Monday, August 3, 2020

Yang Dibungkus Belum Tentu Mati


Saya masih heran pada selera bestiality, tapi soal fetish bungkusan kain jarik tidak lagi mengejutkan. 

Tumbuh di lingkungan remaja yang membaca stensil sembunyi-sembunyi, sejak SMP saya sudah disuguhi konsepsi fetish. Saya masih ingat betul pertama kali mendengar ulasan teman tentang cerita dewasa a la tetangga yang ia baca di website bodong, respon lugu saya adalah: 

"Terus mereka ditangkap polisi nggak?"

Saya dulu anak baik-baik. 

Saturday, July 25, 2020

Bukan Tentang Psikopat



Salah satu film Martin McDonagh yang saya ingat dengan baik adalah Seven Psychopath (2012). Film-filmnya memang sarat tema kriminal, tetapi ia berhasil melampaui batas tema dengan cara yang menyenangkan untuk ditonton, yakni membedah isu moralitas pelaku dengan humor.

Moralitas yang saya maksud sebagai landasan sikap protagonis, cenderung dikerdilkan dalam penayangan film kriminal. Umumnya, motif pelaku kriminil berangkat dari alasan klise seperti balas dendam, mencari kekayaan, hingga yang mutakhir penebusan dosa, tetapi tidak sedikit pula judul yang mengisyaratkan sifat "sudah dari sananya". 

Pemilihan motif ini bukan masalah, tetapi jadi soal kalau hanya sekedar ornamen narasi, sehingga fokus film jatuh pada hura-hura berdarah. 

Friday, July 17, 2020

Omong-omong Menyusun Kata

Begini, saya punya dua mentor yang berpendapat tentang bagaimana dan apa yang baik dalam menulis. Salah satunya bicara bahwa “tulisan terbaik adalah yang ditulis pertama-tama dengan jujur” yang kedua berpendapat “Tulisan yang baik adalah yang dekat dengan keseharian”. Keduanya bicara hal yang sama yakni tentang mendekati hasil, tetapi bukan semata-mata tentang menulis dalam intisarinya.

Wednesday, July 8, 2020

Baduy Yang Saya Ingat


Tiba-tiba hari ini muncul kabar bahwa Baduy mengajukan surat permohonan kepada presiden untuk dicoret dari destinasi pariwisata. Artinya, kemungkinan Baduy tidak lagi membuka diri bagi pendatang, yang boleh jadi mengacu pada wilayah Baduy Dalam. Dengan demikian tidak ada lagi kunjungan seenak hati untuk trekking gembira atau vakansi semi-survival tanpa tujuan yang jelas, misalnya penelitian.

Diam-diam saya merasa senang. Ralat, saya senang sekali.

Saturday, July 4, 2020

Semak Belukar


Kata Marie Kondo, sang penasihat bersih-bersih:
"Buanglah hal-hal yang tidak membawa kebahagiaan bagimu, misalnya blog ini." 

Tadinya pikiran itu sempat terlintas saat barusan membuka blog ini. Rasanya seperti masuk ke kamar orang genit. Ramai tapi terabaikan. Spontan, mengulik layout dan melihat draft postingan. Begitu banyak dan carut-marut. Template blogspot juga tidak berubah, masih memprihatinkan seperti lima tahun silam (2015). Beberapa post ditumbuhi komentar spam judi bola dan sejenisnya. Benar-benar membuat iba. 

Kawan-kawan penggiat blog lainnya sudah melanjutkan hidup masing-masing. Beranak, berkarya, sekolah S3, atau bergeser ke wordpress. Blogspot seumpama babak hidup bagi banyak orang, seperti fase alay dan emo. Ketika yang lain sudah membeli domain murah dengan namanya untuk portfolio profesional, blog ini masih bernama sama. 

Waktu kecil saya pernah bertanya kenapa diberi nama yang tak lazim, 
Dengan bangga bapak menjawab: "Itu nama yang baik". 
Nah, sebagai pengasuh blog, jawaban saya pun sama bijaknya.    
  
Singkatnya, blog ini bukan sekedar tulisan selintas atau episode kehidupan seorang Bangkit. Dibuat tahun 2008, dia tumbuh bersama saya dan sebaliknya. Sejak mulai ikut-ikutan menulis, hingga saat ini masih ikut-ikutan. Isi tulisan blog ini memang tayang seenaknya, tetapi menandai bagaimana saya mencerna hidup dari waktu ke waktu. Isinya bergibah, menertawakan teman, dan mengulas catatan perjalanan. Walaupun lebih sedikit yang tercerna, dan sisanya dimuntahkan.  

Begitulah. 

ただいま


Tuesday, March 12, 2019

Niat


Tempo hari mentor saya memberikan sejumlah wejangan tentang penulisan. Karena saya terbilang keras kepala (walaupun lembek di perbuatan), saya agak kesulitan mencerna masukan dari beliau. Justru setelah berjarak beberapa hari saya dapat memahami sedikit banyak apa yang beliau maksud. Dalam pengamatannya (yang beliau sampaikan dengan sangat hati-hati), apa yang saya lakukan menghambat perkembangan diri sendiri. Saya menulis begitu lambat, dengan banyak pertimbangan dan kemauan. Padahal, menulis semata alat untuk menyampaikan pemikiran, yang tujuan akhirnya adalah manfaat bagi banyak orang. Karena itu, kecakapan menulis akan datang begitu niat yang baik telah kukuh. Inilah yang saya sukar cerna, karena niat itu masih berupa rongga kosong.

Friday, March 23, 2018

Tidur


Pagi ini saya betul-betul teler. Belakangan regulasi kantor menetapkan waktu masuk jam 8 pagi. Ini artinya saya tidak lagi bisa tidur jam 3 pagi sehabis membaca segepok komik. Namun, dari regulasi ini kantor memberi kompensasi waktu pulang lebih sore yang cukup menggiurkan. Walaupun sebagian besar pegawai tahu bahwa pola kerja desainer arsitek sini tidak mungkin menyanding jam kerja PNS, setidaknya pada periode percobaan ini, seluruh isi kantor dapat mencicipi rasanya pulang sore seperti manusia normal. Biarpun bukan arsitek, saya turut datang pagi, untuk mengalami rasanya pulang masih berjumpa matahari.

Ternyata, saat di depan komputer sepagi ini, kepala saya sulit bekerja. Yang terbesit di kepala saya hanyalah kata kerja berbunyi tidur dan kata benda berupa kasur.

Wednesday, February 7, 2018

Nikah

Belakangan ini, teman saya banyak yang menikah. Dalam setahun, sudah ada beberapa undangan formal dan informal untuk melipir ke pesta pernikahan seseorang. Biasanya teman SMA, dan sesekali teman kampus. Minggu depan ada yang menikah, beberapa bulan ke depan ada lagi di luar kota, kemarin salah satu kawan punya kabar sudah beranak. Anak, susah sekali membayangkannya.