Thursday, November 28, 2013

Cerita Mimpi


Seingat gw, gue nggak pernah secara gamblang menceritakan mimpi gue di blog ini.

Here, kawan, biar ini menjadi deklarasi mimpi gue.
Pada usia 24 tahun, ketika gue sudah mendamaikan hidup ortu gue, gue akan start walking the earth.
not litteraly walking, hitchiking, tur pake duit, kereta, pesawat, kapal, sepeda, skuteran, ataupun ngesot.
It's going to take about 3-4 years, sebelum gue balik ke Indonesia dan bikin anak.

Mimpi ini muncul sejak gue SMA, dimana gue diguncang oleh quote klise-klasik Harun Yahya,

I always wonder why bird choose to stay in one place,
when they have ability to fly anywhere on earth.
Then I ask myself the same question.

It Hit me.Quote itu merupakan perwujudan pembangkangan seorang manusia terhadap sekuritas, bagi gue. romantis abis, kalo kata pak nanda.

Trus kenapa kalo keliling dunia.
Dosen gue bilang, ketika membahas buku Society of spectacle, bahwa salah satu gejala masyarakat yang

kegandurang konsep ini adalah segala sesuatunya harus bervalue atau berada di sistem yang diam-diam tunduk pada komoditas spectale, demi meninggikan derajatnya. Salah satunya aspeknya tercermin dalam korelasi antar manusia. Di kota besar seperti Jakarta, manusianya cenderung berkorelasi satu sama lain atas dasar kebutuhan, "kalo lo sepaham sama gue, welcome to the club, otherwise, fuck off".

Bukan mengeneralisasi, gue nggak sesempit itu kok, tapi jangan coba mengelak. Lo akan duduk bersama orang yang terus nyontekin lo ato bisa ngasih pelajaran tentang fisdas?

There is no such thing as a free lunch.

Tidak ada sahabat sejati, yang ada hanya kepentingan - Khalil Gibran

Depressing enough? Let you think about that for a while. Gue sudah cukup bahagia dengan orang2 yang bersedia membagi rokoknya walau gue cuma dateng modal sendal jepit.

Di lain pihak, ketika lo memasuki daerah asing yang minimal dengan konsep ini, misalnya pedesaan, atau diderah manapun yang asing, lo akan merasa lebih bebas, unconciously, sebab sekarang lo tahu, bahwa senyum yang diberikan oleh mereka adalah cuma-cuma, bukan berbasis kepentingan.

Salah satu realisasi ini, yang gue dapatkan dari seni backpacking, adalah drugs yang ngebuat gue pengen terus berjalan. Dan masih ada seribusetengah alasan lain yang memperkuat hal itu. Akan terlalu romantis untuk ditulis, lain cerita kalau kita duduk bersama di pinggir kampus berdua dalam asap, sebab konteksnya memang romantis, Iya kan 'ga?

Mungkin, saat ini gue terkungkung kayak kura2 dalam tempurung di kotak kardus tengah samudera
Mungkin, saat ini gue lebih bokek daripada gembel di padang sahara
Mungkin, saat ini kewajiban gue terhadap orang lain masih gede
Mungkin, saat ini gue masih keliatan gembar-gembor, koar-koar
Omong kosong, ke sumatra aja belom pernah lo kit.

Ya, mungkin. Tapi percayalah, seperti lo mempercayai Tuhan, seperti ideologi metafisika orang jawa, sesuatu yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada, ADA namun tak kasat, atau belum waktunya ada. Imaji, rasa, potensi, dan mimpi, adalah benih terkuat yang bisa mengubah dunia

liat Hitler

Ehm, maksud gue liat preseden lainnya, I mean gue bukan bermaksud mengubah dunia, hanya memanjangkan langkah dan horizon gue, sesederhana itu. Suatu hari nanti, 4 tahun kedepan.

Mungkin saat ini, gue cuma bisa menikmati dunia dari cerita dosen, membayangkan buah karya Frank Gehry dan jejak seniman Gothic, barok, dan pesohor lampau lainnya dari layar laptop yang dibeliin om gue, saat ini gue cuma bisa menikmati gambaran lebanon dari jejak cerita Gibran, mengarung samudera dari tulisan Hemmingway, menitis kebijaksanaan klasik dari kisah Pram, cuma bisa nempel2 gambar Jaipur, the pink city, vatican, dan venesia dari lembar majalah bekasan di notebook gue. Tapi percayalah, seperti lo mempercayai Tuhan, seperti ideologi metafisika orang jawa, sesuatu yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada, ADA namun tak kasat, atau belum waktunya ada. Dan kalau waktuku tiba, gue akan berhenti melihat dari jendela dunia dan menapak ke dunia lewat pintu yang telah disediakan. Dan menutup postingan ini, menunggu dan gatal untuk mengutip kata2 sahabat berbagi mimpi dan nikotin, Irwin Hentriasa.

              emang ye kit, buku jendela dunia. tapi kurang sopan aja masa masuknya lewat jendela.

No comments :

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design