah, kami mendirikan tenda di pos 3. Tempat yang sebenarnya kurang mumpuni untuk itu. Pos 3 berupa pos yang tiang2nya telah hancur, sehingga gentingnya saja yang tersisa tengah melindungi tanah. Masih tersisa ruang kosong didalamnya. Sialnya, tempat itu sudah terisi sampah dan sepasang kekasih yang tengah menghangatkan diri dalam acara saling-peluk dibalut sebuah kantong tidur. Gelisah, iri dan dengki menyayat jiwa saat gue nyalain lilin persis di sebelah mereka. Sambil gemeteran.

Sejenak kepikiran. Bakar aja apa posnya?

Api parafin menyala ringan, panasnya tidak seberapa, tetapi cukup untuk menghilangkan getar telapak. 

Sunday, July 14, 2013

sedikit intermezo siang bolong

No comments :
YAK! Selamat siang dan selamat berjumpa kembali dengan saya di siang yang cerah, rada sejuk dan waktu yang sangat cocok untuk makan es cendol bertabur susu kental manis full cream dibawah pohon rindang sambil elus2 pipi sama pacar. Yah itung2 ngabuburit lah.

Anyhow, sekarang gue lagi di warnet pinggir jalan di kelapa dua. Gue yang sudah terhitung setahun bulat enggak menginjakan kaki di warnet ini terpaksa berkunjung kesini buat ngabisin waktu karena gue nungguin bos dari tukang bando bangun dari beribadah (baca : tidur siang) supaya abis beli 60 biji bando gw bisa lanjut beli kawat dan bola plastik. Hop, what a day.

Guess what, beberapa titik nostalgia gue rasakan kembali hari ini. Antara lain gw memasuki pasar PAL yang liar dan hanya mengizinkan orang2 terpilih untuk pulang hidup2. Gue nyengir pas bergumul disana, di tngah bechek, pedagang daging, sempit yang bisa membuat orang sepintas merasakan tawaf, bisik tawar menawar (ngapain bisik ya? entah panci yang dibeli ibu itu isinya ganja gua gatau) atmosfirnya ngingetin gw dngan rutinitas pagi waktu umur gw 4-5 tahun, gw pake kutang dan celana pendek saat itu, botak, nganter nyokap belanja, becek2an, digencet ibu2 yang kurang jelas obes atau hamil dan dikasih wortel mentah yang dikupasin pedagang sayur setempat. Kadang gw begitu bandelnya wktu kecil, gw ga dapetin maenan helikopter yg gw pengen, yang gw punya gw injek. Di tempat. Betul2 bedebah kecil yang pantes disunat habis tanpa obat bius.

Dari sma gue udah suka maen ke warnet. Warnet bagaikan rumah kedua gue. Hal2 yang gue lakukan saat itu sungguh ga bermutu dan ga terpuji. Kerjaan gw donlot mp3, donlot doujin hentai dan maen kaskus ngejar cendol dan pertamax. Gw ga maen game online karena pernah sekali gw maen ayodance, gw di kick sangking culunnya char gue. Sejak saat itu gw cuma maen the sims di rumah. Well sekarang, dengan bangga kualitas penghabisan waktu gw di warnet jadi (sangatsedikit) lebih baik; Gw buka detik.com (buka doang gaya2an), berkutat dengan email, nyari ebook dan ngedonlot hentai (masih). Yah, intinya bukan gue, tetapi aroma warnet masih belom berubah, masih ada anak2 ingusan yang puasanya setengah hari tapi songongnya minta ampun. Ada yang sebangsa(t) diem2 buka situs biru (pengen deh nawarin cendol sekarang). Kebanyakan gamer, dan pecandu situs jeraring sosial. Pelarian sesaat dari kenyataan menuju dunia maya serba berkemungkinan selalu menjadi tawaran menggiurkan untuk semua orang, jadilah Warnet, rumah kedua bangsa Indonesia, rumah kedua gue dulu.

Huff, apalagi ya. Well rada homo tapi gue bener2 kangen ketemu sobat2 SMA, SMP dan ronin gue. Begundal2 dari semua lingkaran pertemanan yang senantiasa ngebawa gua kabur dari bumi menuju planet tai kucing. Cuma duduk berjam2 membunuh malam dimanapun seperti sampah masyarakat, ngerokok (gw kebagian disemprot asap), ngobrol dan ketawa sampe bosen. No one talk about college, home, difficulties, we just there. We dont talk about it, but each of us know, we filled each other.

Btw, gue baru membaca blog teman lama gue. I'm smilling. Some of them sedang struggling demi hidup yang lebih baik dan kebahagiaan2 kecil yang mengundang senyum. Boy, how I missed them. Kalo kata cobb dari film following, orang ga akan tahu apa yang mereka miliki sampai kita (pencuri) mengambil barang berharga mereka dan menunjukkan padanya apa yang mereka miliki. Yak, ego mencuri teman gue. I've lost some, and gain some. Maybe i'll fix that, maybe i wont.

Terakhir, demi menjaga agar hidup gw ga tiba2 ngilang dan tau2 gw udah masuk lagi ke kampus, gw membuat track record harian. Dalam sehari gue harus menulis dan menggambar minimal sekali. Juga nonton, belajar gitar dan ngebaca banyak banget buku. Doakan aku ya!

NB : THANKS YOLAND MASIH MAEN KESINI, JANGAN IKUTI JALAN ORANG2 YANG DIMURKAI TUHAN YA! HUAHAHAHAHA



Sunday, April 14, 2013

Ibu, aku mau potong rambut

No comments :
Ahoy!

rupanya janji gw untuk lebih sering menulis di blog sepanjang kuliah gak terealisasikan. Untuk itu gw minta maap, tapi seneng juga ternyata masih ada yang ngunjungin blog gw, terutama untuk sesama pejuang pen spinning si umar choy.

Espektasinya nulis tiap minggu, realisasinya nyuci kolor dan ngejar deadline tiap minggu. Well, mungkin sudah waktunya bagi gw belajar kagebunshin atau teknik mencuci kolor dengan satu tangan, while tangan yang lainnya gw pake ngetik. Jenius.

Anyhow, banyak banget cerita tentang perkuliahan. Salah satu yang rada frik terjadi belakangan ini.

Jadi, di kampus gw, secara spesifik fakultas gw, lagi ada bule ukraina berkeliaran.

Konon katanya, bule ini memiliki cerita yang rada memprihatinkan sekaligus melankolis kronis. Doi merupakan pejuang cinta yang kebetulan diajak pacarnya orang Indonesia untuk menetap disini. Si pacar adalah seorang mahasiswa yang berkecukupan, yang mana artinya dapat menampung hidup si cowok ini. On the other hand, setau gw cowok ini datang ke Indonesia hanya berbekal cinta dan visa. Bagaikan rambo ke medan perang cuma bawa ketapel.

Pada akhirnya, cowok ini terdampar di bumi depok yang keras dengan keadaan yang terlunta karena ceweknya berkesulitan dengan keputusan orang tuanya untuk merawat si bule. Iyalah.

Nah, konon katanya lagi, bule ini kemudian bergaul dengan banyak mahasiswa depok yang agak takjub dengan ceritanya. Alih2 pulang ke Ukrania, si bule malah (kabarnya) jadi nyolot dan keenakan tinggal di Indonesia karena menurut dia tinggal disini gampang. PALA LO.

Banyak cerita ga asik yg gw denger tentang bule ini. Ya numpang ga malu2, makan ditraktir, kalo abis ngambil makanan sebelahnya, dan banyak lagi. Untuk sementara, gw telen setengah kabar burung ini.

Berbekal kepribadian yang kurang budiman tersebutlah akhirnya doi juga disuruh pergi sama temen2 sekosannya. Bukannya pulang kampung dan buka usaha jualan peci ato sebagainya, dia malah bikin ultimatum besar-besaran ke salah satu temennya, pas ditraktir makan siang.

"gue bakal cari cewek yang bakal menjaga gue dan menghidupi gue disini"

Bagaikan mengucap sumpah palapa, ucapnya dengan bahasa inggris tentu saja.
Sejak saat itu banyak isu berkeliaran bahwa dia mencari mangsa di sekitar fakultas. jeng jeng.

Yang berkesan bagi gw adalah pertemuan gw dengan si bule ini.
Perlu dicatat, saat itu gw gatau perihal cerita si bule.

Saat itu lagi malam2. gw tengah pulang dengan temen gue satu orang. Dari jauh gw ngeliat si bule lagi jalan ke arah kita, doi pake hoodie, tapi ga pake kaos didalamnya. Berasa model abercrombie.
Belum habis tanda tanya gw tentang darimana, siapa, ngapain dan siapa yang nanti ngerokin dia kalo masuk angin, pas gw papasan dengan dia, tiba2 aja dia bilang ke gue.

"wow you're so pretty"
ucapnya tanpa melepas pandangan dari gw.

Well. Rambut gw emang panjang sebahu, gue pake bando merah saat itu.
mungkin gw akan terpana berhubung gw belom denger cerita hitam si bule, apalagi belom pernah ada yang bilang gue cantik....


KARENA GUE COWOK

Dafuq sekali sodara2. Sumpah madafaka. Berhubung gw gatau ceritanya, gw kira dia lagi sarkastik. Jadi gw bilang aja "ya, err, thanks dude"
trus gw melupakan hari itu.

Eh pas tau ternyata dia emang lagi berburu cewek, dan temen2 gw banyak yang digodain (cewek2 tentu saja) dengan rayuan yang sama, gue mulai berasumsi bahwa matanya telah dibutakan oleh paradigma bahwa cewek di FT adalah manusia berambut panjang. Jadi, selama rambutnya panjang, kejarlah dan niscaya kalo beruntung, nyantol satu. Dan gw termasuk. Ga kebayang kalo si derry (kepala divisi rock climbing rambut panjang sepunggung) secara ga sengaja digodain dari belakang kayak gitu HAHAHA.

Tetep, rasanya ngenes mampus disangka cewek sama bule ukrania itu. Okelah gelap, okelah gw mirip nyokap, okelah gondrong, TAPI PLIS WOY *nimpukin rumah tetangga biar berasa cowok*.

Mungkin besok gw akan bikin buku, "bagaimana membedakan cewek dan cowok di indonesia ketika kamu terdampar di depok, for dummies"

Entah sekarang si bule itu kemana, jarang keliatan. Wherever you are dude, ingatlah bahwa ga semua yang berambut panjang itu cewek. Kampret.

Friday, January 4, 2013

dulu dan nanti

No comments :
kit, gimana resolusi tahun baru?

(masih) berusaha numbuhin jenggot sodara2.
Nasib pemuda berhormon ga seimbang. Berdoa aja ga tiba2 tumbuh tete.

ehm, Ngomongin flashback ke belakang, 2012 bener2 tahun yang super duper anjing serunya.

- Jaman jadi anak ronin.
Terhitung masa kelabu sekaligus tahun paling asoy dalam kalender usia muda gue. Liburan setahun penuh? Tancap gan. Hari-hari gue dipenuhi dengan belajar (bentar), ngumpul sama temen ronin, nongkrong di rumah irwin, bermimpi, membual, nonton dvd bajakan, sok-sok maen pes walaupun ga bisa, ngelamun seharian, baca buku sendirian, browsing sampe sakit, dan hal2 domestik lainnya yang diimpikan orang kuliahan. Walaupun kadang gue bosen karena kemerdekaan yang terlalu bebas, misalnya tiba2 ngerasa kosong gatau mau ngapain, udah gitu bokek pula, udah gitu single pula, tapi kalo diinget2 lagi (apalagi pas lembur ngerjain tugas) hari2 itu terasa begitu surgawi.

- Masuk UI.
Seneng mampus. Galau mampus. sangat excited. Ketemu beragam muka dan karakter yang unik. Dapet sobat seperjuangan baik di bidang film (biru dan ga biru), sama hobi, sepikiran, mau gerak, males gerak, membangun, asik, pendiem, rame, suka ketawa sendiri, visionaris, idealis, sanguis, pragmatis, ngirit, diem2 gokil, ceritanya banyak dan macem2. Gue bersyukur banget.

Nah, sekarang kedepan. Apa yang gue harapkan masih sederhana, terlepas dari keinginan untuk memiliki kloset berlapis emas. Namun melihat resolusi tahun sebelumnya yang ga spesifik dan cenderung gagal dengan nista (terutama numbuhin jenggot), gue pengen tahun ini...

- Punya vespa. Gatau darimana dan berapa harganya ato di ujung tahun sekalipun. Pkoknya punya.
- Menamatkan kota2 besar di jawa dan sumatera lewat backpacking
- Punya income tetap dari usaha yang halal
- Bisa maen gitar

Agak sedikit lebih gawat, tapi bermimpi itu gratis kan?

met liburan coy!
 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design