Tuesday, April 28, 2009

Rubik's Cube

8 comments :
Halo
Sekarang gue pengen berbagi pengalaman gue yang seminggu libur kemarin,walopun hampir gak ada event yang bisa gue bagi, setidaknya ada satu kegiatan gue yang mungkin masuk ke dalam kategori "cukup menarik".

Jadi, selama liburan ini, gue terbius oleh Rubik’s Cube.


















About me

RUBIK'S CUBE adalah sebuah teka-teki mekanik ditemukan pada 1974 oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria Ernő Rubik. Kubus ini terbuat dari plastik terdiri dari 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda. Ketika teka-teki ini terpecahkan setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna dan warna yang berbeda dengan sisi lainnya.

Kubus ini dibuat kembali pada 1980 dan dipasarkan di dunia Barat pada Mei. Dan dikatakan merupakan mainan paling banyak terjual di dunia, dengan sekitar 300 juta kubus Rubik dan imitasinya terjual.

Rekor tercepat dalam menyelesaikan Kubus Rubik (Rekor Indonesia) berhasil dicetak pada acara HUT MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada tanggal 31 Januari 2007 di Hotel Grand Candi, Semarang. Catatan waktu yang dibukukan adalah 19,33 detik atas nama Abel Brata Susilo

Rubiks cube 3x3x3 (yang biasa dijual abang-abang) dan sodara2nya



































































gimana ceritanya hingga gue bertemu pandang dengan benda ini?

Semua berawal ketika gue, Dede, dan Ismail, Fahmi, dan Syukron datang ke rumah Andra. Silaturahim sekaligus numpang ngisi perut. Menjelang siang, gue tertarik dengan salah satu mainannya Andra, yaitu Rubick’s cube sendiri, padahal banyak maenan lain disana seperti Barbie dan congklak (ehm, boong kok).

Awalnya iseng, lama-lama penasaran, lama-lama pengen ngebanting juga, frustasi, tapi gue gak putus asa, walopun gak henti2nya gue menggumam "kotak setan!". Sementara yang lainnya sibuk dengan komputernya, seperti dede dan Ismail, sibuk dengan gitarnya seperti Fahmi, sibuk dengan PSP dan es jeruk seperti syukron, gue sibuk dengan mainan ini.

Hingga jumlah kami menyusut tinggal 4 ekor termasuk andra, gue masih setia mencoba menyelesaikan permainan ini. Sampe akhirnya kedua temen gue tergerak hatinya untuk memastikan bahwa gue masih di bumi, semua rasa penasaran mendorong kami untuk melakukan pencarian tentang rubik's cube.

Setelah kenal dengan si kotak warna-warni, kenal pembuatnya yang kami pikir mukanya seperti cube, dan waktu kelahirannya, kami tertarik. Jadi Rubicks tersebut gue bawa pulang untuk gue coba selesaikan. Di rumah, gue bagaikan simpanse yang tengah di tes IQ-nya dengan rubiks, muter-muter gak karuan, mencoba menemukan gambar miyabi diantara warna-warna tersebut. 2 hari kemudian, bagai menemukan Oase di tengah gurun, gue menemukan pencerahannya, sebuah video “how to solve a rubiks cube” di you tube.

Ganteng banget, seharusnya You Tube yang jadi saluran masa depan, bukan space toon.

Hari itu, gue berhasil menyelesaikan Cube pertama gue (samar2 terdengar musik “we are the champion’ dari kejauhan). Dan untuk seterusnya, gue cukup lancar, waktu tercepat gue menyelesaikan sebuah cube adalah 3 menit 42 detik. Sementara rekor dunia adalah 7 detik.

Hari jumat, gue ke sekolah dengan pede dan tampang bangga-ya-oloh. Mail tertarik dan hari itu juga resmi mail berhasil menyelesaikannya.

Kalo ada diantara kalian yang berfikir rubiks cube itu susah mampus, gak mungkin diselesaikan, cuma pantes dibanting dan sebagainya, gue sarankan untuk nyoba dulu mainan ini. Orang berIQ selevel ayam kek gue aja bisa kok. Selain melatih kreativitas, rubicks juga membantu melatih kesabaran, apalagi kalo lo beli rubiks yang 5000an, yang suka macet-macet.


Ehm, bukan hal yang buruk untuk mengisi waktu luang kan?

Oya, beberapa tambahan,

Fakta menarik tentang rubiks cube yang mungkin harus lo baca
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1000378&highlight=rubik%27s+cube

How to solve rubiks cube (recommended)
part 1
http://www.youtube.com/watch?v=HsQIoPyfQzM
part 2
http://www.youtube.com/watch?v=IW_BBp3FPMQ

sori, bw gak mencukupi buat masang video disini.

Have fun with classic game.

Monday, April 20, 2009

Potongan rambut sejuta umat.

4 comments :
Gue baru potong rambut.
Hari ini adalah hari yang spesial, yaitu hari kelahiran nenek gue. Jadi keluarga besar nenek gue bakal ngumpul di Cipete minggu sore. Dengan rambut gue yang berantakan gini, dengan mudah gue pasti dipecat sebagai cucu, makanya gue berinisiatif untuk potong rambut. Disamping itu, banyak yang bilang rambut gue kayak jeng kelin, awut-awutan dan gak jelas arahnya.

Dan lagi, gue ogah disebut wajah tak bermuka oleh pak Budi. iye, gue juga gak ngerti apaan maksudnya.

Tempat untuk motong rambut bermacam2, salah satunya salon,
tapi gue gak pernah menginjakan kaki di salon.
1. Karena gue takut banci
2. Gue takut dipotongin rambutnya sama banci
3. Gue takut dibilang ganteng sama banci (lagi)

Kalopun masih banyak salon yang bebas dari banci, gue kurang suka duduk berjam-jam nungguin rambut gue dipotong. Abis itu bayar biaya potong rambut dengan selembar uang yang berisi sebuah angka bulat diiringi dengan 4 buah angka nol.

Karena itu, gue selalu potong rambut di pinggir jalan, murah, praktis, cepat.
Kalo mau cepet 5 menit juga selesai, rambutnya terpangkas, kupingnya juga terpangkas.

kabar buruknya adalah,
Karena sejak kecil gue terdoktrin untuk berpisah dengan rambut gue di tukang-potong-pinggir-jalan, belakangan gue nyadar, bahwa apapun yang gue katakan pada si pemegang gunting, gue bakalan dapet potongan rambut yang sama.

Ketika gue kecil, gue bilang "pendekin dan rapiin, tapi jangan botak"

hasilnya, gue jadi kayak kloningan kobo-chan. Pendek (banget) dipinggir, tebal di atas.
dan itu berlangsung setiap bulan, sampai rambut gue tumbuh kembali dengan liar,
itu juga yang terjadi kepada bocah-bocah yang gue liat keluar masuk dengan rambut yang sama. Rambut sejuta umat.











kobo(k) - chan


seiring waktu berlalu, gue semakin dewasa dan gue semakin ganteng. Gue jadi lebih pintar dengan berpesan pada si abang "pendekin, rapihin, tapi jangan pendek-pendek"

Hasilnya, gue kayak kobo chan abis disunat.














Gue curiga sebenernya kobo chan itu ada, trus dia pernah buka kios potong rambut, dicontek orang indo dan jadilah model rambut sejuta umat ini.


intinya, model yang pasti pas kalo potong di pinggir jalan adalah
1. Botak
2. Cepak

Ngomong2, gue masih lebih bersyukur potong rambut diluar daripada dipotongin bokap gue. Soalnya waktu gue SD, bokap gue pernah motongin rambut gue. Waktu maen kerumah tetangga, nyokap sodara gue nanya siapa yang motongin rambut gue, mungkin karena rambut gue terlihat kayak pantai yang terkena abrasi, atau entah luar biasanya rambut gue,
dengan lugunya gue jawab 'bokap'

"Ooh, pantes jadi mirip Anjasmara gitu." ucap nyokap sodara gue sambil ketawa.

Tapi waktu itu, Anjasmara lagi naik daun berkat filmnya yang berjudul "SI CECEP"

Oya, selamat ulang tahun untuk Tania, 19 April lalu. Panjang umur dan sehat sentosa yo,,,
kuenya mana? hehehehehe

.

Tuesday, April 14, 2009

Bokap gue, Pahlawan kesiangan

3 comments :
Kali ini pemeran utamanya adalah bokap gue.

Cerita ini beneran. Suer. Gue baru aja diceritain adik gue, tentang keajaiban yang terjadi pada bokap gue.

Orang Indonesia, identik dengan ngaret, termasuk bokap gue. Kalo ada janji rapat, disuruh dateng jam 2, nyampe di tempat jam 3. Kalo disuruh stanby jam sekian, jam sekian kurang 10 menit masih pake sarung dirumah.

Waktu itu ada pengambilan rapot di kelas VII-1 jam 1 siang, dalam surat undangan memang diberitahukan seluruh kelas 7 akan ngambil rapot disitu. Adik gue kelas VII-3.

Jam 1 siang, bokap lagi baca koran di rumah. Adik gue nyeletuk,

“pak, jam 1 tuh. Gak ngambil rapot?”

“ah, rapat doang. Ntar aja” ucap bokap sambil membalik halaman koran.

Jam 2 siang bokap landing di sekolah, sementara adik gue tinggal di rumah. Bokap meluncur ke kelas VII-1 dan langsung buka koran lagi. Bokap nyantai aja karena masih rame disana, dipikirnya semua just as planed.

Menit demi menit berlalu, halaman demi halaman tuntas terbaca. Bokap celingak-celinguk. Trus bertanya sama guru yang dari tadi menyebut nama-nama yang gak dikenal bokap.

“Pak, rapot anak saya di kelas VII-3 mana? Gak dibagiin?”

“VII-3?” ucap sang guru heran. Trus ketawa,

“Ooh, pasti bapak telat nih, pembagian rapot kelas VII dipindahruangkan ke kelas VII-2” jawabnya.

Kalo jaman2 SMA ato kuliah, orang kayak gini pasti disorakin apalagi tahun 80’an.

Gue gatau gimana raut muka bokap. Tapi kalo gue dalam posisi yang sama (yang mana gue sering kayak begini) gue bakal stey kul.

Segera bokap cabut ke kelas VII-2, baru nongol batang idungnya, terdengar sang guru menyebut sebuah nama

“Iga Winati” Panggil sang guru. Nama adik gue.

Bokap gue, yang belon sempet masuk kelas langsung ambil langkah mantap seraya membuka pintu, berujar di depan kelas, tepat di pintu ruangan, di depan seluruh orang tua murid.

“SAYA”

Menurut kesaksian temen adik gue, nadanya mirip banget dengan Prabowo Sugiarto kalo lagi ngomong :

“GERINDRA”

Gue pasti mencret kalo ada disitu.
Adik gue menyebutnya sebagai insiden pahlawan kesiangan.

Bayangin Betmen tiba2 muncul dan menendang penjahat ketika ada nenek2 mo dirampok, always in time. Inget2 ketika superman muncul dengan kancut merah mencolok dan rambut sepotong yang menggantung di jidat di tengah orang panik akan bom yang tinggal 3 detik lagi meledak, just in time.

Dan bayangin bokap gue yang tiba2 muncul di balik pintu kelas, 1 jam setelah acara dimulai, tepat ketika sang guru menyebut nama anaknya. Just in time.

Lihat? Banyak banget kesamaan antara bokap gue dan jagoan2 itu. Bedanya bokap gue gak terbang2 sambil pake kolor didepan. Wkekekek,

Thursday, April 2, 2009

Kuda Reyot

4 comments :
Uh, tiba2 keingetan peristiwa di kelas 2 smp. Itung2 isi waktu gue tulis aja, semoga kalian terhibur

Jadi, 3 tahun yang lalu, tepatnya ketika gue kelas dua smp. Di kelas VIII-3, tempat gue bernaung, sempet populer yang namanya permainan “KUDA REYOT”.
coba tanya ama anak cowok yang pernah SMP, apaan sih kuda reyot?

Waktu itu lagi jam kosong, sebenernya anak2 ngira waktu itu jam kosong karena udah bel tapi guru gak kunjung masuk.
Berhubung gue pengen tau permainan apaan itu, yaudah gue masuk kedalam jaring2 kebodohan di kelas itu. Kalo gue tau bakal terjadi hal di akhir cerita, gak bakalan deh gue ikutan.

Permainannya singkat, nguras keringet, dan berisiko matahin punggung seseorang.
Permainan ini membutuhkan mental dan fisik sekuat para anggota Be A Man.

Gini mainnya,
Misalnya ada 1 orang sebagai penjaga, dia bakal berdiri di pinggir tembok, lalu pemain kedua bakalan ngambil posisi membungkuk dengan kepala si pemain kedua dijepit diantara kaki si pemain 1. Lalu, pemain ketiga bisa menyambung dengan posisi yang sama kayak pemain kedua dan kepalanya dijepit diantara paha pemain kedua. Begitu seterusnya hingga panjang jadinya,























Belum selesai sampe situ, masa iya berpose kek gitu gak ngapa2in??

Salah satu pemain dari kelompok musuh bakalan menerjang barisan kuda2 itu, lalu merayap dari punggung ke punggung pemain musuhnya lalu ketika sampai di depan penjaga, dia bakalan maen suit. Kalo kelompok 1 kalah, maka kelompok 2 boleh kembali menerjang kuda2 malang itu. Kalo kelompok 1 menang, maka kelompok 1 bisa bales dendam.

Sementara itu para “kuda” yang dinaekin si musuh harus bertahan dengan beban di punggung dan leher. Kalo barisan itu jatoh, berarti kelompok itu kalah. Bahayanya, kalo roboh, kemungkinan patah leher ato mati ketiban bakalan makin gede. Resiko lainnya adalah kalo salah satu pemain kentut, bisa merusak keseimbangan barisan dan biasanya berakhir dengan berantem berjamaah.



















Brengseknya, kadang2 kedua pemain malah ngobrol dulu, misalnya berunding, “mau suit cina atau suit jepang?”

Sensasi permainan ini adalah ketika pemain musuh menaiki kuda2 yang goyang tersebut. Sensasi ketegangan dimana dalam otak kita terlintas pertanyaan “akankah punggung gue patah? Akankah gue habiskan hidup gue di kursi roda?”

Permainan yang berdarah.

Gue ikuti permainan itu. Untuk pertama dan terakhir kalinya.

Jadi, penjaganya Lutfi, gue pemain pertama. Kepala gue dijepit diantara paha lutfi, memang bukan pemandangan yang asik dijepit paha gitu, sempit, pengap, berasa di goa hantu. (Kalo lutfi baca, mungkin dia sekarang bakalan garuk2 pahanya)

Oke, pemain kedua masuk, gatau siapa. Pokoknya yang gue tunggu adalah giliran gue menerjang punggung lawan gue, menang suit, lalu jadi pahlawan dan ikut kejuaraan nasional (Lho?), makanya gue sabar aja dijepit pahanya lutfi.

Lama kemudian, gue gak ngerasain beban di punggung gue. “mana lawannya?” Pikir gue, parah banget nih. Apa barisannya sampe mentok ke tembok? Pikir gue dengan kepala masih bertengger diantara paha Lutfi.

Hening.

Yang ada, beberapa saat kemudian pemain kedua malah pergi dari tempatnya. Gue masih aja dengan begonya sabar menunggu diantara paha lutfi. Goblok-goblok dan goblok.

Gue gak nyadar Lutfi nepok2 punggung gue, yang gue pikir adalah isyarat supaya gue siap2 ditiban musuh. Gue pasang kuda2, musuh gak kunjung datang, punggung gak kunjung berat.

Habis sudah kesabaran gue. Saat gue pengen protes untuk mempertanyakan kesiapan mereka maen ato nggak, gue langsung kaget dan syok abis ketika pantat gue ditendang seseorang. Beneran ditendang, sakit banget. Berasa disunat lagi tapi dari belakang.

Apaan nih?? Gak ada dalam skenario kan??

Apakah ini babak bonus dimana orang yang baru pertama bermain bakalan ditendang pantatnya secara bergiliran??

Apakah ini ritual khusus untuk menyambut gue sebagai pemain pertama??

Tetep, kesabaran gue sudah mencapai batasnya. Segera gue lepaskan kepala gue dari cengkraman paha Lutfi dan langsung berteriak,

“APAAN SIH NIH?! DASAR ....”

Sebelum gue mengatakan kata2 yang biasa diucapkan preman terminal senen, gue langsung mati gaya. Orang yang barusan nendang pantat gue adalah pak Suryani, wali kelas gue. Udah gitu dia guru agama islam pula.

Hening.

Sumpah, waktu seakan membeku. Lutfi masih diem ditempatnya, tangan ketembok, kaki ngangkang. Gue, masih dalam posisi erotis, membungkuk depan lutfi, kepala menghadap wali kelas, mulut nganga, bingung mo ngomong apaan. Persis kambing kurban berusaha ngomong “jangan potong saya”.

Hening

Apa yang harus gue lakukan? Ada beberapa pilihan (bodoh)
1. Stay cool kayak bintang iklan mentos.
2. Nyengir2 kayak syekh puji baru kawin
3. Berusaha ngomong bijak kayak kak Seto
4. Pura2 mati

Sesaat kemudian gue baru nyadar kalo lutfi udah gak sadarkan diri. Gara2 gue terlonjak kaget menyundul selangkangannya, asmanya kambuh, trus dia roboh. Masalah kuda reot dilupain sejenak. Gak lama kita kerumah sakit, dan lutfi dinyatakan koma untuk beberapa hari.

Oh iya, udah bukan april mop lagi ya?
Huehehehe, maap bagi yang udah ketipu.

Back to topic,
Untung Lutfi segera menyadarkan gue untuk cabut dari tempat tersebut. Gue langsung lari ke tempat duduk gue, dengan pilihan kedua yaitu cengengesan, gue menuju tempat duduk gue sambil ketawa2 gagap.

“KEBANGETAN!!” teriak wali kelas gue. Sangking ngamuknya beliau, dia ngambil penghapusan papan tulis lalu dilempar sembarangan ke penjuru kelas.

Gue lupa siapa yang gak beruntung waktu itu, tapi yang jelas ada yang ketimpuk.

Trus beliau ngambil spidol. “KEBANGETAN!” ucapnya lagi, lalu ngelempar spidol tersebut. Kali ini gue lupa ada yang kena ato nggak.

Lalu spidol berikutnya, dan terakhir dia ngelempar meja.
Boong deh yang soal meja. Tapi kalo kuat dia pasti niat.

Terkutuklah orang yang menciptakan permainan kuda peyot.

Sejak detik itu, gue ngerasa pantat gue gak pernah sama yang kiri dan kanan, gatau juga sih, abis gak keliatan. Dan kalo ada anak kurang kerjaan yang ngajakin gue maen kuda peyot terkutuk itu, gue gak pernah mau ikutan. 7 turunan gue pun gak bakalan gue ijinin maenan kek gituan. Kalo gue jadi presiden bakal gue penjara orang yang maen kuda reyot dan kalo gue jadi anggota DPR bakal gue susun UU mengenai “kuda reyot dan menendang pantat”
























Tragic

Maaf buat gambarnya yang kurang rapi. Bikinnya buru2,
Hoaaah, pengen beli tablet pen.
 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design