Minggu, 11 Maret 2012

Film bagus, diliat dulu kakak

3 komentar
Weekend itu ngga afdol kalo ngga begadang dengan segelas kopi dan 2 jam atau lebih tontonan asik, ini sudah menjadi ritual gue sejak sma. Nggak heran kalo gue jomblo, mengurung diri sambil mengoleksi upil dan film adalah kombinasi terburuk untuk ngedapetin cewek. 

by the way, adapun alasan gue menulis postingan satu ini karena gue gak bisa tidur lantaran ucapan dari fendi tempo hari. Buang jauh2 pikiran lo bahwa Fendi nembak gue, sama sekali BUKAN itu. 


"Rurouni Kensin mau keluar Live Actionnya tahun ini" ucapnya.

Anjrit. Sebagai anak angkatan 90an yang menghabiskan masa kecil dengan menonton anime sejenis samurai X, BT-X, Saint Seiya, cardcaptor sakura dan Minki Momo di tv lokal, sudah jelas ini merupakan kabar yang bikin gue menggelinjang hebat. 

Serius lo fen? Tanya gue menahan hasrat memeluk fendi.
Iya, yang maen itu yang jadi pemeran utama di live action Beck. 
Gue cuma bisa banjir iler.

Selasa, 28 Februari 2012

Daily shitness

2 komentar

Ah berhubung gue lagi artblock dan butuh melemaskan otot2 menulis yang kaku (ngangkat pensil 2 ton) yuk dengerin cerita gue tentang kedongoan yang lagi2 harus gue lalui dengan hyde kw 12 yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ridho bukan roma.

Alkisah ini gara2 oknum bernama Ghaniyya sms gue pada hari rabu, isi smsnya ngajak ngerujak nonton seminar tentang Ujung Kulon. KAPPA UI kemaren ngadain perjalanan ke Ujung Kulon yang sebenernya orang luar (gue) boleh ikutan, namun berhubung membaca saja aku sulit, gue cuma bisa menggigit martabak keju dan ga bisa ikutan.

Eniwey, kamisnya gue dan ridho hendak berangkat menuju UI. Harusnya gue udah di rumah doi jam setengah 12, berhubung gue lagi dalam kondisi lebih lenje daripada sloth hamil 7 bulan, gue baru di bendungan Jago jam 12 kurang.

Kesialan pertama hari itu adalah cuaca panas mampus. Panas 13 setan. Neraka Bocor. Apapun sebutannya untuk suhu yang dapat membuat orang jadi gila. Udah gitu metromini ke rumah ridho (P10 : senen-sumur batu) lagi lebih langka daripada tiket laruku kemaren, gue menunggu belasan menit sebelum akhirnya sms doi buat nyamperin gue di Bendungan Jago aja. Tepat 2 menit setelah gue sms, P10 lewat, minta dibikin lontong.

Resmilah kita baru jalan jam setengah 1 dari kemayoran menuju UI. Suatu trademark Indonesian banget. Sialnya gue ga pake jaket, sinar mentari jakarta menusuk melalu pori2 kulit selama 1 jam++, jadi jangan salahkan gue kalo item legam gini, aslinya gue tuh putih sejak kecil, tapi putih tua.

Sebenernya naik motor merupakan keputusan yang dungu,

Selasa, 24 Januari 2012

Empat Lawan Sembilan

0 komentar

Gue bukan saksi di tempat kejadian, gue gak kenal si tersangka dan korban2nya. Bisa dibilang gue adalah salah satu pemrihatin yang bersikap berlebihan.

Nah, pas tau korbannya itu ada balita dan pemuda 17 tahunan, gue baru shyok. Pasalnya, hidup mereka harusnya masih panjaaaaaang banget, dan tiba2 mereka harus berhenti bernafas karena manusia egois yang bawa mobil pas ngantuk, mabok, dan drugged.

Iya, iya, banyak orang diluar sana mati, ini hanya satu dari jutaan kasus tabrakan, dan dunia terus berputar.
Tapi ini terjadi di jakarta, di tempat yang peluangnya lebih besar bahwa itu ANDA, ini terjadi karena kecelakaan tolol, sebuah kematian yang..... harusnya tuh gak perlu terjadi, paling tidak, tidak mati disebabkan oleh orang seperti itu.

Imagine this. You are on the way home, exhausted after 60 minutes of running and dribbling ball with your mate. All you thinking about is home, maybe mom will cook your favourite food, no? Of course not, its end of the month! you thought. then you walk with slight smile on your face, still chatting with your friend while wipe sweats that still coming, you dont know either it comes from the heat or your exhaustion, but you seems not to care, its a good day after all, and by 5 or 6 more months you'll graduated from high school and starting a new life.

Lalu, roda 4 menyapu semua pikiran tersebut, hitam dan merah.

Rabu, 18 Januari 2012

Galau mencari Judul

0 komentar
Kenapa jadi galau gini ya?

Bukan bermaksud menjadi orang yang mencoba mencari sensasi dan perhatian di internet. Hanya sekadar berbagi. Entah darimana pikiran berbeban ini muncul, teman sampai sadar dari raut muka gue.

*ttt : teman tapi tai
  g : gue

ttt : kit, lo ada masalah ya?
g : emang keliatan dari muka?
ttt : Iye
g : emang muka gue kenape?
ttt : muka lo kayak mandra

memang, mandra bukan interpretasi sikap galau, percakapan di atas hanya sekedar inside joke belaka untuk membuat gue sedikit pongah (sejak kapan dimiripin mandra jadi pongah?). Namun kenyataannya tawa renyah pun tidak keluar dari tenggorokan, tercekat di dada ketika gue sendiri bingung apa yang membuat gue limbung.

Kalau dipikir2, beberapa waktu belakangan ini nggak ada yang terlalu

Jumat, 13 Januari 2012

Film dan kenyataan yang gak singkron

6 komentar

2102! Gile gak kerasa udah akhir jaman aja *perilaku orang yang termakan hoax*

Anyway gimana resolusi tahun baru kalian?
Kalo resolusi tahun baru gue adalah menyelesaikan daftar resolusi tahun 2011.
yak, gue adalah procastinator kronis, dan gue lagi memperbaikinya, ehm nanti sore deh.

Berhubung banyak space kosong untuk ngoceh2 gak jelas, gue bakal numpahin hal2 gak berhubungan antara film dan keadaan gue sekarang.

Anyway, ada yang pernah nonton Into The Wild?
Film ini keluaran 2007 dan scored 8.2 di imdb.



Sabtu, 24 Desember 2011

Jakarta keras, begitu pula transjakartanya

2 komentar
tenang kawan2, gue tidak kehilangan keperjakaan gue di transjakarta ini.

kisahnya bermula ketika gue hendak berangkat menuju mampang untuk mengikuti tambahan bimbingan fisika. Berhubung mampang jauhnya ampun2an, gue berangkat dari rumah 1,5 jam sebelum tambahan dimulai. Yak, transjakarta, ato yang sering disalahkaprahkan sebagai busway menjadi pilihan kedua setelah tebengan tersayang aka ridho roma and the bike ternyata gak sama jadwal tambahannya. sebenarnya masih ada alternatif lain seperti kopaja dan metromini yang ternyata memungkinkan gue untuk terhindar dari kejadian laknat ini, tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi rempeyek udang (ko bisa? tanya galileo).

Asiknya, pas di halte matraman menuju duku atas, gue menemukan diri gue duduk di kursi transjakarta. Peweee sekali loooooh, tumben2an sepi <banget>penumpang kayak gini.

yaoloh, betapa cerahnya hari ini.

pas nyampe di duku atas, gue kira pintu yang arah ragunan bakalan sepi kek biasanya, gak taunya rame bejibun tiada ampun. Gue tengah berdiri di pintu yang depan pas pantat gue ditepok penjaga,

"mas, kalo cowok barisnya di sebelah sana" nunjuk pintu kedua yang isinya batangan dalam beragam usia. Pantesan aja hawanya ditempat gue berdiri lebih asoy, cewek semua.

Kebijakan ini entah muncul darikapan ketika penumpang wanita dan pria dipisah2, kebijakan yang cukup baik, namun membawa gue kepada kesialan hari itu.

Rabu, 09 November 2011

Bahkan kambing pun tertawa

4 komentar

Perlu keberanian ekstra besar untuk menjerumuskan gue menulis postingan bodoh ini. Mudah2an pada memaklumi kebegoan manusia yang tidak disengaja ini.

Kisah ini terjadi pas idul adha kemarin. Idul Adha, lebaran kambing, ato dalam bahasa Indonesia yang telah disempurnakan disebut sebagai "hari barbar makan sate kiri-kanan" adalah salah satu dari 365 hari yang gue tunggu sejak gue berbentuk embrio. Namun tahun ini, Idul Adha telah menorehkan noda kelam di hati gue. *nyalain lagu sedih

Jadi, di hari lebaran kambing tersebut, umat islam akan mengadakan solat Idul adha berjamaah di pagi hari. Gue sebagai umat islam (sebagaimana tertera di KTP) tentu saja telah mempersiapkan diri untuk mengikutsertakan diri dalam event tahunan tersebut, berkenaan dengan belum hadirnya rendang karena nyokap juga lagi solat.

Anyway, pagi itu dengan rasa cukup malas gue beranjak dari kasur untuk mensucikan diri dari iler dan belek sebelum berangkat solat. Bokap udah jalan, yak, bokap emang tipikal orang tua yang bangunkan-sekali-dan-biarkan-dia-telat-karena-kemalasannya-sendiri.  Setelah merasa cukup tampan sehabis ketemu air dan sabun, gue pun segera melangkah ke masjid, sempet balik ke rumah karena kelupaan sajadah.