Saturday, December 24, 2011

Jakarta keras, begitu pula transjakartanya

2 comments :
tenang kawan2, gue tidak kehilangan keperjakaan gue di transjakarta ini.

kisahnya bermula ketika gue hendak berangkat menuju mampang untuk mengikuti tambahan bimbingan fisika. Berhubung mampang jauhnya ampun2an, gue berangkat dari rumah 1,5 jam sebelum tambahan dimulai. Yak, transjakarta, ato yang sering disalahkaprahkan sebagai busway menjadi pilihan kedua setelah tebengan tersayang aka ridho roma and the bike ternyata gak sama jadwal tambahannya. sebenarnya masih ada alternatif lain seperti kopaja dan metromini yang ternyata memungkinkan gue untuk terhindar dari kejadian laknat ini, tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi rempeyek udang (ko bisa? tanya galileo).

Asiknya, pas di halte matraman menuju duku atas, gue menemukan diri gue duduk di kursi transjakarta. Peweee sekali loooooh, tumben2an sepi <banget>penumpang kayak gini.

yaoloh, betapa cerahnya hari ini.

pas nyampe di duku atas, gue kira pintu yang arah ragunan bakalan sepi kek biasanya, gak taunya rame bejibun tiada ampun. Gue tengah berdiri di pintu yang depan pas pantat gue ditepok penjaga,

"mas, kalo cowok barisnya di sebelah sana" nunjuk pintu kedua yang isinya batangan dalam beragam usia. Pantesan aja hawanya ditempat gue berdiri lebih asoy, cewek semua.

Kebijakan ini entah muncul darikapan ketika penumpang wanita dan pria dipisah2, kebijakan yang cukup baik, namun membawa gue kepada kesialan hari itu.

 
Free Joomla Templates Free Blogger Templates Free Website Templates Freethemes4all.com Free CSS Templates Free Wordpress Themes Free Wordpress Themes Templates Free CSS Templates dreamweaver SEO Design